Malang, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan parkir dengan mendorong digitalisasi, salah satunya melalui aplikasi Sisparma (Sistem Parkir Kota Malang). DPRD Kota Malang memberikan apresiasi atas langkah tersebut.
Aplikasi Sisparma memungkinkan masyarakat memantau aktivitas parkir di Kota Malang secara real time, termasuk kontribusi dan tingkat kepatuhan setiap titik parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, M Anas Mutaqqin, menyambut baik upaya pembenahan sistem pengelolaan parkir itu. Ia berharap digitalisasi benar-benar memperkuat transparansi.
“Digitalisasi menjadi keharusan. Pemerintah daerah harus berani berinovasi, dan Sisparma ini salah satu langkah nyata menuju tata kelola parkir yang modern dan transparan,” ujarnya.
Baca juga: Sidak Parkir Vertikal Penunjang Kayutangan, DPRD Kota Malang: Ada Akses Terlalu Curam
Ia menegaskan bahwa digitalisasi parkir penting untuk mengontrol dan mengantisipasi kebocoran retribusi, sehingga layanan parkir semakin optimal dan PAD Kota Malang tercapai.
“Selama ini, parkir sering jadi sorotan warga dan ramai di media sosial. Dengan sistem digital, semoga lebih tertata dan akuntabel,” tegasnya.
Untuk memperkuat implementasi digitalisasi parkir, DPRD Kota Malang juga membahas Ranperda Penyelenggaraan Parkir sebagai payung hukum sistem baru tersebut.
“Kami ingin ada kepastian hukum bagi juru parkir dan penyelenggara. Mereka akan dibekali atribut resmi,” imbuhnya.
Ranperda ini menekankan tiga hal penting: peningkatan pelayanan, pengaturan teknis yang lebih ketat, serta optimalisasi PAD dari sektor parkir.
“Kita tunggu evaluasi dari Gubernur Jatim agar Ranperda ini segera disahkan dan bisa langsung diterapkan,” ujarnya.
Baca juga: Warga Kini Bisa Pantau Parkir Real Time, Dishub Kota Malang Resmikan Digitalisasi Sisparma
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengakui capaian retribusi parkir tahun 2025 belum optimal, baru mencapai 60 persen dari target Rp 15 miliar.
Namun, ia menyampaikan bahwa tren positif akan terbentuk seiring proses transisi menuju sistem digital. “Kami masih dalam masa transisi dari sistem manual menuju digital,” ungkapnya.
Widjaja berharap digitalisasi parkir melalui Sisparma dapat menekan kebocoran retribusi dan menjadi pondasi menuju pengelolaan parkir yang profesional.
“Terpenting, kami menyiapkan pondasi untuk sistem parkir yang jauh lebih bersih dan profesional,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























