Kota Batu, Tugumalang.id – Pihak berwajib menjadwalkan mediasi untuk menyelesaikan konflik antar tetangga yang viral di Kota Batu, Jawa Timur, gegara aktivitas bakar sampah. Mediasi rencananya digelar Selasa (8/9/2026) hari ini.
Konflik itu dialami Novrinia Indraswari, warga Jalan Lesti, RT 05/RW 03, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. Ia mengaku mendapat perlakuan arogan dari tetangganya yang membakar sampah hingga kepulan asap masuk ke rumah.
Korban semula menegur dengan baik-baik karena bayinya baru pulang dari rumah sakit. Namun, teguran itu justru mendapat respons arogan.
Tak hanya dari pemuda, tetapi juga seorang perempuan dan bapak-bapak yang ditengarai merupakan satu keluarga. Mereka justru menantang korban untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin saat dikonfirmasi menerangkan bahwa konflik itu telah ditindaklanjuti bersama pihak kelurahan. Saat ini, pihaknya terus mengupayakan pertemuan kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah.
‘‘Kami terus komunikasikan dengan kedua belah pihak untuk bertemu. Rencana mediasi akan digelar pada Selasa (8/9/2026) jika tidak ada halangan,’’ ungkap Zaenal.
Sementara itu, korban mengaku belum mendapat kabar pasti terkait upaya mediasi tersebut. Selama ini, proses tersebut juga terbentur kondisi suaminya yang masih bekerja. Ia tidak ingin datang ke mediasi sendirian.
‘‘Kalau dibilang selama ini sudah ada proses mediasi dan damai itu tidak benar. Kami belum ada bertemu mediasi sekali pun,’’ jelas dia.
Baca juga: Viral! Sekeluarga di Kota Batu Marah Ditegur Bakar Sampah Sembarangan
Novrinia mengaku pada Jumat lalu dihubungi pihak Kelurahan Ngaglik untuk menghadiri mediasi. Namun, menurut Novrinia, dirinya diminta datang sendiri tanpa didampingi suami.
Ia keberatan dengan permintaan tersebut. Selain itu, ujar dia, ada permintaan untuk menghapus video yang viral di media sosial.
‘‘Yang saya sayangkan itu responnya begitu, minta take down video sampai bilang nanti di mediasi pelaku bawa pengacara. Di situ saya semakin emosi dan saya tegaskan keberatan saya. Demi apa pun, saya siap maju demi anak saya,’’ tegasnya.
Terpisah, Lurah Ngaglik Ervan turut angkat bicara menjelaskan duduk perkara tersebut. Ia menuturkan, pihaknya telah bergerak cepat memanggil pria yang membakar sampah pada Kamis, 3 September 2026 lalu.
Pelaku, ujar dia, akhirnya mengakui kesalahannya.
Setelah itu, ia menugaskan perangkat kelurahan yang didampingi Ketua RT dan RW setempat mendatangi rumah korban. Namun, karena rumah dalam kondisi kosong, komunikasi dilakukan melalui telepon.
Dalam komunikasi itu, Ervan membantah stafnya memaksa korban menghapus video.
‘‘Teman-teman itu mengarahkan untuk mediasi di kantor. Kalau sepakat dan saling memaafkan, disarankan bisa me-take down video agar tidak makin ramai. Teman-teman juga bilang tidak ada memaksa korban datang mediasi hari itu juga,’’ jelas Ervan.
Baca juga: Diduga Dipicu Bakar Sampah, Kebakaran Hanguskan 0,5 Hektare Lahan Bambu di Batu
Terlepas dari itu, pihaknya berharap kedua belah pihak dapat saling berlapang dada dan duduk bersama. Pihaknya berjanji mendampingi kedua belah pihak demi terjaganya kerukunan lingkungan.
“Saya sebagai pihak yang netral ingin warga rukun. Kalau perlu nanti ada hitam di atas putih, pelaku mengakui kesalahan dan tidak mengulang lagi. Kami berharap kedua pihak mau berkomunikasi dan bertemu untuk mediasi,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko






























