Malang, Tugumalang.id – Pengamat politik Rocky Gerung hadir dalam RedTalk 2026 yang diinisiasi DPD PDI Perjuangan Jatim bersama detikcom di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026). Nasionalisme hingga masa depan politik generasi muda menjadi pembahasan dalam forum tersebut.
Selain Rocky Gerung, acara bertajuk “Suara Muda untuk Jatim Keren: Indonesia Punya Kita, Nasionalisme Tanpa Batas Generasi” itu turut menghadirkan akademisi, budayawan, komedian, hingga perwakilan mahasiswa.
“Kita ingin menjadi ireng yang tidak menjadi londo. Bung Karno paham tentang kelondoan, tetapi dia tidak menjadi londo. Karena itu, Bung Karno memastikan negeri ini harus mengikuti jalan kiri, bukan jalan kanan,” kata Rocky Gerung.
Baca juga: Dipimpin Amithya Ratnaggani, Ini Susunan Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Malang 2025-2030
Dikatakannya, Bung Karno meyakini Indonesia harus menempuh jalan yang berpihak kepada rakyat kecil. Karena itu, ia memandang gagasan Marhaenisme masih relevan menjadi pijakan dalam menjaga nasionalisme saat ini.
Menurutnya, semangat nasionalisme harus terus diwariskan lintas generasi agar tidak mudah tergerus perubahan zaman. Ia berharap diskusi di Kota Malang itu dapat melahirkan kembali semangat Marhaenisme dalam memperkuat nasionalisme.
Rocky juga memandang anak muda saat ini tidak apatis terhadap politik maupun partai politik. Mereka justru dinilai tengah bergerak menjawab kegelisahan terhadap kondisi bangsa.
“Dari Malang kita ingin memastikan ada arah baru nasionalisme agar kita tidak pernah lelah mengejarnya. Satu-satunya yang tersedia adalah Marhaenisme,” ujarnya.
RedTalk PDIP Jatim Buka Ruang Politik bagi Anak Muda
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono menyebut RedTalk dirancang sebagai forum diskusi yang diharapkan mampu menjadi ruang dialog hingga tingkat akar rumput.
Baginya, partai politik harus terbuka bagi siapa pun, termasuk anak muda. PDI Perjuangan Jatim ingin menghadirkan politik yang lebih terbuka dan memberi ruang bagi anak muda untuk terlibat tanpa harus menjadi pengurus partai ataupun calon legislatif.
“Anak muda tidak harus menjadi struktur partai atau caleg. Yang kami buka adalah ruang-ruang diskusi agar masukan mereka bisa kami tampung dan dijadikan program-program perjuangan,” urainya.
Baca juga: Dekan FIS Universitas Negeri Malang Paparkan Pemikiran Bung Karno dalam Buku Sarinah
Ia memastikan seluruh aspirasi yang dihimpun tidak akan berhenti sebagai bahan diskusi. Aspirasi itu akan menjadi dasar perumusan kebijakan partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko

























