Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Cerita Anak Gus Dur yang Ditegur karena Pekerjakan Sopir di Luar Jam Kerja

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2022 5:38 pm
in Pilihan Redaksi
Anita Wahid saat Haul ke-12 Gus Dur pada Selasa (4/1/2022). Foto: tangkapan layar

Anita Wahid saat Haul ke-12 Gus Dur pada Selasa (4/1/2022). Foto: tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Tugu Media Group turut serta dalam memperingati Haul ke-12 Gus Dur secara hybrid di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang, pada Selasa (4/1/2022).

Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Gus Dur dalam Kepemimpinan dan Humanisme” itu, juga menghadirkan putri ketiga Gusdur, Anita Wahid.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Anita mengatakan bahwa ada ratusan kegiatan Haul Gus Dur tiap tahunnya di berbagai daerah baik dalam maupun luar negeri. Dia menilai hal itu merupakan bentuk penghargaan kepada Gus Dur atas apa yang dilakukan semasa hidup.

Wali Kota Malang, Sutiaji, saat Haul ke-12 Gus Dur pada Selasa (4/1/2022). Foto: Rubianto

“Itu salah satunya adalah karena semua orang yang pernah berinteraksi dengan beliau merasakan betul bagaimana Gus Dur sangat memanusiakan setiap orang. Tidak peduli strata sosial ekonominya seperti apa, pejabat atau bukan, semua diperlakukan sama yakni sebagai manusia yang berharga,” ucapnya.

Dia juga menilai hal itu adalah sebuah rasa cinta masyarakat terhadap sosok KH Abdurrahman Wahid. Tak hanya sekedar humanisme atau kemanusiaan Gus Dur, namun juga perjuangannya untuk Indonesia.

“Kami melihat pembelaan Gus Dur paling besar adalah kepada kelompok minoritas, mereka yang dilemahkan atau memang lemah secara struktur maupun sosial,” paparnya.

Suasana Haul ke-12 Gus Dur pada Selasa (4/1/2022). Foto: Rubianto

Dia mengatakan bahwa untuk menjabarkan rasa kemanusiaan Gus Dur tak bisa hanya dengan waktu beberapa jam saja. Namun perlu waktu berminggu-minggu untuk bisa membedah betapa banyak cerita kemanusiaan Gus Dur.

Baginya, keistimewaan Gus Dur tak hanya sekedar humanismenya. Namun keistimewaan Gus Dur itu bisa menggabungkan nilai-nilai luhur untuk memanusiakan manusia.

Usai dia mengumpulkan informasi tentang Gus Dur mulai dari saudara, teman, sahabat, kerabat, hingga murid-murid Gus Dur, ternyata ada sembilan perilaku Gus Dur yang selalu menjadi nilai hidupnya.

Suasana Haul ke-12 Gus Dur pada Selasa (4/1/2022). Foto: Rubianto

“Semasa hidup Gus Dur selalu didasari oleh sembilan nilai itu. Pertama ketauhidan, lalu kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan, persaudaraan, kesatriaan, dan kearifan lokal,” jelasnya.

“Kemanusiaan Gus Dur tak hanya menganggap semua manusia setara atau sama, istimewa atau berharga. Tetapi juga diejawentahkan ke nilai-nilai lain. Terutama masalah keadilan, kesetaraan, dan pembebasan,” imbuhnya.

Menurutnya, laku Gus Dur dalam menjaga rasa keadilan dan kesetaraan itu begitu luar biasa besarnya.

Dia membeberkan pernah ditegur Gus Dur ketika menggunakan jasa sopir pribadi untuk belajar kelompok semasa SMA. Padahal hanya sekitar 30 menit saja. Namun saat itu sopir harus mengantarkannya belajar kelompok sekitar pukul 18.00 WIB.

“Saya ditegur sama Gus Dur karena harusnya jam segitu adalah hak sopir untuk istirahat. Tapi saya menggunakan waktu itu untuk mengantar saya,” bebernya.

“Padahal itu hanya sekitar 30 menit, tapi bagi Gus Dur itu hak sopir yang harus kita hormati. Itulah contoh hal sederhana yang diajarkan Gus Dur,” imbuhnya.

Tak hanya itu, ketika butuh apapun dengan Gus Dur, Anita harus turut mengantri bersama orang-orang yang hendak bertemu Gus Dur.

“Di sana saya melihat ada berbagai kalangan berbeda-beda, mulai dari yang pakai batik, jas mentereng, sampai yang hanya sendal jepitan. Tapi mereka diterima satu per satu,” ujarnya.

Baginya, Gus Dur memang selalu mengajarkan untuk memanusiakan manusia siapapun itu.

Dia juga mengatakan bahwa secara materi, Gus Dur sebagai sosok yang pernah menjabat sebagai presiden tak pernah memiliki harta yang berlimpah. Namun hal itu adalah hal biasa di keluarganya untuk hidup secara sederhana.

“Semasa kecil, ibu itu dulu membantu perekonomian keluarga dengan menjual kacang goreng yang dititipkan ke warung-warung kecil,” katanya.

Bahkan ketika Gus Dur mendapat rezeki seusai melakukan ceramah, kata dia, Gus Dur tak pernah menggunakannya untuk keluarga. Gus Dur selalu menyalurkan rezeki itu kepada yang lebih membutuhkan.

“Kalau menerima amplopan itu ya cuma dilipat aja dan dimasukkan ke kantong. Tapi tidak dibuka sama sekali. Nanti saat beliau ke kantor, itukan banyak sekali orang yang mengantri minta bantuan untuk bayar sekolah, dan lainnya,” ucapnya.

“Amplop yang gak pernah dibuka itu diberikan kepada mereka. Gak nyampai ke keluarga. Karena beliau merasa itu memang haknya orang yang membutuhkan. Beliau hanya perantara saja,” imbuhnya.

Menurutnya, hal itu sangat perlu dicontoh untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itulah yang kemudian dia jadikan teladan dalam komunitas Gusdurian.

Dalam masa kepemimpinan Gus Dur, Anita membeberkan bahwa keluarganya sempat protes kenapa Gus Dur menerima untuk menjadi seorang presiden yang tugasnya begitu besar. Sebab saat itu tekanan begitu besar bahkan hingga Gus Dur lengser. Keluarganya menilai Gus Dur hanya dijadikan martir.

“Tapi jawabannya bapak itu, kalau bukan bapak siapa lagi. Jadi beliau sejak awal sudah tau betul bahwa posisi itu sangat menantang karena proses transisi orde baru. Walaupun pemimpinnya tak lagi menjabat tetapi kroni-kroninya masih kuat. Mulai di DPR, pemerintahan, hingga berbagai sektor,” ungkapnya.

Namun dengan humanisme Gus Dur, saat ini sudah terjawab bahwa apa yang dilakukan Gus Dur semasa kepemimpinannya adalah hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Gus Dur secara humanis memperlakukan masyarakat Papua dengan penuh kasih sayang. Bahkan masyarakat Papua menganggap Gus Dur sebagai Bapak Papua.

Di saat kebebasan dibungkam, Gus Dur justru mengundang semua organisasi di Papua untuk berbicara di Istana Negara. Setiap organisasi di Papua diwajibkan mengirim perwakilannya.

“Mereka dipersilahkan bicara sebebas-bebasnya. Bayangkan saat orde baru itu kebebasan berpendapat dikekang, kemudian tiba-tiba mereka dipersilahkan berbicara di istana,” bebernya.

Berbagai keluhan, permohonan, pemintaan, hingga pertentangan muncul dalam pertemuan itu. Namun Gus Dur hanya mendengar saja. Keinginan Papua merdekapun mencuat.

Namun ketika mereka meminta nama mereka sebagai orang Papua dikembalikan, Gus Dur menerimanya. Bahkan permintaan boleh mengibarkan bendera bintang kejora juga diperbolehkan. Namun dengan catatan bendera itu tak lebih tinggi dari bendera merah putih.

“Jadi keinginan-keinginan memuliakan jati diri itu dikembalikan sama Gus Dur. Dikembalikan kepada saudara-saudara Papua,” jelasnya.

“Kemudia di awal tahun, Gus Dur ke Papua untuk melihat matahari terbit pertama kali di awal tahun dari titik paling timur Indonesia,” imbuhnya.

Namun Gus Dur tak membawa pengawalan ketat. Justru hanya pengawalan minim yang dibawa. Dia mengatakan hal itu sebagai pesan Gus Dur bahwa masyarakat Papua adalah saudara.

“Itu adalah pesan untuk saudara-saudara Papua bahwa ini bukan musuh, tapi saudara yang perlu dipastikan hak-haknya diperoleh, dengan keadilan, kesetaraan dan kesamaan dengan daerah lain,” ucapnya.

Dia menilai, saat ini nilai-nilai yang di ajarkan Gus Dur telah pudar. Banyak masyarakat yang mudah terprovokasi, mudah terbujuk untuk diadu domba hingga menjadi korban hoaks.

“Akibatnya adalah kita jadi masyarakat yang mudah terpolarisasi. Misalnya dalam pemilu, kita mudah terpecah belah. Konteksnya bukan kita dan mereka tetapi kita lawan mereka,” paparnya.

Dia juga melihat saat ini banyak orang yang menjadi bringas di sosial media. Di mana pada dasarnya pelaku sosial media juga merupakan manusia yang sama-sama perlu mendapatkan keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang.

“Kita mudah sekali diombang ambing di media sosial. Baik masalah kebijakan publik, sosial, dan lainnya. Kita jadi mudah disetir secara emosi, perilaku, pikiran, hingga tindakan,” paparnya.

“Akibatnya kita tak bisa lagi melihat manusia sebagai manusia. Bahkan kita jadi tidak adil pada orang lain. Kita lupa bahwa kita dan mereka itu sebetulnya setara. Kita adalah manusia bebas yang harusnya dimuliakan sama dengan manusia lain,” imbuhnya.

Menurutnya, nilai-nilai Gus Dur harus kembali digaungkan terutama untuk menyikapi masalah di media sosial. Pertentangan perlu dirangkul agar persaudaraan kembali terjalin.

“Kita perlu mencontoh cara Gus Dur dengan menawarkan kemanusiaan, keadilan, kasih sayang, perhatian, kesetaraan, dan persaudaraan. Mungkin itu yang bisa menjadi jembatan antara kita dengan mereka yang berpikir berbeda,” ungkapnya.

“Sehingga kita pelan-pelan bisa membangun kembali persatuan Indonesia yang mulai kemarin sudah terkoyak oleh polarisasi,” pungkasnya.

Selain Anita, turut menjadi narasumber dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen; Rektor UIN Malang, Prof Zainuddin MA; Kepala Protokoler era Gus Dur yang juga mantan Pemred Majalah Tempo, Wahyu Muryadi; dan Sekjen API, Gus Din.

Kegiatan ini juga turut dihadiri Wali Kota Malang, Sutiaji; Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, dan sejumlah rektor dan pimpinan perusahaan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Haul ke-12 Gus Dur ini didukung oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), OJK Malang, Pertamina, Grand Mercure Malang, Bank Jatim, Climate Change Frontier dan Malang Strudel.

Reporter: M Sholeh

Editor: Lizya Kristanti

Tags: anak gus durHaul ke-12 Gus Durmalang

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Rektor UIN Malang Merinding Dengar Strategi Politik Gus Dur

Rektor UIN Malang Merinding Dengar Strategi Politik Gus Dur

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.