MALANG, Tugumalang.id – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar acara sidang yudisium pada Senin (23/2/2026) kemarin.
Sidang yudisium yang dipimpin langsung oleh Dekan FBS Unikama, Rusfandi, S.Pd, M.A, Ph.D diikuti sebanyak 34 mahasiswa yang dinyatakan telah menyelesaikan studi dengan baik.
34 mahasiswa ini berasal dari berbagai Program Studi (Prodi) yang ada di FBS Unikama, antara lain Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Sastra Inggris, dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Yudisium kali ini bukan sekadar menandai berakhirnya masa studi mahasiswa, tetapi juga menjadi refleksi mendalam tentang masa depan lulusan humaniora di tengah derasnya arus teknologi kecerdasan buatan (AI).
Baca juga: Gelar General Lecture, FBS Unikama Bersama FIP UIB Soroti Penggunaan AI dan Media Sosial dalam Pendidikan
Menjadi Lulusan Profesional, Kompeten, dan Berempati

Dekan FBS Unikama, Rusfandi, S.Pd, M.A, Ph.D memberikan ucapan selamat kepada 34 mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dan tugas akhir mereka. Kini para lulusan resmi menyandang gelar sarjana dan tinggal menunggu wisuda yang akan digelar dalam waktu dekat ini.
Ia juga memberi pesan mendalam kepada lulusan FBS Unikama agar dapat memberikan kontribusi positif dan membawa nama baik almamater dimanapun berada.
“Kami tidak sekadar melepas sarjana. Kami melepas duta-duta bahasa dan sastra yang akan membawa nama baik almamater dimanapun mereka berada,” tutur Rusfandi.
“Jadilah profesional yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter, berempati, dan mampu menjadi pusat makna di tengah derasnya arus teknologi,” imbuhnya.
Acara yudisium dibuka dengan laporan Komisi Penjaminan Mutu (KPM) yang mengumumkan lulusan terbaik dengan capaian prestasi akademik yang gemilang. Para lulusan terbaik ini mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang membanggakan selama menempuh studi, mereka adalah:
· Annesia Permatasari dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3.90
· Melinda Dwi Wahyuningsih dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan IPK 3.81
· Diah Amanda Resfika dari Prodi Sastra Inggris dengan IPK 3.80
Capaian prestasi akademik para lulusan tersebut sebagai apresiasi tertinggi dari civitas akademika FBS Unikama atas konsistensi dan dedikasi akademik yang mereka tunjukkan selama masa perkuliahan.
Tantangan dan Peluang Membangun Identitas Profesional
Dalam kegiatan yudisium FBS Unikama kali ini juga diselenggarakan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Uun Muhaji, M.Pd yang mengusung tema “Tantangan dan Peluang dalam Membangun Identitas Profesional pada Era Human-AI Collaboration”.
Orasi ini memberikan perspektif segar, sekaligus penuh tantangan bagi para lulusan yang akan segera memasuki dunia profesional.
Uun menegaskan sebuah premis penting yakni bukan AI yang akan menggantikan manusia, melainkan bagaimana manusia membangun identitas profesionalnya ketika bekerja bersama AI.
Pernyataan tersebut menjadi titik tolak diskusi tentang peran strategis lulusan bahasa dan sastra di tengah revolusi teknologi.
Lebih jauh, ia mengupas bagaimana bahasa, identitas, dan relevansi manusia akan terus diuji sekaligus dibutuhkan dalam era kolaborasi dengan kecerdasan buatan.
“Ketika mesin bisa menulis puisi, menerjemahkan bahasa, bahkan menganalisis sentimen, lalu di mana posisi manusia? Justru di situlah letak tantangannya,” ujar Uun di hadapan para lulusan yang duduk dengan khidmat.
“Manusialah yang memberi makna, yang merasakan empati dan yang mampu membaca konteks sosial-budaya di balik setiap kata. AI bisa memproses, tapi manusialah yang memahami.” tambahnya.
Pesan kuat yang ingin disampaikan melalui orasi ilmiah ini adalah perlunya membentuk generasi lulusan yang tidak hanya cakap secara teknis dan melek teknologi, tetapi juga matang secara reflektif. Di era di mana batas antara manusia dan mesin semakin kabur, justru nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijaga dan diperkuat.
“Bahasa akan tetap menjadi jantung peradaban. Sastra akan tetap menjadi cermin kemanusiaan. Dan manusia dengan kesadaran, empati, dan tanggung jawab akan tetap menjadi pusat makna,” tegas Uun.
Pesan ini seolah menjadi jawaban atas keresahan yang mungkin dirasakan para lulusan humaniora di tengah hiruk-pikuk teknologi. Bahwa di masa depan, justru kemampuan berbahasa yang humanis, pemahaman sastra yang mendalam, dan kesadaran reflektif tentang identitas profesional akan menjadi pembeda utama.
Baca juga: Gelar Kuliah Tamu Internasional, FIP Unikama Libatkan Mahasiswa Lintas Prodi Perkuat Kompetensi Calon Pendidik
Suasana Haru saat Alumni Menyampaikan Pesan dan Kesan

Suasana haru semakin terasa ketika perwakilan mahasiswa naik ke panggung untuk menyampaikan pesan dan kesan. Mereka bercerita tentang suka duka menjalani perkuliahan, tentang bimbingan dosen yang tak kenal lelah, dan tentang harapan besar yang kini dipikul untuk mengabdi di masyarakat.
Acara yudisium yang berlangsung khidmat ini menjadi penegasan bahwa Fakultas Bahasa dan Sastra Unikama tidak hanya mencetak lulusan dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga membentuk pribadi-pribadi yang siap menjawab tantangan zaman.
Dengan bekal ilmu bahasa dan sastra, serta kesadaran reflektif tentang identitas profesional di era Human-AI Collaboration, 34 lulusan baru ini resmi melangkah ke gerbang masa depan, siap menorehkan karya dan makna bagi peradaban.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko


























