Tugumalang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengungkap hasil uji laboratorium terhadap sample makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga terdapat lauk basi didistribusikan ke SDN 2 Dinoyo beberapa waktu lalu. Diketahui, lauk MBG itu tak matang sempurna dan tak bersih atau higienis.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menjelaskan bahwa uji lab telah dilakukan di Puskesmas Dinoyo dengan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang. Dari 4 sample yang diambil, 3 diantaranya terdeteksi mengandung mikroba.
Baca Juga: Peduli Kelompok Rentan, Dinkes Kota Batu Cek Kesehatan Gratis Driver Ojol
“Dari 4 sampel yang diambil, yakni ayam suwir, tahu goreng, tumis wortel jagung buncis dan nasi putih. Temuannya, hanya tahu goreng yang dinyatakan aman, tidak mengandung mikroba,” ungkapnya, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, mikroba itu muncul akibat proses pemasakan yang tak sempurna alias tak matang. Hal ini yang mengakibatkan lauk ayam suwir dalam MBG di SDN 2 Dinoyo berbau tak sedap.
Kemudian juga tidak bersih diduga terkontaminasi wadah bahan makanan yang kotor. Wadah makanan itu sebelumnya dipergunakan untuk bahan makanan yakni lauk ikan dori.
“Menu makanan sebelumnya adalah ikan dori, kemungkinan mencucinya tidak bersih. Setelah itu, kemungkinan proses memasaknya kurang sempurna,” bebernya.
Kontaminasi wadah yang tak bersih itu menurutnya juga mengakibatkan makanan MBG berbau tak sedap.
Baca Juga: 5 Anak di Kota Malang Terjangkit Wabah Campak, Dinkes Intensifkan Imunisasi
Dalam proses penyimpanan makanan di freezer, suhu yang berubah ubah juga mempengaruhi kesegaran bahan makanan. Selain itu juga, proses memasak makanan juga menggunakan air sumur.
“Kami dari Dinkes dan Dispangtan menyarankan agar pencucian wadah makanan menggunakan air panas agar bakterinya mati,” tuturnya.
“Lalu penyimpanan makanan harus benar benar memperhatikan suhu dan proses memasak menggunakan air PDAM untuk semua SPPG,” imbuhnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























