Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Buta Usai Divaksin Astrazeneca, Joko Santoso Banting Setir Jadi Perajin Raket

Redaksi by Redaksi
Desember 12, 2021 7:53 pm
in Tugu Sehat
Joko Santoso, warga Kota Malang yang buta warna usai divaksin Astrazeneca kini bekerja sebagai perajin raket dengan upah Rp 15 ribu sehari. Foto M Sholeh

Joko Santoso, warga Kota Malang yang buta warna usai divaksin Astrazeneca kini bekerja sebagai perajin raket dengan upah Rp 15 ribu sehari. Foto M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang – Warga Kota Malang, Joko Santoso (38) buta selama tiga hari usai menjalani vaksinasi COVID-19 dosis pertama jenis Astrazeneca pada tiga bulan lalu. Saat ini, dia masih kesulitan membedakan warna alias buta warna.

 

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Selama tiga bulan menjalani pemulihan, Joko tak bisa bekerja dan tak bisa keluar jauh dari rumahnya. Hal itu membuat Joko jenuh dan ingin kembali bekerja.

 

Memiliki latar belakang sebagai tukang bangunan, membuat Joko gatal ingin kembali bekerja saat melihat sebuah konstruksi pembangunan rumah yang tepat berada di depan rumahnya.

Joko Santoso, warga Kota Malang yang buta warna usai divaksin Astrazeneca kini bekerja sebagai perajin raket dengan upah Rp 15 ribu sehari. Foto M Sholeh

“Saya sebenarnya ini gatal kalau gak kerja. Tapi badan sudah tidak seperti dulu, aktivitas keras sedikit aja meriang, ini juga flu belum sembuh-sembuh. Jadi badan gampang sakit sekarang,” kata Joko, di kediamannya, pada Minggu (12/12/2021).

 

Merasa tak tega, istri Joko mencarikan pekerjaan ringan untuknya. Hingga akhirnya ada pengrajin raket yang membutuhkan jasa untuk memasang bantalan senar sekaligus senar raket. Tak mau lebih lama menganggur, Joko lantas mengambil pekerjaan itu.

 

“Saya sehari-hari momong anak, bersih-bersih rumah, gantiin peran istri. Ini beberapa hari pasang senar raket. Upahnya Rp 500 untuk satu raket, sehari dapat sekitar 30 raket,” bebernya.

 

Dia mengaku menyetorkan hasil pekerjaannya dua hari sekali kepada penrajin raket yang tak jauh dari kediamannya. Dalam dua hari itu, Joko mengaku bisa menyelesaikan 60 raket.

 

“Dua hari setoran dapatnya Rp 30 ribu. Jadi selesai 60 raket itu ongkosnya Rp 30 ribu. Itu masang bantalan senar raket sama benangnya. Tapi saya juga dibantu bapak dan istri. Ibaratnya ya dikerjain tiga orang,” paparnya.

 

Joko mengaku harus dibantu ayah mertua dan istrinya lantaran gangguan penglihatannya masih membuatnya kesulitan. Namun, dia tetap melakukan pekerjaan itu hitung-hitung untuk melatih matanya agar bisa kembali pulih.

 

“Sebenarnya ya masih meraba-raba, ya sedikit-sedikit sambil melatih matalah. Kalau dulu kuli bangunan upahnya sehari Rp 100 ribu, gak papa sekarang Rp 15 ribu,” ucapnya.

 

Menurutnya, saat ini kondisi matanya memang masih belum bisa membedakan warna. Namun dia mengaku sudah bisa membedakan tiga warna yakni hitam, abu-abu, dan putih.

 

“Kalau sekarang lihat ya masih hitam putih. Jadi sekarang taunya hitam, abu-abu, dan putih. Itu degradasi antara putih sama hitam itu kelihatan abu-abu,” ungkapnya.

 

Selain itu, dia juga kesulitan membaca jika ada tulisan dan latar yang warnanya hampir sama. Sehingga Joko menangkap tulisan tersebut tampak rata atau tidak ada tulisannya.

 

“Baca tulisan kalau background-nya putih bisa, atau warna-warna tua tapi tulisannya putih bisa. Tapi kalau misal background merah muda atau biru, tulisannya hijau, saya lihatnya rata, gak kebaca,” bebernya.

 

Bahkan, dia juga mengaku sulit mengenali orang yang sudah dia kenal jika orang itu tak bersuara. Disebutkan, dia harus mendengar suara orang itu agar dia bisa mengenalinya.

 

“Kalau ngeblur sudah tidak. Tapi dulu awal gejala sempat ngeblur. Jadi dulu ada orang datang itu saya sering kaget. Saya kayak lihat makhluk halus, karena saya ngelihatnya ngeblur,” jelasnya.

 

Hingga saat ini, Joko juga masih bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuat matanya mengalami gangguan penglihatan. Karena menurutnya, dia dan orang tuanya tak memiliki riwayat penyakit mata.

 

Namun Joko mengaku pasrah dengan diagnosa medis yang menyatakan bahwa dia mengalami peradangan saraf mata.

 

“Kami orang awam diam aja, keputusannya seperti itu ya kami terima. Mau dilawan ya gimana, mau gak diterima gimana, lawannya orang banyak. Katanya kebetulan abis vaksin,” ucapnya.

 

“Saya juga gak berharap banyak soal kompensasi, kalau dari ini saya dianggap cari-cari bantuan saya tidak mau,” tandasnya.

 

Reporter: M Sholeh

Editor: Lizya Kristanti

Tags: butaHeadlinekota malangmalang

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Sanusi Serahkan Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

Sanusi Serahkan Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.