Tugumalang.id – Dari balik gang sempit di sudut Polehan Kota Malang, seorang anak yakni Rahmatul Laili Ramadani (12) telah memijakkan harapannya di Sekolah Rakyat. Nama Laili telah tercatat sebagai salah satu dari 100 calon siswa Sekolah Rakyat di Kota Malang.
Rumah kontrakannya sederhana, tidak besar, tidak ada sofa, lalu sebagian dindingnya dari anyaman bambu. Corak batu bata tanpa plester dinding juga tampak di ruang dapurnya yang mulai berwarna gelap akibat jelaga.
Namun di balik itu semua, Laili punya mimpi besar untuk keluarganya. Meski ayahnya berprofesi sebagai tukang bangunan, ia ingin terbang tinggi dengan menjadi seorang pramugari.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Batu Segera Bergulir, Wali Kota Instruksikan Percepatan Administrasi
“Sekarang masih kelas 6 SD, baru lulus di SDN Polehan 5,” kata Laili.

Sekitar 2 bulan lalu, dia mendapat surat undangan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang melalui petugas kelurahan.
Setelah orang tua Laili mendatangi undangan itu, ternyata ada sosialisasi soal program Sekolah Rakyat. Laili ternyata juga masuk dalam kriteria penerima program sekolah gratis tersebut. Kini, Laili tercatat sebagai salah satu calon siswi Sekolah Rakyat di Kota Malang.
Baca Juga: Kemensos Gandeng LPI Al-Hikmah Tata Sistem Belajar Mengajar di Sekolah Rakyat
“Perasaannya senang,” ungkap anak sulung dari 3 bersaudara itu.
Ibu Laili, Ilmiatul Khoiroh mengaku senang anaknya berkenan menjadi calon siswa Sekolah Rakyat. Meski awalnya ragu karena ingin sekolah di SMP Negeri.
“Sebelumnya mau ke SMPN 28. Tapi ya gitu, kami masih mikir biaya juga. Alhamdulillah kalau Sekolah Rakyat ini kan gratis, dari mulai seragam, sepatu sampai buku,” ungkapnya.
Melalui Sekolah Rakyat, Ilmiatul berharap anaknya dapat mengenyam pendidikan yang terbaik. Dia mendoakan agar kelak anaknya bisa menggapai cita citanya dan berguna bagi bangsa dan negara.
“Semoga tercapai cita cita anak saya. Jadi orang yang sukses, berguna bagi bangsa dan negara,” ucapnya.
Sebagai salah satu calon siswi Sekolah Rakyat, Laili berkesempatan menerima kedatangan langsung kunjungan dari Kepala Kantor Staf Presiden RI, Letjen TNI (Purn) Anto Mukti Putranto bersama jajaran Kemensos RI yang didampingi Wali Kota Malang pada Jumat (20/6/2025).
Putranto menyampaikan bahwa Laili bersama calon siswa lain akan mulai masuk ke asrama dan menjalani kegiatan belajar di Sekolah Rakyat pada 7 Juni 2025. Dia memastikan seluruh kebutuhan sekolah baik seragam hingga alat tulis akan disediakan secara gratis.
“Tadi saya sampaikan bahwa tanggal 7 Juli nanti sudah mulai masuk asrama dan sampai pembelajaran. Seragam dan semua kebutuhan sekolah, semua gratis,” kata Putranto.
“Dia (Laili) mau sekolah ke kelas 7. Mudah mudahan dapat menerima dengan baik. Saya lihat orang tuanya juga sangat sederhana,” imbuhnya.
Pihaknya memastikan kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat tak akan berbeda dengan sekolah umum lainnya. Dia menyebut lulusan Sekolah Rakyat nantinya juga bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi atau vokasi.
Untuk memastikan kelangsungan pendidikan di Sekolah Rakyat, ruang pembelajaran rencananya akan dipasang kamera CCTV. “Sehingga kapanpun, Presiden Prabowo bisa melihat bahwa anak anak benar benar belajar,” tandasnya.
Rencananya, Presiden RI, Prabowo Subianto juga akan meresmikan operasional Sekolah Rakyat secara serentak pada 14 Juli 2025 mendatang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























