MALANG, Tugumalang.id – Aktris Happy Salma telah menekuni bisnis perhiasan selama belasan tahun. Hampir setengah dari jumlah perhiasan yang ia jual berhiaskan mutiara. Akan tetapi, ia mendapatkan perspektif baru tentang mutiara usai membaca buku Bertemu Mutiara, Indonesia karya Rinda Puspasari.
Buku ini mengulas berbagai aspek tentang mutiara yang ada di Indonesia. Mulai dari sejarah hingga teknologi budidaya. Butuh waktu tiga tahun bagi Rinda untuk menuliskan buku setebal 401 halaman ini.
“Saya biasanya kalau membeli perhiasan itu harus ada mutiaranya. Saya tahu mutiara secara umum. Tapi Mbak Rinda sampai mempelajari tentang remis,” kata Happy saat mengisi Diskusi Buku Bertemu Mutiara, Indonesia di Hotel Tugu, Kota Malang, Sabtu (22/2/2025) lalu.
Baca Juga: Tulis Buku Tentang Mutiara Indonesia, Rinda Puspasari Berbagi Pengetahuan dengan Gaya Penulisan yang Mudah Dipahami
Happy dan Rinda merupakan sesama pecinta perhiasan, khususnya mutiara. Mereka dipertemukan dua tahun lalu di sebuah acara dan hubungan mereka menjadi dekat berkat mutiara.

Bahkan, salah satu perhiasan karya Happy Salma ditampilkan di sampul buku Bertemu Mutiara, Indonesia. Happy pun berencana membeli buku Bertemu Mutiara, Indonesia dan akan menyimpannya di seluruh gerai toko perhiasannya.
Di buku ini, Happy tak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang mutiara. Ia juga merasakan nostalgia karena Rinda membahas remis yang berasal dari kampung halaman Happy, yakni di Sukabumi.
Baca Juga: Review Film Ali dan Ratu-Ratu Queens, Tentang Anak yang Ditinggal sang Ibu
Happy mengatakan dirinya suka memakan remis saat kecil. Sementara di buku Bertemu Mutiara, Indonesia disebutkan ada remis-remis unik yang berasal dari Sukabumi.
“Jangan-jangan dulu remis yang saya makan berasal dari sungai itu,” ujarnya diikuti derai tawa.
Dari buku ini, Happy juga mendapatkan validasi dari penguasaha mutiara asal Jepang, Kokichi Mikimoto dalam menjalankan bisnis perhiasan. Salah satunya adalah konsistensi dalam menjaga kualitas perhiasan yang mereka jual.
Dalam berbisnis, Mikimoto tak segan membuang perhiasan yang tidak layak untuk dijual. Hal serupa juga menjadi pegangan Happy dalam melakukan kurasi perhiasan yang ia jual.
“Itu sudah saya terapkan, tapi saya baru mendapatkan validasinya melalui buku Bertemu Mutiara, Indonesia,” kata Happy.
Buku Bertemu Mutiara, Indonesia menyibak berbagai aspek menarik dari mutiara yang ada di Indonesia. Bahasa penulisan yang ringan membuat buku ini mudah dipahami oleh orang Awam.
Rinda mengatakan, ia menulis buku ini agar orang Indonesia lebih mengenal mutiara yang dibudidayakan di negeri mereka. Selama ini hanya kalangan akademis yang memberi perhatian dan memahami mutiara.
“Saya ingin orang Indonesia tahu bahwa kita punya potensi laut. Saya tidak mau hanya orang akademis yang tahu. Saya ingin buku ini dibaca oleh anak-anak juga,” ujar Rinda
Potensi mutiara asal Indonesia sangat besar dan bernilai tinggi. Sudah sepatutnya masyarakat Indonesia bangga akan adanya komoditas ini.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























