Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Cara Kanwil DJBC Jatim II Lestarikan Budaya Nusantara Lewat Pameran Keris dan Pusaka

Redaksi by Redaksi
Oktober 25, 2025 3:02 pm
in News
Kepala Kanwil DJBC Jatim Agus Sudarmadi saat menunjukkan koleksi pribadi keris dan pusakanya. Foto: Azmy

Kepala Kanwil DJBC Jatim Agus Sudarmadi saat menunjukkan koleksi pribadi keris dan pusakanya. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II Kementerian Keuangan menggelar Festival Budaya dengan agenda utama Pameran Keris dan Pusaka Budaya di Gedung Heritage RCE Center KPPN Malang, Kota Malang, Jumat (24/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025).

Ratusan keris dan pusaka bernilai historisitas tinggi berasal dari berbagai era kerajaan turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Bahkan salah satunya ada keris peninggalan Kerajaan Singosari yang sudah berusia hampir 1 abad.

READ ALSO

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Mungkin tidak sedikit pembaca berpikir bagaimana ceritanya lembaga keuangan menggelar Pameran Keris? Ternyata, Kanwil DJBC Jatim II Kemenkeu ini juga memiliki komunitas pecinta keris dan pusaka bernama Paguyuban Seni Tempa Indonesia (PASTI).

Suasana Pameran Keris dan Pusaka yang digelar Kanwil DJBC Jatim II. Foto: Azmy
Suasana Pameran Keris dan Pusaka yang digelar Kanwil DJBC Jatim II. Foto: Azmy

Baca Juga: Festival Anak Nusantara 2025: MMI Tanamkan Cinta Budaya pada Generasi Muda

Pameran Keris ini diisi dengan beragam kegiatan seperti lelang keris untuk amal, bazar UMKM dan budaya, workshop pembuatan keris, diskusi hingga pertunjukan budaya.

Selain itu juga digelar Seminar KCOC terdiri dari dua sesi. Sesi pertama bertajuk ‘Ngobrol Santai UMKM, Pajak Aman, Ekspor Lancar’ dan sesi kedua bertajuk: Akar yang Kuat, Langkah yang Hebat: Inspirasi Generasi Muda dari Tokoh Sejahtera Nusantara’ yang menghadirkan narasumber Founder Asisi Channel F. Asisi Suhariyanto.

Turut hadir Kepala Perwakilan Kemenkeu Jatim Dudung Rudi H. , Kepala Kanwil DJBC Jatim II Agus Sudarmadi, Kepala Kanwil DJP Jatim II Untung Supardi beserta undangan dan jajaran lain.

Ketua Panitia Festival Budaya, Jimi menjelaskan jika ratusan keris dan pusaka yang dipamerkan ini tak hanya datang dari masa kerajaan, tapi juga buatan dari para Mpu atau pembuat keris di Malang Raya masa kini.

Harapan dengan dipamerkannya berbagai macam koleksi para empu ini menjadi bentuk Uri-Uri Budaya sehingga dapat diwarisi generasi penerus. ”Leluhur kita sudah mencapai tingkat kebudayaan yang sangat tinggi dan sudah seharusnya kita generasi muda meneruskannya,” ungkapnya.

Baca Juga: Festival Sekarbanjar 2025 Digelar Meriah tanpa Meninggalkan Unsur Budaya

Lebih lanjut, Jimi merincikan jika 90 persen di antara koleksi yang dipamerkan ini merupakan pusaka asli dari era kerajaan zaman Majapahit, Mataram hingga Singosari. Sisanya, adalah karya baru dari para mpu masa kini.

Ia menambahkan dalam pameran itu juga dipajang pusaka tertua yakni sebuah betok Jalapudo dari era Singosari. Pusaka ini termasuk pusaka tindih yang dapat berfungsi menetralisir aura negatif dari pusaka lain. ”Perkiraan usia pusaka tindih ini hampir 900 tahun,” kata Jimi.

Menariknya, pusaka betok tersebut merupakan hasil temuan di aliran Sungai Brantas sekitar tahun 2010. Temuan itu berawal dari pengerukan sungai yang memicu para kolektor dan pencinta pusaka dan keris ikut mencari, baik menggunakan detektor logam maupun menyelam.

Koleksi yang dipamerkan dalam kegiatan ini juga berasal dari berbagai komunitas di Nusantara, seperti Lombok, Jakarta, Cirebon, Bali, dan Malang Raya. Sebagian merupakan koleksi turun-temurun yang pada akhirnya dijual karena ahli warisnya tidak lagi menggemari.

Jimi menjelaskan dalam pameran keris ini juga ada yang dijual. Harganya bervariasi dari kisaran Rp1 juta hingga ratusan juta rupiah. ”Kalau yang mahal itu biasanya ‘kinata’, ada emasnya. Itu biasanya di angka ratusan juta,” ungkap Jimi.

Sementara, Kepala Kanwil DJBC Jatim II Agus Sudarmadi yang juga pecinta keris menuturkan jika dirinya turut menjadi kolektor yang memajang koleksi pribadinya. Total ada sekitar 150 bilah yang ia pajang di sana.

Kepala Kanwil DJBC Jatim Agus Sudarmadi saat memberikan sambutan. Foto: Azmy
Kepala Kanwil DJBC Jatim Agus Sudarmadi saat memberikan sambutan. Foto: Azmy

”Kolpri saya paling berharga ini adalah Keris Nogorojo ini didapat dari era Mataram Sultan Agung dan beberapa tombak era Demak serta Majapahit,” bebernya.

Agus menjelaskan pihaknya di Kemenkeu melalui Paguyuban PASTI ini menggelar Pameran Keris bukan hanya sekedar hobi. Melainkan sebagai wadah transformasi pengetahuan kebudayaan ke generasi muda.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya juga memiliki tugas menjaga negara dan neraca dalam keuangan negara tidak bisa lepas dari peradaban dan budaya. Lewat keris, ada banyak tahapan spiritual dan doa yang wajib kita maknai sebagai generasi muda.

“Tanpa kita melibatkan budaya, ya mendayakan budi, melihat orang, barang, dokumen, transport, maka tidak akan berjalan dengan sejahtera,” kata Agus.

Ia menegaskan untuk maju, suatu bangsa harus belajar dari para pendahulunya, termasuk kerajaan besar di Jawa Timur seperti Singhasari dan Majapahit. ”Apa yang membuat dia bangkit, yang membuat dia runtuh, itu menjadi pembelajaran bagi kita. Kementerian Keuangan hadir di situ,” ujarnya.

Selain itu, dalam kegiatan lelang amal yang digelar, kata Agus juga sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai salah satu tugas pokok Kemenkeu melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Pemenang lelang amal keris senilai Rp7,5 juta, Bayu Sakti (kiri) bersama Kepala Kanwil DJBC Jatim II, Agus Sudarmadi. Foto: Azmy

“Salah satu fungsi dari Kementerian Keuangan itu ada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Salah satunya adalah lelang, untuk amal. itu kan ada biaya lelang, biaya lelang itu masuk dalam penerimaan negara,” terangnya.

Salah satu keris yang dilelang dalam kegiatan amal tersebut didapat oleh Bayu Sakti asal Malang. Ia mendapatkan keris bernama Sang Ismoyo dengan harga Rp #7,5 juta ditambah 2 persen biaya lelang.

Bayu mengisahkan tertarik mendapatkan keris Sang Ismoyo tersebut karena merupakan karya mpu generasi terbaru asal Malang. Bayu mengaku alasannya ikut lelang adalah untuk mendukung para mpu muda agar tetap produktif dan lestari.

“Pertimbangannya, satu tertarik. Kedua ini kan mpu Malang, yang generasi terbaru. Kalau kita yang tidak mendukung, terus siapa? Supaya tetap produktif dan kebudayaan keris tetap lestari,” ujar Bayu.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Kanwil DJBC Jatim IIKementerian Keuangankeris mpu gandringPameran Keris dan PusakaPameran Keris Kanwil DJBC Jatim IIpusaka nusantara

Related Posts

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan
News

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Jumat, 17 Jul 2026
Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya
News

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Jumat, 17 Jul 2026
Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak
News

Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak

Jumat, 17 Jul 2026
Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung
News

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

Jumat, 17 Jul 2026
7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
42dc89d5 Adcc 4908 8e53 0c98de78d5d8
News

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Rektor Unikama Dr. Sudi Dul Aji, M.Si mengukuhkan 712 wisudawan (M Sholeh)

Unikama Lepas 712 Wisudawan, Generasi Baru yang Siap Pecahkan Persoalan Bangsa

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.