Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Inspektorat menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) 2025 di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (26/11/2025). Menghadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), forum tahunan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergitas pengawasan dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.
Rakorwasda 2025 melibatkan Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jatim, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah kabupaten/kota, serta seluruh Inspektur kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kegiatan ini juga dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Selain itu, Rakorwasda menghadirkan dua narasumber utama, yakni Wakil Ketua KPK Dr. Johanis Tanak dan Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Irjen Pol (Purn) Drs. Sangade Mahendra Jaya.

Sinergi APIP Jadi Kunci Pencegahan Korupsi
Dalam pemaparannya, Johanis mengangkat tema Sinergi Perangkat Daerah Melalui CSP dan SPI. Ia menjelaskan bahwa kunci utama pencegahan korupsi terletak pada kekompakan seluruh unsur penyelenggara pemerintahan, khususnya melalui penguatan koordinasi antara Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan perangkat daerah.
Menurutnya, APIP harus membangun hubungan kerja yang kuat dan sehat dengan seluruh perangkat daerah sejak tahap perencanaan guna memastikan proses pemerintahan berjalan sesuai aturan.
“Sebagai upaya meminimalisir praktik korupsi, APIP dan penyelenggara negara harus bersinergi. Dengan bersinergi sejak awal, hubungan kerja menjadi lebih baik, sehingga semua bisa bekerja secara benar, bertanggung jawab, dan sesuai aturan,” terang dia.
Baca juga: Pemprov Jatim Gandeng 138 Kampus Penyelenggara Beasiswa Santri, Fokus ke Program STEM
Ia menegaskan bahwa apabila proses pemerintahan sejak awal dijalankan secara benar, maka hasil pemeriksaan APIP pada tahap akhir akan mencerminkan tingkat kepatuhan terhadap regulasi. Hal tersebut sekaligus menjadi upaya pencegahan terhadap penyimpangan maupun potensi kerugian keuangan negara.
“Sinergi APIP dengan seluruh jajaran pemda, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota itu sangat penting,” tambahnya.
Sejauh ini, Johanis menilai tingkat kepatuhan di Jawa Timur relatif baik. Menurutnya, selama niat penyelenggara pemerintahan tetap lurus, maka hasil yang diperoleh pun akan baik.
“Yang niatnya kurang baik itulah yang kemudian bisa ditangani KPK atau aparat penegak hukum lain. Tapi saya yakin warga Jatim mengharapkan sistem birokrasi yang bersih,” ujarnya.
Khofifah Tekankan Integritas sebagai Pondasi Utama
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Rakorwasda digelar sebagai ruang penguatan sinergitas pengawasan antarlembaga sekaligus sarana peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Kita perlu mendapat pencerahan, penguatan, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dari Rakorwasda ini,” kata dia.
Baca juga: Pemkab Malang Usulkan Penambahan 4 SLB Negeri ke Pemprov Jatim
Senada dengan pemaparan KPK, Khofifah menekankan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam mewujudkan sistem birokrasi yang bersih dan akuntabel.
“Menurut saya bukan APIP yang paling menentukan, tapi diri kita masing-masing. Komitmen dan integritas adalah kunci,” tegasnya.
Program PIM Perkuat Ekosistem Anti Korupsi Jatim

Ia menambahkan, Pemprov Jatim terus memperkuat ekosistem anti korupsi melalui berbagai program strategis, salah satunya pelatihan khusus bagi 400 patriot anti korupsi atau Patriot Integritas Muda (PIM) Jawa Timur 2025 yang telah digelar beberapa waktu lalu.
PIM merupakan gerakan yang dicanangkan oleh Gubernur untuk melatih pemuda sebagai agen anti korupsi, dengan fokus pada penanaman nilai integritas dan kejujuran sejak dini. Program ini menjadi bagian dari penguatan karakter sekaligus pengawasan internal di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Pengawasan yang kuat adalah kunci. Baik internal maupun eksternal. Pengawasan dari dalam diri kita sendiri menjadi fondasi penting. Itulah daya dorong untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























