Tugumalang.id – Mimpi kadang tidak harus muluk-muluk. Misal bermimpi bisa menabung setiap hari, dengan tujuan, jika ada adik yang sakit, dia bisa ikut berkontribusi menyumbang.
Inilah yang dilakukan Putra Budion, remaja 20 tahun yang gemar menabung dari hasil jualan kopi starling di depan Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang Jawa Timur.
Sudah tiga pekan ini dia menjadi penjual starling. Setiap hari, dia mendapatkan gaji pokok Rp 20 ribu. Sedangkan persatu kopi terjual, dia mendapatkan delapan ratus hingga seribu rupiah.
Baca Juga: Remaja Putri Hilang di Kota Batu Ditemukan Bareng Pria di Demak 2 Minggu
Jika setiap hari terjual 40-50 kopi, maka kurang lebih penghasilan Putra Budion Rp 70 ribu. ”Sebelum jualan begini, saya menjadi barista di kafe selama satu tahun, di daerah Kayutangan,” katanya saat ditemui, Senin 17 November 2025.

Setiap bulan, di kafe tersebut, dia mendapatkan gaji Rp 1,2 juta. ”Banyakan menjaga starling gini, sebulan kalau di akumulasi totalnya minimal Rp 1,5 juta,” imbuh lulusan SMKN 2 Singosari ini.
Sejak menjadi barista di kafe, dia rutin menabung. Karena masih remaja dan makan ikut orang tua, setiap bulan dia hanya menghabiskan sekitar Rp 350.000,- dari pendapatan yang dia peroleh.
Karena rutin menabung, dia kini mempunyai tabungan sekitar Rp 9 juta. ”Saya senang menabung, agar kalau ada keperluan mendadak, saya punya uang,” ucapnya.
Baca Juga: Dinkes Kota Batu Gandeng Guru-guru UKS Ikut Andil Tekan Angka Kehamilan Remaja
Dia mencontohkan saat beberapa bulan lalu, adiknya bernama Jihan Aira sakit dan masuk rumah sakit. ”Sebenarnya orang tua saya punya uang, tapi saya bantu saja sekitar Rp900 ribu, ingin saja bantu meski orang tua ada uang,” katanya.
Dulu, dia sempat ingin menjadi polisi. Namun, setelah lulus SMK dia kerja, dan kini sudah mengetahui cara mendapatkan uang, dia tidak lagi punya cita-cita yang muluk-muluk.
Dia hanya ingin bekerja, mencari uang, dan menabung. ”Kalau hidup ke depannya seperti apa, mengalir dulu saja,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Irham Thoriq
Editor: Herlianto. A
























