Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Cegah Penyakit, Relawan Bakar Bangkai Hewan Terdampak Erupsi Semeru

Redaksi by Redaksi
Desember 12, 2021 7:20 pm
in Berita
Bangkai hewan ternak dibakar agar tidak menimbulkan penyakit. Foto: dok

Bangkai hewan ternak dibakar agar tidak menimbulkan penyakit. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Dampak erupsi Gunung Semeru tak hanya menimpa manusia, melainkan juga hewan. Kebanyakan hewan terdampak merupakan hewan ternak milik warga yang mengungsi. Jumlah hewan ternak terdampak tersebut mencapai ribuan yang terdiri dari sapi, kambing, serta unggas.

 

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Oleh karena itu, relawan yang datang ke Semeru bukan hanya relawan untuk manusia, tetapi juga relawan hewan.

 

Salah satu organisasi yang berangkat ke Semeru untuk membantu hewan terdampak adalah Centre for Orangutan Protection (COP).

Salah satu hewan ternak terdampak erupsi Gunung Semeru. Foto: dok

Tim relawan segera berangkat menuju lokasi begitu mengetahui adanya bencana dengan membawa kebutuhan hewan yang sekiranya diperlukan.

 

“Erupsi itu terjadi sekitar pukul 4 sore ya. Jam 8 malam di hari yang sama kami berangkat dari Jogja,” ujar Koordinator Relawan Satwa COP, Satria Wardhana.

 

“Kami berangkat melalui perjalanan darat. Kami mampir-mampir dulu untuk belanja kebutuhan. Baru kami sampai di lokasi pukul 5 sore keesokan harinya,” jelas Satria.

Aktivitas relawan COP di Semeru dimulai dengan membantu warga mengevakuasi hewan-hewan ternak mereka.

 

“Hewan-hewan ternak itu kemudian dititipkan di rumah saudara mereka,” kata Satria.

Mereka juga membantu mengobati hewan-hewan yang terluka. Beberapa hewan tersebut mengalami luka bakar akibat terkena debu panas. “Ada dokter hewan dalam tim kami,” ucap Satria.

 

Selain itu, mereka juga melakukan penyisiran untuk mencari hewan-hewan lain yang belum dievakuasi. Dalam penyisiran tersebut, mereka menemukan banyak bangkai hewan ternak yang tidak sempat diselamatkan.

 

“Bangkai-bangkai itu kemudian kami bakar. Jika tidak dibakar, takutnya nanti jadi penyakit. Baunya juga akan mengganggu tim relawan lain yang melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang,” jelas Satria.

 

Selain hewan ternak, tim relawan juga menemukan hewan lain seperti kucing, anjing, dan monyet. Sebagian ada yang dipelihara oleh warga, sebagian lagi merupakan hewan liar. Untuk hewan-hewan tersebut, COP hanya memberi makan saja dan membiarkan mereka tetap bebas.

Tim COP memberi makan kucing-kucing liar. Foto: dok

 

“Nggak semuanya kami evakuasi. Kami lihat dulu kondisi mereka. Jika kelihatannya baik-baik saja dan berada di lokasi yang relatif aman, kami hanya beri makan saja,” ujar Satria.

Selain COP, tim relawan hewan lain yang berangkat ke Semeru adalah Stray Cat Defender (SCD). Komunitas yang berasal dari Malang ini bergabung dengan COP selama di Semeru untuk membantu hewan-hewan terdampak.

 

SCD berangkat ke Semeru dengan membawa obat-obatan serta peralatan medis yang diperlukan seperti pakan kucing, pakan ayam, serta satu truk pakan hijau untuk ternak.

 

Kegiatan tim SCD di Semeru juga tak jauh beda dengan COP yakni memberi makan hewan, membakar bangkai hewan yang mati, serta melakukan evakuasi jika diperlukan.

 

“Sesampainya kami di sana, tim COP langsung datang membantu menurunkan odot (pakan hijau) dari truk,” ujar Anggota tim relawan SCD, Rohmalilla Fanesyadewi.

 

Pakan tersebut diturunkan di posko pakan ternak yang terletak di rumah warga bernama Kusman di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Di posko tersebut, warga dapat mengambil pakan untuk hewan ternak mereka.

Posko pakan hewan di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Foto: dok

“Donasi pakan sejauh ini ada dari COP, Dinas Peternakan, Persatuan Dokter Hewan Indonesia, kelompok- kelompok peternak di Probolinggo, Malang, dan kota lain,” ujar Satria.

 

Tim relawan COP berencana membantu hewan terdampak erupsi Semeru selama dua minggu. “Kami harap dalam waktu dua minggu ini, warga dan hewan ternak sudah mulai pulih. Untuk saat inipun, kondisi ternak sudah banyak yang sehat. Mereka hanya butuh bantuan pakan saja,” pungkas Satria.

 

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

Tags: erupsi gunung semeruHeadlinelumajangpenyakit

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Buta Usai Divaksin Astrazeneca, Joko Santoso Banting Setir Jadi Perajin Raket

Buta Usai Divaksin Astrazeneca, Joko Santoso Banting Setir Jadi Perajin Raket

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.