MALANG — Praktisi komunikasi Eduard Depari menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran strategis dalam peliputan program Corporate Social Responsibility (CSR). Tidak hanya menyampaikan informasi, jurnalis juga dituntut mendorong perubahan sosial serta memberikan kritik konstruktif terhadap pelaksanaan CSR di lapangan.
Dalam sesi Zoom Meeting bertajuk Journalism Fellowship on CSR yang diselenggarakan oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) beberapa waktu lalu, Eduard mengungkapkan bahwa pemberitaan CSR tidak boleh berhenti pada promosi perusahaan semata.
“Memang tidak salah jika CSR diberitakan untuk mendukung citra perusahaan. Namun, fungsi jurnalis seharusnya lebih dari sekadar menyampaikan, melainkan juga mengkritisi dan mendorong perubahan sosial,” ujar Eduard Depari, praktisi komunikasi sekaligus pengamat media.
Baca juga: Membedakan CSR dan Bantuan Sosial: Eduard Depari Beberkan Fakta Penting
Empat Fungsi Jurnalis dalam Peliputan CSR
Eduard memaparkan empat fungsi utama jurnalis dalam meliput isu CSR:
-
Mengidentifikasi Nilai Sosial CSR (Needs-Relevance)
Jurnalis perlu memastikan bahwa program CSR benar-benar memberi nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat.
-
Menentukan Kelayakan Berita (News Feasibility)
Tidak semua program CSR layak dijadikan berita. Jurnalis harus mempertimbangkan dampak sosial dan urgensinya.
-
Mengembangkan Nilai Berita (News Value)
Jurnalis bertugas menggali sudut pandang yang relevan agar berita CSR menarik, berimbang, dan edukatif.
-
Memberikan Opini Kritis dan Konstruktif
Dalam bentuk berita, feature, atau opini, jurnalis perlu menyampaikan evaluasi objektif terhadap pelaksanaan CSR.
Menurut Eduard, perusahaan justru memerlukan masukan kritis dari media agar bisa memperbaiki dan mengembangkan program mereka secara berkelanjutan.
“Saya rasa perusahaan besar membutuhkan kritik yang membangun dari jurnalis agar program CSR bisa terus relevan dan berdampak,” tambahnya.
Empat Peran Jurnalis dalam Isu CSR
Selain fungsi, Eduard juga menyoroti empat peran jurnalis dalam mengawal isu CSR:
-
Menginformasikan kegiatan CSR secara objektif, sehingga perusahaan termotivasi meningkatkan kualitas dan cakupan programnya.
-
Mempengaruhi perusahaan lain untuk turut menjalankan CSR melalui pemberitaan yang inspiratif.
-
Mengangkat kisah sukses CSR sebagai model atau role model bagi perusahaan lain.
-
Menyajikan berita proporsional terkait isu kontroversial seputar pelaksanaan CSR agar publik mendapat gambaran yang adil.
Eduard menambahkan, pemberitaan CSR yang baik juga dapat memengaruhi keputusan investasi. “Investor kerap menjadikan pemberitaan media sebagai salah satu referensi sebelum menanamkan modal,” ujarnya.
Penutup
Peliputan CSR bukan hanya soal eksistensi perusahaan, melainkan juga perwujudan tanggung jawab sosial yang berdampak bagi masyarakat luas. Karena itu, peran jurnalis, seperti yang disampaikan Eduard Depari, sangat penting dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan program CSR.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























