Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Cuaca Panas Ekstrem Melanda Indonesia: BMKG Catat Suhu Maksimum hingga 37,6°C

Redaksi by Redaksi
Oktober 16, 2025 11:51 am
in News
cuaca panas ekstrem

data BMKG pada 16 Oktober terkait suhu di wilayah jawa, khususnya Jawa TImur. foto/BMKG

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Jakarta, Tugumalang.id— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peningkatan suhu ekstrem yang melanda banyak wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Data pengamatan menunjukkan suhu maksimum tersebar di atas 35°C, dengan catatan tertinggi mencapai 37,6°C di sejumlah titik pengamatan. Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian Papua tercatat sebagai wilayah yang paling terdampak.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam rilisnya menyebutkan, kondisi panas ini dipicu oleh kombinasi posisi gerak semu matahari yang berada di selatan ekuator pada bulan Oktober dan penguatan Monsun Australia.

READ ALSO

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas,” ujar Guswanto di Jakarta, Rabu (15/10).

Pola Penyebab dan Sebaran Suhu Tinggi

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa penguatan angin timuran (Monsun Australia) membawa massa udara kering dan hangat yang mengurangi pembentukan awan, sehingga radiasi matahari mudah mencapai permukaan bumi.

“Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” kata Andri.

BMKG mencatat pada 12–14 Oktober 2025 beberapa titik dengan suhu ekstrem: 36,8°C tercatat di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat) pada 12 Oktober; 36,6°C di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober; dan rentang 34–37°C tercatat pada 14 Oktober di berbagai wilayah termasuk Kalimantan, Papua, Jawa, NTB, dan NTT. Beberapa lokasi, seperti Majalengka dan Boven Digoel (Papua), bahkan menunjukkan kenaikan suhu hingga 37,6°C.

Baca juga: Waspada Cuaca Panas Ekstrem Melanda Indonesia, Ini Penyebabnya

Dampak terhadap Kesehatan, Pertanian, dan Kebakaran Lahan

Peningkatan suhu tersebut berpotensi menimbulkan dampak signifikan. Pada sektor kesehatan, risiko dehidrasi, heat exhaustion, dan heatstroke meningkat, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pekerja lapangan. Di sektor pertanian, suhu tinggi mempercepat penguapan sehingga menyebabkan stres tanaman dan menurunkan produktivitas bila irigasi tidak diatur dengan baik.

BMKG juga menyoroti peningkatan potensi kebakaran lahan dan semak, terutama di wilayah kering dan perbukitan. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran terbuka selama kondisi panas ekstrem berlangsung.

Imbauan dan Rekomendasi BMKG

BMKG memperkirakan kondisi panas ini berpotensi berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025. Meski demikian, instansi cuaca itu juga mengingatkan adanya kemungkinan hujan lokal akibat aktivitas konvektif pada sore hingga malam hari di beberapa wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk:

  • Memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga hidrasi;

  • Menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada jam puncak (10.00–15.00 WIB);

  • Menggunakan pakaian longgar dan pelindung kepala;

  • Menjaga kelompok rentan (anak, lansia, ibu hamil);

  • Petani disarankan menyesuaikan jadwal penyiraman dan gunakan teknik konservasi air;

  • Warga dilarang membuka lahan dengan membakar dan hati-hati terhadap potensi kebakaran.

“Tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari,” tambah Guswanto.

Penutup — Pantau Informasi Resmi

BMKG mengimbau publik untuk terus memantau update cuaca dan peringatan dini melalui situs resmi BMKG, akun media sosial, atau aplikasi Info BMKG guna mengantisipasi dampak terhadap aktivitas sehari-hari. Fenomena panas yang saat ini terjadi menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan publik dan sinergi antarinstansi untuk mengurangi risiko pada sektor kesehatan, pertanian, dan keselamatan publik.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis BMKG
redaktur: jatmiko

Tags: 6 derajatBMKGBMKG 2025Cuaca ekstremCuaca Panascuaca panas Indonesiadehidrasigelombang panasgerak semu matahariheatstrokeInfo BMKGinformasi cuacaMonsun Australiapanas Jawaperingatan BMKGperubahan iklimpuncak kemarausuhu ekstremsuhu Indonesiasuhu maksimum 37suhu permukaan

Related Posts

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung
News

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

Jumat, 17 Jul 2026
7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
42dc89d5 Adcc 4908 8e53 0c98de78d5d8
News

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Kamis, 16 Jul 2026
Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq (baju coklat) berfoto bersama usai panen tebu bersama di Gondanglegi. Foto: Pemkab Malang
News

Wamenko Pangan Dorong Peningkatan Rendemen Tebu demi Capai Swasembada Gula

Kamis, 16 Jul 2026
Bawaslu Kabupaten Malang dan Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Perkuat Pengawasan Partisipatif
News

Bawaslu Kabupaten Malang dan Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Perkuat Pengawasan Partisipatif

Kamis, 16 Jul 2026
Stadion
News

Stadion Kanjuruhan Lolos Verifikasi, Arema FC Siap Tuntaskan Catatan Minor

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Jadwal karnaval Kabupaten Malang

Jangan Ketinggalan Kemeriahannya! Ini Jadwal Karnaval Kabupaten Malang Oktober 2025

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.