Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya membangun kemandirian kesehatan di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Saat ini, sudah ada lima ponpes yang menjadi sasaran program tersebut.
Kelima ponpes tersebut adalah PP Darul Hafsoh, PP Roudlotul Ummah, PP Assunnnah, PP Tarbiyatul Quran, dan PP Baitul Abididin. Semuanya kini mendapatkan pendampingan kesehatan secara intensif.
Tenaga Ahli Muda Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Dinkes Kota Batu, Nikmatul Khoiriyah, menjelaskan bahwa pendampingan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas, mulai dari promosi kesehatan hingga epidemiologi.
“Pendampingan dilakukan melalui dialog mengenai penyakit menular, gizi anak, hingga bahaya narkotika. Dengan begitu, warga di lingkungan pesantren bisa lebih mandiri dalam menghadapi berbagai masalah kesehatan yang kerap muncul,” jelas Nikmatul, Minggu (28/9/2025).
Selain itu, Dinkes juga mendorong setiap pesantren untuk mengaktifkan kembali Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Poskestren akan digerakkan oleh tenaga Santri Husada yang dipersiapkan dengan pemahaman dan pembekalan ilmu kesehatan.
“Santri Husada akan dibekali kemampuan dalam memberikan penanganan pertama terhadap masalah kesehatan yang sering muncul di pesantren,” terang Yayak, perwakilan Dinkes.
Baca juga: Kronologi Dugaan Penganiayaan Santri di Pondok Pesantren Malang
Tak hanya itu, Dinkes Kota Batu juga aktif mengampanyekan perlindungan terhadap bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Salah satu fokusnya adalah menekan angka perokok di kalangan santri dan masyarakat sekitar.
“Bahaya rokok tidak hanya mengancam perokok aktif, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Meski tahun ini angka perokok mengalami penurunan, upaya pencegahan tetap harus dijaga,” tegas Erwind dari Dinkes Kota Batu.
Baca juga: Pentingnya Self Confidence Bagi Santri, Lakpesdam Adakan Kajian dan Praktik Public Speaking di Sejumlah Pondok Pesantren
Sementara, pihak pondok pesantren menuturkan apresiasi atas inisiatif ini. Seperti kata Pengasuh Ponpes Baitul Abidin, KH Ghufron Maulana. Ia berharap program- program tersebut bisa berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kalau ada kesempatan lagi, santri- santri kita diberi penyuluhan dan pembekalan kesehatan lagi oleh dinkes dan atau puskesmas. Karena hal itu merupakan transformasi langsung ilmu- ilmu kesehatan kepada para santri,” harap Ghufron.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























