Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Dari Shin Tae-yong Kita Belajar, Semua (Tidak) Bisa Instant

Redaksi by Redaksi
Januari 9, 2025 11:46 am
in Ruang Cendekia
Shin Tae-yong,PSSI - Dari Shin Tae-yong Kita Belajar, Semua (Tidak) Bisa Instant

Eks Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. /Foto: Tangkapan layar Instagram @shintaeyong7777.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Dor! rumor selama kurang lebih dua minggu terakhir perihal isu pemecatan Shin Tae-yong (STY) berhembus kencang. Rumor tersebut pada akhirnya menjadi kenyataan setelah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan STY pada Senin (6/1/2024) lalu.

Berakhir sudah kebersamaan ‘Oppa’ STY bersama Timnas Indonesia yang sudah terjalin selama hampir enam tahun sejak Desember 2019.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Sontak, keputusan PSSI tersebut menuai respon beragam dari penggemar Timnas Indonesia maupun pengamat sepak bola. Ibarat dalam sebuah perusahaan korporasi, STY masih dalam track mewujudkan target lolos ke Piala Dunia 2026.

Sesuatu yang menurut saya hanya sebatas mimpi sejak pertama kali melihat Timnas Indonesia berlaga di Piala Tiger (sekarang AFF) 2002.

Baca Juga: Ungkap Rasa Kecewa Usai Shin Tae-yong Dipecat, Justin Hubner: Saya Sangat Menghormatimu

Jangankan lolos ke Piala Dunia, menembus ronde ketiga rasanya mustahil.

Tapi di tangan STY harapan melihat Garuda berlaga di pentas Piala Dunia seperti menjadi kenyataan. Bukan simsalabim dalam semalam, pelatih berusia 54 tahun itu merubah peruntungan Timnas Indonesia.

Ia dihadapkan pada situasi sulit, dimana Timnas Indonesia terpuruk pasca sanksi FIFA 2015-2016 (koreksi jika salah) hingga terjun bebas di ranking FIFA menyentuh posisi ke-173. Posisi terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Belum lagi masalah mental hingga teknis yang harusnya sudah matang sejak usia dini. STY harus membenahi segala aspek, kedisiplinan, masalah gizi pemain, fisik, yang paling miris membenahi masalah passing yang seharusnya diajarkan pada level anak-anak SSB bukan pemain profesional.

Pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh penjuru dunia juga membuat sang juru taktik belum bisa menunjukkan racikan terbaiknya untuk Timnas Indonesia.

Kesempatan akhirnya datang di Piala AFF 2020 yang dihelat di penghujung tahun 2021. STY yang mengandalkan pemain muda mampu menembus final Piala AFF 2020.

Tetapi endingnya pun sudah bisa ditebak, Evan Dimas dkk takluk dari Thailand di partai final dan mempertegas label spesialis runner up di ajang sepak bola paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara itu.

Prestasi gemilang berlanjut hingga lolos Piala Asia 2024. Sesuatu yang telah ditunggu-tunggu penggemar Timnas Indonesia selama 17 tahun. Terakhir kali Timnas Indonesia mentas di Piala Asia pada 2007.

Kemudian tampil apik di Kualifikasi Piala Dunia 2026 hingga lolos ronde ketiga yang semakin dekat dengan perhelatan akbar sepak bola dunia itu.

Dari STY, tentu semua orang bisa belajar bahwa tidak ada yang instan. Mie instan saja butuh proses untuk memasaknya apalagi prestasi dalam sepak bola.

Walaupun belum memberikan trofi sekalipun bagi Timnas Indonesia. Tetapi sebagai penggemar saya melihat ada progres positif selama lima tahun terakhir.

STY menanamkan filosofi penting dalam membangun sepak bola Indonesia.

Tetapi berbagai dalih dan tekanan ditujukan kepadanya yang seharusnya tidak ditanggung STY sendirian.

Federasi seperti enggan bersabar menunggu Kualifikasi Piala Dunia 2026 rampung kemudian baru melakukan evaluasi.

Entah keputusan tepat atau prematur, yang jelas keputusan berisiko tinggi ketika memutuskan ganti pelatih kepala.

Erick Thohir bersama Exco PSSI tentu sudah menghitung secara matang segala kemungkinan dampaknya untuk prestasi Timnas Indonesia.

Kini, juru latih pengganti asal Belanda akan segera merapat.

Ya semoga saja keputusan tersebut tepat. Tetapi sekali lagi tidak (bisa) instant membangun sebuah tim dan menuai prestasi secara berkelanjutan.

Menarik disimak seperti apa blue print PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir untuk memajukan prestasi Timnas Indonesia pasca berpisah dengan STY.

Dengan segala hormat atas dedikasi menghadirkan prestasi untuk Timnas Indonesia. Kamsahamnida Coach STY.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Bagus Rachmad Saputra

Content Writer Tugumalang.id dan penggemar sepak bola.

Redaktur: jatmiko

Tags: Erick ThohirpssiShin Tae YongTimnas Indonesia

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
cabuli

Motif Kakek di Kota Malang Cabuli 7 Anak, Polisi: Suka Sesama Jenis

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.