Kota Batu, Tugumalang.id – Aksi perusakan makam membuat warga Dusun Sumber Sari, Desa Giripurno, Kota Batu geram. Puluhan makam di TPU Dusun Sumbersari Cembo dilaporkan dirusak hingga digeser paksa tanpa kesepakatan yang jelas. Dugaan sementara, perbuatan tersebut dilakukan oleh juru kunci makam setempat.
Peristiwa ini diketahui warga, termasuk para ahli waris, pada Minggu (22/2/2026) siang setelah adanya laporan dari masyarakat. Sejumlah nisan terlihat dalam kondisi rusak dan berantakan. Video yang memperlihatkan kondisi makam tersebut pun beredar luas dan viral di media sosial.
Ahli Waris Kecewa, Langsung Lapor ke Desa
Salah satu ahli waris, Udin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyayangkan tindakan yang dilakukan tanpa izin, termasuk terhadap makam orang tuanya.
“Usai tahu kemarin sudah langsung saya laporkan ke pihak desa,” kata dia, Senin (23/2/2026).
Kekecewaan serupa juga dirasakan keluarga lain yang makam kerabatnya terdampak. Mereka menilai tindakan tersebut tidak menghormati perasaan keluarga dan tidak melalui proses komunikasi yang semestinya.
Baca juga: Mengungkap Misteri Makam Tanpa Nama di Tepi Jalur Maut Klemuk Kota Batu
Disebut Terjadi Kedua Kalinya
Kepala Dusun Sumber Sari, Istiyah, membenarkan bahwa perusakan makam ini merupakan kejadian kedua. Kali ini, sekitar 20 makam dilaporkan dirusak dan diduga dilakukan oleh juru kunci bernama Nanto.
“Waktu itu saya pastikan ke makam memang benar terjadi. Sejumlah makam berantakan, ada sisa-sisa tanaman yang ditebang berserakan dan ada juga nisan yang digeser. Kalau gak salah ada sekitar 20-an makam,” ungkapnya.
Ia menuturkan, sebelumnya pelaku pernah merusak pohon-pohon di area makam.
“Eh kok kali ini malah makamnya yang dirusak. Kalau memang ada apa buat jalan atau apa harusnya dimusyawarahkan dulu, tidak boleh ambil keputusan sendiri begini,” ujarnya.
Menurutnya, pelaku telah dimintai keterangan dan berdalih ingin melebarkan jalan. Namun keputusan tersebut tidak melalui musyawarah serta tanpa pemberitahuan kepada pihak desa maupun pemilik makam yang terdampak.
“Yang disayangkan lagi, sampai saat ini yang bersangkutan juga tidak ada klarifikasi ke warga atau bahkan minta maaf. Masyarakat sudah marah dan meminta pertanggung jawaban pelaku. Tapi sekarang sudah diperbaiki oleh keluarga pelaku,” ujarnya.
Baca juga: Makam 8 Karateka Resmi Jadi Ikon Kota Batu
Sementara itu, Kepala Desa Giripurno, Suntoro, mengaku telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Ia turut menyesalkan tindakan pelaku yang juga menjabat sebagai Kepala TPQ di Bumiaji, terlebih karena belum ada itikad baik untuk meminta maaf kepada warga.
“Rencana akan kami panggil dalam waktu dekat. Soal alasannya, kemungkinan dia punya keinginan namun tidak tersampaikan sehingga membuat tindakan sendiri,” jelasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























