Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Nasional

Cerita Sedih Aremania asal Singosari Tak Tertolong di Tragedi Kanjuruhan

Kesaksian Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan

Redaksi by Redaksi
Oktober 4, 2022 11:27 am
in Nasional
Aremania,Aremania Singosari,Tragedi Kanjuruhan - Cerita Sedih Aremania asal Singosari Tak Tertolong di Tragedi Kanjuruhan

Angga (baju putih) bersama teman-temannya saat berada di rumah duka. Foto : M Sholeh/Tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Aremania licek bernama Ahmad Fajar Khoirul yang masih berusia 15 tahun, gugur dalam Tragedi Kanjuruhan. Nyawa Aremania asal Singosari itu tak tertolong saat tertindih desakan supporter yang ingin keluar dari dalam stadion. Supporter berebut keluar saat gas air mata berhamburan ke tribun penonton.

Singosari, memang salah satu daerah basis besar supporter Arema. Seperti Fajar yang juga Aremania asal Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Fajar yang menonton langsung pertandingan Arema FC versus Persebaya 1 Oktober 2022, tidak bisa keluar dari stadion saat gas air mata berhamburan di tribun penonton.

READ ALSO

Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Jabar

Peringati Hari Anak Nasional, Kemensos Salurkan Bantuan Rp549 Juta di Bogor

Cerita Fajar ini dikisahkan Angga (17), yang merupakan teman dekat Fajar. Dia melayat ke rumah duka, Senin (3/10/2022). Angga yang menonton pertandingan bersama Fajar dan teman-teman lainnya, menjadi saksi Tragedi Kanjuruhan di tribun penonton.

“Saya sangat menyesal tidak bisa menolong Fajar. Waktu itu saya juga terinjak-injak di ‘pintu maut’. Saya sudah tak berdaya,” ujarnya kepada wartawan, (3/10/2022).

Angga menceritakan, kekaucan muncul saat pertandingan usai. Dia melihat segelintir supporter turun ke lapangan memeluk pemain Arema FC. Namun menurutnya, aparat keamanan mulai menghalau dan menembakkan gas air mata.

Saat itu kemudian, situasi jadi tidak kondusif. Angga mengajak teman-temannya, termasuk Fajar, untuk segera keluar dari dalam stadion. Celakanya kata dia, ‘pintu maut’ stadion masih tertutup. Angga berpegangan tangan dengan teman-temannya, termasuk Fajar.

Namun karena situasi semakin tidak terkendali, genggaman tangan Fajar lepas. Saat itulah kata Angga, petaka mulai dirasakan. Semua orang berebut keluar, namun akses tidak ada.

“Saya ditarik orang dalam desak-desakan itu sampai lepas dengan teman-teman. Saya tertindih-tindih, terinjak-injak. Ambil nafas saja susah, saya pasrah, sudah gak bisa apa-apa,” kata Angga.

Angga saat itu masih sadar, meskipun tidak punya banyak tenaga untuk berbuat. Karena terjadi penumpukan massa di pintu keluar yang tertutup itu. Angga melihat di sekitarnya sudah banyak supporter yang tergeletak. Entah pingsan atau tak bernyawa.

“Lalu ada yang manggil, mas… mas… mas…, saya minta tolong, gak kuat. Ayo kamu bisa,” kata Angga meningat orang minta tolong, yang saat itu Angga tidak bisa berbuat apa-apa.

Angga ingat dirinya dimintai tolong untuk menghalau orang-orang agar tidak menindih para supporter yang sudah kehabisan energi. Namun Angga tidak bisa, dia mengaku kakinya sudah kram.

Butuh waktu yang lama menurutnya untuk bisa lepas dari situasi mencekam itu. Angga tidak tahu persis berapa lama. Namun saat dia bisa berdiri, Angga mengaku melihat sudah ada korban yang tergeletak. Termasuk seorang yang berseragam polisi yang kata dia pingsan.

“Saat saya bangun, ada polisi yang juga pingsan di situ. Saya akhirnya kelaur lewat Pintu 9, karena Pintu 10 sudah sesak,” jelasnya.

Angga dan 7 temannya kemudian berhasil keluar dari dalam stadion. Namun mereka tidak mendapati Fajar. Mereka sangat panik, dan memilih masuk kembali ke dalam stadion untuk mencari Fajar.

“Kami temukan Fajar sudah tak bergerak,” kata Angga.

Dia dan teman-temannya tidak tahu persis apakah Fajar sekarat atau sudah tidak bernyawa. Dia tetap menolong Fajar. Namun kata dia, prosesnya berjalan lambat. Angga mengaku minta tolong kepada hingga 3 aparat keamanan yang ditemui.

“Yang saya kecewakan, kenapa tiga aparat itu tak menghiraukan saat kami minta tolong, teman kami sekarat. Mereka hanya menengok dan meninggalkan kami,” tegasnya.

Meski akhirnya Fajar bisa dilarikan ambulans ke rumah sakit. Namun Angga tidak tahu Fajar dilarikan ke rumah sakit mana. Dia baru mendapat kabar update sekitar pukul 03.00 dini hari (2/10/2022).

Saat itu juga ibu korban, Sumiati, mengetahui kabar gugurnya Fajar. Sumiati langsung berangkat menuju RS Hasta Husada Kepanjen. Dia menangis histeris saat mengetahui putranya sudah tak bernyawa. Saat itu juga jenazah dibawa pulang ke rumah duka.

“Sebelum meninggal, ada yang beda beberapa hari terakhir. Dia (almarhum) habis sekolah langsung tidur, bangun mandi, habis itu tidur lagi. Biasanya tidak begitu,” terang Sumiati mengingat hari-hari terakhir Fajar.

 

Reporter : M Sholeh

Editor : Fajrus Sidiq

Tags: AremaniaAremania SingosariHeadlinetragedi kanjuruhan

Related Posts

Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Jabar
Advertorial

Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Jabar

Jumat, 17 Jul 2026
Peringati Hari Anak Nasional, Kemensos Salurkan Bantuan Rp549 Juta di Bogor
Advertorial

Peringati Hari Anak Nasional, Kemensos Salurkan Bantuan Rp549 Juta di Bogor

Jumat, 17 Jul 2026
Kemensos Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota dan Pelaku Usaha Koperasi Merah Putih
Advertorial

Kemensos Siapkan Penerima Bansos Jadi Anggota Koperasi Merah Putih

Kamis, 16 Jul 2026
Siswa Baru Sekolah Rakyat Capai 28.478 Orang, Terus Bertambah Seiring Verifikasi Daerah
Advertorial

Siswa Baru Sekolah Rakyat Capai 28.478 Orang, Terus Bertambah Seiring Verifikasi Daerah

Senin, 13 Jul 2026
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap Empat Gelombang
Advertorial

MPLS Sekolah Rakyat Dimulai 14 Juli, Digelar Bertahap dalam Empat Gelombang

Senin, 13 Jul 2026
DWP Kemensos dan Viva Cosmetics Perkuat Kolaborasi Sambut Hari Disabilitas Internasional 2026
Advertorial

DWP Kemensos dan Viva Cosmetics Perkuat Kolaborasi Sambut Hari Disabilitas Internasional 2026

Minggu, 12 Jul 2026
Next Post
aremania,Aremania Pasuruan - Selamat dari Tragedi Kanjuruhan, 2 Aremania Pasuruan Malah Dirampok

Selamat dari Tragedi Kanjuruhan, 2 Aremania Pasuruan Malah Dirampok

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.