Kota Batu, Tugumalang.id – Konflik antar tetangga gara-gara bakar sampah sembarangan viral di media sosial. Pelaku pembakaran sampah disebut marah dan menantang korban melapor ke pihak berwajib saat ditegur.
Konflik tersebut terjadi di Jalan Lesti, RT 05/RW 03, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. Korban terganggu asap pembakaran sampah yang masuk ke rumah dan terhirup bayi berusia sekitar satu bulan.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @alfiandiyyy, terlihat seorang pemuda membakar sampah hingga asap mengepul. Lokasi pembakaran diduga berada di dekat tembok belakang rumah korban.
Kepulan asap pembakaran sampah plastik tersebut kemudian masuk ke rumah korban. Khawatir terhadap kesehatan anaknya yang baru pulang dari rumah sakit, korban bernama Novrinia Indraswari mengaku menegur pemuda tersebut secara baik-baik.

‘‘Mas, boleh dimatikan ta? Soalnya saya punya bayi habis pulang dari rumah sakit,’’ kisah Novrinia saat dikonfirmasi Tugumalang.id, Senin (7/9/2026).
Namun, pemuda tersebut tetap meneruskan pembakaran sampah. Saat ditegur untuk kedua kalinya, pemuda itu malah meminta korban pindah ruangan.
Baca juga: Diduga Dipicu Bakar Sampah, Kebakaran Hanguskan 0,5 Hektare Lahan Bambu di Batu
Dari situ, adu mulut terjadi. Perempuan hingga bapak-bapak yang berada dalam video tersebut juga ikut marah dan tidak terima. Mereka bahkan menantang korban untuk melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib.
‘‘Berhubung banyak juga kata-kata yang tidak pantas, saya sangat marah. Orang ini setiap hari lho bakar sampahnya, cuma memang saya gak pernah negur. Kemarin itu saya sudah tidak tahan karena yang dibakar kayak karet gitu, baunya menyengat banget,’’ jelasnya.
Korban tidak menyangka teguran baiknya justru berbuntut panjang. Ia kemudian mengunggah video tersebut ke media sosial sebagai bukti.
Hingga Senin (7/9/2026) pukul 05.39 WIB, video tersebut menuai simpati warganet. Video itu mendapatkan 68 ribu tanda suka, 6,53 ribu komentar, dan telah dibagikan 2.750 kali.
Pasca video viral, korban mengaku telah dihubungi pihak Kelurahan Ngaglik dan Polsek Batu terkait rencana mediasi.
Baca juga: Bakar Sampah Akibatkan Rumah di Karangploso Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta
Namun, hingga Senin (7/9/2026) pagi, dia mengaku belum mendapat kabar lebih lanjut. Ia juga menyayangkan sikap staf kelurahan yang dinilai seolah mengintimidasi.
‘‘Katanya Sabtu kemarin mau mediasi, tapi sampai hari ini tidak ada tindak lanjut apa-apa. Anehnya lagi, pihak staf kelurahan malah sempat minta take down video. Kalau mau mediasi, pihak sana katanya bawa pengacara. Nah, saya gak mau. Ketemu, mediasi, damai saja belum,’’ tegasnya.
Korban mengaku keberatan dengan permintaan untuk menghapus atau menurunkan video tersebut. Menurutnya, mediasi belum terlaksana hingga Senin pagi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































