Tugumalang.id – Fenomena bulan semakin menjauh meninggalkan bumi menjadi topik yang ramai diperbincangkan publik maupun kalangan ilmuwan. Meski faktanya, fenomena astronomi ini sebenarnya sudah terjadi selama miliaran tahun yang lalu. Haruskah kita khawatir?
Namun berdasar data reflektor yang ditinggalkan oleh misi Apollo 1960, bulan tercatat terus bergerak menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun.
Meski terdengar sepele, fenomena ini menyimpan dampak jangka panjang yang akan mengubah wajah planet kita secara permanen.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total pada 7 September 2025 Bisa Diamati di Malang
Penyebab utamanya adalah gesekan pasang surut. Gravitasi bulan menarik lautan di bumi dan menciptakan tonjolan air. Karena bumi berputar lebih cepat daripada orbit bulan, tonjolan ini ‘menarik’ bulan maju ke depan, memberinya sedikit dorongan energi yang mendorongnya ke orbit yang lebih tinggi dan lebih jauh.
Dampaknya di Bumi
IFL Science mencatat sejumlah dampak yang bakal terjadi jika posisi bulan semakin jauh dari bumi. Perpindahan posisi bulan ini bukan sekadar masalah jarak, melainkan masalah stabilitas. Berikut adalah beberapa dampak signifikan yang diprediksi para ahli:
– Hari Terasa Semakin Panjang
Saat bulan menjauh, rotasi bumi melambat. Hal ini dikarenakan adanya transfer momentum sudut. Ilmuwan memperkirakan bahwa miliaran tahun lalu, satu hari di bumi hanya berlangsung sekitar 6 jam. Namun di masa depan, satu hari diprediksi bisa mencapai lebih dari 25 jam.
– Ketidakstabilan Poros Bumi
Bulan berfungsi sebagai ‘penyeimbang’ gravitasi yang menjaga kemiringan sumbu bumi tetap stabil pada sekitar 23,5 derajat. Tanpa tarikan bulan yang kuat, bumi bisa bergoyang secara liar (seperti planet Mars), yang akan mengakibatkan perubahan iklim ekstrem dan musim yang tidak menentu.
– Melemahnya Pasang Surut Air Laut
Pasang surut air laut akan kehilangan kekuatannya. Hal ini berdampak buruk bagi ekosistem pesisir dan sirkulasi arus laut yang selama ini membantu mendistribusikan panas di seluruh dunia.
Baca Juga: Malam Ini, Gerhana Bulan Penumbra, Simak Faktanya!
– Gerhana Matahari Total Tak Lagi Ada
Dalam sekitar 600 juta tahun, bulan akan berada terlalu jauh untuk menutupi piringan Matahari sepenuhnya. Hal ini membuat kita mungkin tidak lagi bisa menyaksikam fenomena Gerhana Bulan Total. Namun, penduduk bumi di masa depan hanya akan bisa menyaksikan gerhana matahari cincin.
“Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan melihat keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya,” kata ilmuwan NASA, Richard Vondrak pada 2017.
Haruskah Kita Khawatir?
Menjawab soal ini, sejumlah ilmuwan menyebut tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk saat ini. Umat manusia saat ini dipastikan tidak akan merasakan dampak langsung akibat fenomena ini karena prosesnya masih membutuhkan waktu jutaan hingga miliaran tahun.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























