Sabtu, Juli 11, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Waspada Cuaca Panas Ekstrem Melanda Indonesia, Ini Penyebabnya

Redaksi by Redaksi
Mei 27, 2024 8:54 pm
in News
Panas Ekstrem

Guru Besar Geofisika Universitas Brawijaya Malang, Prof Adi Susilo memaparkan penyebab heatwave yang mulai melanda di Indonesia. Foto: Istimewa

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Fenomena panas ekstrem atau heatwave yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia mulai terjawab penyebabnya. Menurut pakar Guru Besar Geofisika Universitas Brawijaya Malang, Prof Adi Susilo, heatwave terjadi karena minimnya pertumbuhan awan.

Adi mengatakan jika pertumbuhan awan yang dimaksud sangat minim adalah dimana awan yang ada sangat sedikit sehingga sinar matahari langsung mengenai permukaan kulit manusia tanpa ada halangan apapun.

READ ALSO

Diduga Dipicu Bakar Sampah, Kebakaran Hanguskan 0,5 Hektare Lahan Bambu di Batu

Pemkot Batu Perkuat Regulasi Pembatasan Kampanye LGBTQ di Ruang Publik

Diprediksi, fenomena ini masih akan berlangsung cukup lama. Menurut perhitungan, anomali iklim ini akan berlangsung hingga Oktober 2024 mendatang.

“Tapi bukan berarti di musim panas ini, anomali iklim El Nino ini tidak ada hujan, tetap ada potensi terjadi hujan. Namun bukan hujan yang sampai bisa menyebabkan banjir atau sebagainya.” Kata Adi, Senin (27/5/2024).

Baca Juga: Waspada Cuaca Panas Ekstrem di Malang Raya, Angin Kencang dan Hujan

Prof. Adi mengatakan, dampak panas yang terjadi di Indonesia tidak sehat untuk kesehatan kita ataupun untuk beraktifitas di luar. Ia mengimbau masyarakat untuk melindungi tubuh jika ingin keluar ruangan. Dengan menggunakan baju berlengan warna terang hingga pelindung kepala untuk menghindari paparan langsung terhadap sinar matahari.

Ia mengatakan anomali iklim ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga melanda negara-negara di ASEAN belakangan ini. Diketahui, suhu di beberapa negara Asia meningkat drastis terutama di daerah-daerah perkotaan.

Sebut saja di wilayah metropolitan di Filipina pada akhir April 2024 lalu suhunya menyentuh di angka 38,8 derajat celsius. Itu merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah mereka. Di waktu yang sama di Bangladesh, suhunya mencapai 43 derajat celsius yang mengakibatkan pemerintah menutup sekolah-sekolah dasar di sana.

Di bulan yang sama, Laos juga mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang masa dengan suhu udara mencapai 43,2 derajat Celsius. Di Thailand sendiri dampak yang ditimbulkan sangat serius. Terdapat sebanyak 61 orang tewas akibat heatstroke yang ditimbulkan karena suhu panas yang menyentuh angka 52 derajat Celcius.

Namun hal ini masih belum menunjukkan dampak signifikan di Indonesia. Badan Meteorogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa cuaca panas yang terjadi di Indonesia disebabkan peralihan musim dari musim penghujan menuju musim kemarau.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru, Keamanan Armada Transportasi Laut Disiapkan

Suhu panas yang terjadi merupakan fenomena dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. Sehingga potensi suhu udara panas seperti ini dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Gelombang panas akhir-akhir ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena gerakan semu matahari akhir April dan awal Mei berada diatas lintang 10 derajat Lintang Utara, bertepatan dengan wilayah-wilayah Asia Tenggara daratan.

Hal ini menyebabkan Penyinaran Matahari sangat terik. Rangkaian faktor selanjutnya adalah anomali iklim El Nino 2022/2024. Analisis data historis menunjukkan saat terjadi El Nino akan mengalami anomali suhu hingga mencapai 2 derajat diatasi normal. Adapun faktor berikutnya merupakan pengaruh pemanasan global, yg menyebabkan suhu terus meningkat dari tahun ke tahun.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: Cuaca ekstremCuaca panas ekstremGuru Besar Geofisika Universitas Brawijaya MalangPanas Ekstrem

Related Posts

Diduga Dipicu Bakar Sampah, Kebakaran Hanguskan 0,5 Hektare Lahan Bambu di Batu
News

Diduga Dipicu Bakar Sampah, Kebakaran Hanguskan 0,5 Hektare Lahan Bambu di Batu

Jumat, 10 Jul 2026
Pemkot Batu Perkuat Regulasi Pembatasan Kampanye LGBTQ di Ruang Publik
News

Pemkot Batu Perkuat Regulasi Pembatasan Kampanye LGBTQ di Ruang Publik

Jumat, 10 Jul 2026
Jalan Menuju Surga di Malang Bikin Penasaran, Ini Cerita di Balik Namanya
News

Jalan Menuju Surga di Malang Bikin Penasaran, Ini Cerita di Balik Namanya

Jumat, 10 Jul 2026
Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim
News

Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

Jumat, 10 Jul 2026
Surya Burhanuddin
News

Surya Burhanuddin ‘Provokasi’ ASN Kabupaten Malang agar Bermindset Global dan Kuliah di Luar Negeri

Jumat, 10 Jul 2026
Jadi Percontohan Gerakan Indonesia Asri, Wali Kota Malang: Budaya Bersih Sudah Dimulai dari RT hingga Perkantoran
News

Jadi Percontohan Gerakan Indonesia Asri, Wali Kota Malang: Budaya Bersih Sudah Dimulai dari RT hingga Perkantoran

Jumat, 10 Jul 2026
Next Post
Ascent Premiere Hotel & Convention Malang

Ascent Premiere Malang Sukses Gelar CSR Donor Darah Kedua di Tahun 2024

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.