MALANG, Tugumalang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mencatat temuan 1.289 kasus tuberkulosis (TBC) dalam kurun waktu Januari-Mei 2026. Jumlah ini merupakan 21 persen dari total estimasi beban sebesar 6.093 kasus.
Untuk mempercepat temuan kasus agar tidak menyebar luas, Pemkab Malang melakukan inovasi melalui integrasi Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) X-Ray yang didukung teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib saat mendampingi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus dalam kunjungannya di SMK Bina Bangsa, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Pemkab Malang Catat SiLPA DBHCHT Sebesar Rp18,9 Miliar pada Tahun Anggaran 2025
“Inovasi skrining dengan menggunakan teknologi AI kami terapkan bersama dengan program Cek Kesehatan Gratis. Melalui pendekatan jemput bola, layanan ini hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendeteksi kasus subklinis secara lebih cepat, tepat, dan presisi,” jelas Lathifah.

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau kegiatan Gebyar Percepatan Eliminasi TBC Melalui Skrining Sistematis Tuberkulosis Dengan X-Ray (SSTB X-RAY), Cek Kesehatan Gratis (CGK) dan Senam Bugar dalam rangka Menuju Indonesia Bebas TBC.
Kegiatan ini menyasar 5.040 peserta mengikuti Cek Kesehatan Gratis dan 300 peserta menjalani pemeriksaan menggunakan X-Ray. Lathifah menyebut, Pemkab Malang bertekad memastikan lebih dari 90 persen terduga TBC memperoleh pemeriksaan lanjutan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Dalam rangka mengurangi beban morbiditas penyakit pernapasan dalam jangka panjang, Pemkab Malang memiliki aspirasi untuk mengembangkan rumah sakit rujukan baru di wilayah Dampit. Fasilitas tersebut rencananya menjadi Pusat Pelayanan Paru.
Baca Juga: Dukungan Pemprov Jatim dan Pemkab Malang Warnai Pembukaan Siadi Cup III di Lawang
“Harapan kami rumah sakit ini dapat memperluas akses layanan kesehatan sekaligus mengatasi kendala geografis dalam pelayanan rujukan, khususnya bagi pasien TBC Resisten Obat atau TB-RO,” kata Lathifah.
Sementara itu, Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus menjabarkan, program strategis SSTB X-RAY dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan menyasar langsung pasien TBC beserta keluarga yang tinggal dalam satu rumah.
“Langkah ini diambil untuk mendeteksi TBC di tubuh pasien yang terinfeksi, namun bakterinya belum aktif,” ujar Paulus.
Ia menargetkan 100 persen kontak erat dari pasien TBC wajib diperiksa untuk memastikan penanganan komprehensif sejak dini sekaligus memutus mata rantai penularan. Ia juga memastikan pasien positif TBC bisa sembuh apabila meminum obat secara teratur.
“Pengobatan tersedia gratis di Puskesmas,” tutupnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A























