MALANG, Tugumalang.id – Kenaikan harga plastik kemasan mulai dikeluhkan para pelaku UMKM keripik tempe di kawasan Sanan, Kota Malang. Harga plastik yang biasa digunakan untuk membungkus keripik tempe dilaporkan melonjak hingga 30 sampai 40 persen dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap biaya produksi para pelaku usaha, terutama bagi produsen keripik tempe yang bergantung pada kemasan plastik untuk menjaga kualitas dan daya tahan produk.
Sakinatun Najwa, pedagang plastik kemasan di Sanan, Purwantoro, Kota Malang, mengatakan kenaikan harga terjadi pada hampir semua jenis plastik yang biasa digunakan pelaku UMKM.
Menurut dia, harga plastik biasa yang sebelumnya berada di kisaran Rp31 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp44 ribu per kilogram.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Toko Plastik di Malang untuk Keperluan Rumah Tangga, Bisnis Kuliner, dan Kemasan
Sementara itu, plastik merek Mapan yang sebelumnya dijual Rp35 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp53 ribu per kilogram.
“Sangat mahal dan bahkan ada pabrik yang belum jualan karena harga yang tidak stabil,” kata Sakinatun Najwa, Selasa (31/3/2026).
Kenaikan Harga Dipicu Situasi Global

Ia menduga kenaikan harga plastik dipengaruhi situasi global, termasuk memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada harga bahan baku plastik.
Pasalnya, plastik merupakan salah satu produk turunan minyak bumi. Ketika harga minyak dunia naik dan pasokan terganggu, harga bahan baku plastik ikut terdongkrak. Kondisi ini kemudian berdampak langsung pada harga plastik kemasan yang digunakan pelaku UMKM.
Situasi tersebut membuat pelaku usaha keripik tempe di Sanan harus menanggung beban tambahan biaya produksi, khususnya pada sektor kemasan yang menjadi kebutuhan utama dalam proses distribusi produk.
Pelaku UMKM Terpaksa Bertahan
Meski menghadapi lonjakan biaya produksi, para pedagang keripik tempe mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain tetap menjalankan usaha mereka. Kenaikan harga bahan baku dinilai sebagai tantangan yang harus dihadapi agar usaha tetap berjalan.
“Mau bagaimana lagi, dilakoni saja,” kata Topo, salah satu pedagang keripik tempe.
Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku UMKM, terutama jika kenaikan harga bahan baku terus berlangsung dalam jangka panjang.
Baca juga: Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi
Pemerintah Akui Lonjakan Harga Plastik
Sementara itu, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membenarkan adanya lonjakan harga plastik di berbagai daerah.
Zulkifli Hasan menjelaskan kenaikan harga plastik disebabkan oleh lonjakan harga BBM imbas konflik di Timur Tengah. Pemerintah, kata dia, akan membahas isu tersebut secara khusus dan memanggil pihak-pihak terkait.
“Saya dengar bijih plastiknya naiknya luar biasa. Karena plastik itu kan dari BBM kan. Ya nanti kita akan bahas secara khusus, kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi. Kita akan undang beberapa pihak terkait,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
reporter: Ilham Thoriq
redaktur: jatmiko





























