Kota Batu, Tugumalang.id – Desa Tawangargo, desa yang dekat dengan Kota Batu di Kecamatan Karangploso, Malang terpilih menjadi pilot project pengembangan pertanian hortikultura oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI lewat program Closed Loop Agribisnis Hortikultura.
Desa ini menjadi satu dari tujuh daerah yang terpilih sebagai pilot project ini diantaranya Jombang, Jember, Pasuruan dan lainnya. Ini menjadi angin segar bagi bagi para petani karena akan mendapat pendampingan penuh mulai hulu hingga hilir.
Sebagai simbolis dimulainya program ini dilakukan penanaman bibit cabai di Demplot atau Zona Tameng Petrokimia Gresik di Desa Tawangargo, Rabu (4/9/2024). Juga dilakukan penandatanganan MoU bersama Bupati Malang Sanusi dan 18 institusi lain yang dihadiri Bupati Malang Sanusi.
Baca Juga: Kokedama Buatan Petani Kota Batu Tembus Pasar Jepang
Asisten Deputi Pengembangan Agrobisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Yuli Sri Wilanti mengatakan jika tujuan dari program ini membangun ekosistem pertanian secara end to end, dari hulu hingga hilir.
”Pendampingan yang dilakukan komprehensif mulai sarana produksi, pupuk, bibit, pembiayaan sampai akses pemasaran dan off-tracker. Termasuk juga kita mengenalkan smart farming hingga good agriculture practices,” jelasnya.
Sejauh ini, program kemitraan ini sudah berhasil diterapkan di Garut, Jawa Barat yang dimulai oleh 10 petani di luas lahan 4 hektar. Kini, sudah berkembang mencapai 125 petani di atas lahan seluas 75 hektar.
Ia berharap pengembangannya di Desa Tawangargo ini juga mengikuti jejak keberhasilan pilot project di Garut. Di Malang, program ini diawali oleh 5 petani di atas lahan seluas 9 hektare. Ia percaya metode yang dilakukan ini dapat berhasil.
”Malang ini menjadi sentra dengan produktivitas ini menjadi penting. Apalagi, Pak Bupati sangat konsen dalam hal ini. Ditambah kontribusi Polbangtan yang punya program pertanian milenial. Jadi kami yakin, apalagi di tangan pemerintah daerah, program ini akan berhasil,” ungkapnya.
Nantinya, petani yang tergolong dalam usaha mikro bisa memperoleh kepastian akses sarana produksi, permodalan, pemasaran. Kepastian ini akan menjadi jaminan pasar dan jaminan harga oleh petani.
“Kalau sudah seperti ini, petani tidak lagi ragu mau menanam apa, jualnya kemana, sudah jelas dari hulu hingga hilir dari komitmen ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, secara bertahap program ini juga bisa diikuti oleh gapoktan yang lain untuk tujuan besar kesejahteraan masyarakat petani. ”Jadi mudah-mudahan ini jadi gerakan bersama. Semua bisa ikut dalam program kementrian closed loop,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
editor: jatmiko
























