Malang, Tugumalang.id – Menjalani hukuman penjara tak menyurutkan niat para warga binaan untuk memperkuat ibadah di bulan suci. Di balik jeruji besi, suasana religius melalui salat tarawih hingga tadarus Al Quran menggema di Lapas Kelas I Malang selama Ramadan 2026.
Kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan yang dijalankan secara tertib dengan skema bergilir di setiap blok. Mekanisme ini diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus menyesuaikan dengan keterbatasan kapasitas masjid. Warga binaan yang tidak mendapatkan giliran di masjid tetap diarahkan beribadah di blok masing-masing.
Baca juga: Nara Pidana Lapas Malang Antusias Jalani Tarawih hingga Tadarus Selama Ramadan

Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperbaiki kualitas hubungan dengan Sang Pencipta sekaligus membentuk karakter yang lebih baik.
“Saya mengajak seluruh warga binaan untuk terus istiqamah menjalankan ibadah, baik yang wajib seperti salat lima waktu dan puasa maupun yang sunah seperti tarawih dan tadarus,” ucapnya, Senin (23/2/2026).
Keterbatasan Daya Tampung Masjid di Lapas Kelas I Malang
Ia menjelaskan, pembatasan jumlah warga binaan yang beribadah langsung di masjid murni disebabkan keterbatasan daya tampung. Meski demikian, seluruh warga binaan dipastikan tetap dapat menjalankan ibadah di blok masing-masing sehingga suasana religius tetap terasa di seluruh lingkungan lapas.
Menurutnya, konsistensi dalam beribadah mampu melatih kedisiplinan, kesabaran, serta pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut diharapkan tertanam kuat dan menjadi bekal saat warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
“Saya berharap ini mampu menguatkan keteguhan hati para warga binaan dan menjadikan masa pidana bukan sebagai penghambat untuk terus mendekatkan hati kepada Sang Pencipta,” tuturnya.

Di luar tembok lapas, atmosfer serupa juga terasa di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Malang. Lantunan ayat suci Al Quran menggema lembut, menciptakan suasana yang khusyuk dan menyejukkan selama Ramadan.
Aspek ketertiban dan keamanan tetap menjadi perhatian utama selama Ramadan 2026. Warga binaan diwajibkan mengikuti apel malam yang meliputi cek fisik dan penghitungan jumlah sebagai bagian dari prosedur pengamanan rutin.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas I Malang, Eksa Rahnuzulian, menambahkan bahwa pihaknya membentuk satuan petugas piket malam tambahan untuk memperkuat pengawasan selama Ramadan.
“Petugas tambahan ini akan membantu pengawasan dan mengawal kegiatan tarawih dan tadarus hingga selesai. Bahkan juga mengawasi pembagian makanan jelang waktu sahur,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























