Dorong Perempuan Lebih Percaya Diri, Mekar Ajak Teladani RA Kartini

  • Whatsapp
Moderator dr. Isura febrihartati (kiri) dan Wakil Dekan II FISIP Universitas Andalas Dr. Elva Ronaning Roem, M. Si, Keynote speaker (kanan).

Tugumalang.id – Media Edukasi Kesehatan Masyarakat (Mekar) punya cara sendiri untuk memepringati Hari Kartini tahun 2021. Diantaranya dengan menggelar Talkshow Online bertajuk “Kartini di Era Kini”, pada Minggu (25/04/2021).

Founder Mekar, Dr Roro Rukmi WP MKes SpA, menjelaskan bahwa Mekar merupakan suatu lembaga yang berdiri sejak 5 Mei 2020. Mengusung visi misi untuk komitmen memberikan edukasi pada masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial. Termasuk Hari Kartini di masa pandemi.

Bacaan Lainnya

“Ini salah satu kegiatan Mekar dalam rangka memperingati Hari Kartini 20 April 2021. Kartini merupakan salah satu pahlawan wanita di Indonesia yang fokus memperjuangkan emansipasi wanita. Sehingga layak diperingati hingga saat ini,” ujarnya.

Peserta Talkshow Online Mekar bertajuk “Kartini di Era Kini”, memperingati Hari Kartini, pada Minggu (25/04/2021). Foto: Feni Yusnia

Sementara itu, Ketua Pelaksana Talkshow Online, Dr Dara Marissa WP, mengatakan bahwa kegiatan ini turut serta mempertemukan peserta dengab narasumber yang luar biasa dan inspiratif di bidangnya.

Melihat antusiasme peserta, dia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya. “Semoga kegiatan ini dapat terus digelar setiap tahunya agar dapat memberikan manfaat khususnya untuk wanita muda dalam berkarya dan menjalankan profesinya di masa pandemi,” tambahnya.

Empat narasumber yang hadir ialah, anggota DPD RI, Dr Jihan Nurlela; Founder platform payungqalbu.id, Nadhila Safitri SPsi; Dosen sekaligus Wakil Dekan II FISIP Universitas Andalas, DR Elva Ronaning Roem MSi; dan Ketua Program Studi PSPD FK Unila, DR Dr Khairun Nisa MKes AIFO-K. Serta dimoderatori oleh Dr Isura Febrihartati.

Jihan Nurlela menjelaskan, sosok Kartini merupakan sosok pahlawan nasional yang luar biasa spiritnya. Menularkan nilai positif agar tetap semangat memperjuangkan hak-hak sebagai perempuan.

Hanya saja, lanjutnya, masih banyak PR yang kerap dihadapi para perempuan. “Kesetaraan gender dan equality dengan laki-laki masih harus dilanjutkan dan sosok Kartini menjadi patokan kita sebagai Kartini masa kini harus menjadi Kartini yang mengibarkan kelebihan para perempuan,” jelasnya.

Baca Juga  Kasus Suap Eddy Rumpoko di Masa Lalu Terus Bergulir

Sementara Nadila Safitri menyayangkan, hadirnya sosial media yang kian menjamur berdampak pada banyaknya perempuan yang insecure hingga krisis percaya diri dan lupa mengenali diri sendiri.

“Kita boleh menauladani sosok Kartini tapi harus berhati-hati dalam menerapkan standart sosial, karena banyak orang sekarang memiliki target yang bergantung pada sosial media dan mengikuti standart orang lain seperti ‘aku harus jadi seperti A, seperti B, dan C’. Pada akhirnya kita sulit percaya diri,” jelasnya.

Untuk itu, dia berpesan agar para perempuan kembali menjadi diri sendiri. Bergerak menuju lebih sehat secara mental dan psikologi. Sehingga bisa berproses dan menjadi lebih baik.

Di sisi lain, Elva Ronaning juga berpendapat bahwa perempuan memiliki kebebasan untuk memilih berkarir dan menjalankan peran ganda, seperti dirinya.

“Karir merupakan pilihan tapi keluarga merupakan prioritas di atas segalanya. Perempuan punya kebebasan untuk memilih. Meski berat namun harus disyukuri, lakukanlah dengan senang maka kita akan bisa menjalankan keduanya,” jelasnya.

Perihal goals atau tujuan, menurut Elva akan selalu ada up and down yang dilewati sebagai proses yang melelahkan. Ia bahkan memberikan semangat kepada lebih dari 100 peserta yang hadir secara virtual itu.

Menurutnya, kekurangan dalam diri bukan berarti menjadi penghalang, khususnya bagi perempuan untuk terus maju dan berbuat baik bagi sesama.

“Untuk mencapai sebuah prestasi, berusahalah menjadi yang terbaik. Karena menjadi inspirasi banyak orang perlu usaha bukan malas-malasan. Jangan menjadikan keterbatasan kita sebagai penghalang terbesar dalam hidup kita. Semasih kita punya motivasi tinggi saya rasa goals itu akan tercapai,” tegasnya

Tak jauh berbeda, Khairun Nisa menilai, peran wanita sebagai Kartini Mielnial saat ini sudah ideal meski diakuinya belum menyeluruh. Sehingga perlu terus belajar meningkatkan kualitas sebagai perempuan yang baik dan tidak melupakan tanggungjawabnya saat di rumah.

Baca Juga  Tak Ada Open House, Halal Bihalal Pemkot Malang Digelar Secara Virtual

“Mereka punya karir di luar rumah atau punya skala prioritas sebesar apapun. Tetap, kapasitas seorang wanita di rumah merupakan tanggung jawab sasar yang harus dimiliki. Saat ini banyak wanita hebat yang tidak kalah dengan kaum laki-laki. Tapi di rumah harus tetap menjalankan perannya dengan sangat baik, itu yang perlu ditekankan,” tandasnya.(ads)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *