Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji Memborong Ribuan Buku Karya Dr Aqua Dwipayana

  • Whatsapp
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana (kiri) bersama Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji (tengah) dan Dandim Cilacap Letkol Inf Andi Affandi (kanan) di Pendopo Kabupaten Cilacap.

CILACAP—Meski tanpa melakukan pemasaran formal, banyak kalangan semakin tertarik dan banyak yang membeli buku-buku Trilogi The Power of Silaturahim yang menjadi karya masterpiece dari Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional dan  Dr Aqua Dwipayana. Salah satu di antaranya adalah Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. Sosok pemimpin daerah yang dekat dengan bawahannya itu sudah beli sebanyak 1.200 eksemplar dan diperkirakan akan ada penambahan pembelian darinya untuk buku-buku tersebut.

Saat kedua buku itu diberikan ke Tatto sekitar dua bulan lalu di kantornya oleh Dr Aqua, bapak empat anak itu langsung tertarik. Laki-laki yang hobi membaca tersebut menyukai buku-buku seperti yang ditulis pakar Komunikasi dan motivaror nasional itu.

“Setelah membaca kedua buku karya Pak Aqua, saya menyukainya. Karena itu saya ingin membagikannya ke para aparatur sipil negara yang saya pimpin dan teman-teman. Sekaligus untuk menggalakkan kebiasaan literasi di kalangan mereka,” ujar Tatto yang membagi-bagikan kedua buku itu sebagai hadiah saat syukuran ulang tahunnya yang ke-64 pada 8 April 2021 lalu.

Tatto tidak hanya membagi-bagikan kedua buku itu. Ia  juga “menyuruh” para penerima  membaca bukunya hingga tuntas. Setelah itu menanyakan pendapat mereka tentang buku tersebut.  “Umumnya yang saya beri buku setelah membaca buku karya Pak Aqua mengatakan senang. Banyak nilai kehidupan yang penting dan bermanfaat buat mereka yang ditulis di dua buku itu,” ungkap Tatto.

Buku Trlogi, The Power of Silaturahmi.(dok)

Dua buku yang dimaksud Bupati Tatto adalah  “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”. Kedua buku tersebut melengkapi buku pertama “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” yang menjadi super best seller karena terjual hingga lebih dari 120.000 eksemplar dan menjadi awal dari program umrah gratis The Power of Silaturahim (POS).

Saat ini, kedua buku teranyar Trilogi The Power of Silaturahim sudah terserap sekitar 25 ribu eksemplar buku. Selain Jakarta dan sekitarnya, pemasaran buku-buku yang merepresentasikan kiprah silaturahim tanpa henti Dr Aqua Dwipayana tersebut, banyak tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. “Saking banyaknya pembelian buku di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga stok buku-bukunya di Kota Semarang dan Kota Yogyakarta sudah hampir habis. Untuk mengantisipasi permintaan yang mendadak dan mendesak, saya segera menambah persediaannya dari Jawa Timur,” jelas Dr Aqua dengan tetap rendah hati.

Baca Juga  Dampingi Istri di Rumah Sakit, Suami Eva Memilih Bungkam

Gerakan umrah POS
Dr Aqua Dwipayana menjelaskan kedua buku yang melengkapi buku pertama tersebut sudah dicetak masing-masing 20 ribu eksemplar. Totalnya 40 ribu eksemplar. Pemasarannya dilakukan secara langsung ke konsumen dan belum dijual di toko-toko buku.

“Sampai sekarang telah terjual sebanyak 25 ribu eksemplar. Alhamdulillah, setiap hari selalu ada tambahan pesanan bukunya. Jumlahnya beragam mulai dari puluhan eksemplar hingga ribuan eksemplar,” ungkap Aqua Dwipayana.
Penganjur dan pelaksana Gerakan Silaturahim tersebut mengungkapkan kesuksesan kedua buku itu tak lepas dari dukungan penuh dua editor andal yakni penulis banyak buku Nurcholis MA Basyari dan mantan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Jawa Pos Fuad Ariyanto yang akrab dipanggil Cak Fu. Selain itu juga mantan copy editor Jawa Pos Yarno Wiryo yang bantuannya sangat besar.

Sebelumnya Dr Aqua telah menerbitkan buku karyanya yang berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” yang merupakan buku pertama dari tiga buku trilogi The Power of Silaturahim. Buku tersebut diluncurkan pada 15 April 2016 bersamaan dengan promosi Doktor Komunikasi Aqua Dwipyana di Fikom Unpad Bandung.

Awalnya ditulis dan diterbitkan dengan tujuan buat souvenir kegiatan tersebut.
Dr Aqua sengaja menulis buku itu dan dijadikan sovenir karena menghormati ratusan tamunya yang sebagian adalah para perwira tinggi dari TNI dan Polri. Bapak dua anak tersebut ingin memberikan kesan mendalam yang positif kepada semua tamunya.

Ternyata pesanan bukunya banyak sekali. Sampai sekarang sudah delapan kali cetak sebanyak 160 ribu eksemplar. Setiap cetak 20 ribu eksemplar. Buku itu masuk kategori super best seller.

Dari buku “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” lahirlah kemudian Gerakan Umrah The Power of Silaturahim (The POS) yang dibiayai dari hasil penjualan buku tersebut. Ketua tetap rombongan umrohnya setiap tahun adalah wartawan senior Nurcholis MA Basyari.
Bergulir sejak 2017, total jamaah The POS yang dipimpin Nurcholis itu hingga kini mencapai 167 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang sosial-budaya, ekonomi, dan pekerjaan/profesi. Perinciannya POS I 2017 sebanyak 35 orang, POS II 2018 berjumlah 39 orang, POS III 2019 mencapai 50 orang, dan POS IV 2020 43 orang.

Baca Juga  Sutiaji Cek Penerapan Isolasi Mandiri di Yayasan Bhakti Luhur

Jamaah POS IV sedianya berangkat ke Tanah Suci April 2020. Namun, keberangkatan jamaah POS IV teradang oleh pandemi Covid-19 sehingga tertunda entah sampai kapan. Semoga saja pandemi ini cepat berakhir sehingga jamaah POS IV dapat segera menunaikan umrah ke Tanah Suci Mekah dan berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah.
Kedua buku tersebut dan buku sebelumnya, yakni “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” memang layak dirangkaikan sebagai karya trilogi The Power of Silaturahim. Tulisan dan kisah-kisah yang termuat di dalamnya merefleksikan kisah sukses yang ditopang oleh kekuatan silaturahim.

Kisah inspiratif
Buku “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” memuat kisah jalinan persahabatan dua anak manusia dari latar belakang yang jauh berbeda, baik suku, agama, ras, dan golongan atau strata sosial-ekonominya. Dr Aqua seorang muslim dari suku Minangkabau yang lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, dari keluarga sederhana pasangan Ayah-Bunda Syaifuddin-Asmi Samad. Sedangkan Ventje seorang Tionghoa Katholik kelahiran Surabaya, Jawa Timur, dari keluarga pengusaha pasangan Papi-Mami Rudy Suardana-Susianawati Harlim.

Yang satu sampai mengenyam pendidikan S3 hanya di tingkat lokal/nasional, sedangkan satu lainnya kuliah di Amerika Serikat. Terlepas dari banyak perbedaan di antara mereka, kedua tokoh yang dikisahkan dalam buku tersebut mampu menjalin persahabatan bahkan hingga tingkat seperti saudara kandung. Dan, persaudaraan itu bukan hanya antarmereka berdua melainkan juga keluarga besar kedua belah pihak.

Guru Besar dan Dekan ke-9 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Prof Deddy Mulyana, MA, Ph.D membubuhkan kata pengantar yang sangat apik dan relevan di buku “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)”. Selain itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo juga menyampaikan kata pengantar untuk buku setebal 237 halaman yang diterbitkan oleh Media Baca Mandiri ini.

Baca Juga  Kilas Balik Optimalisasi Penanganan Pandemi COVID-19 Jelang HUT ke-107 Kota Malang

Di sisi lain, Buku “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama” berkisah tentang kiprah sosial kakak-beradik Alira-Ero Dwipayana. Di usia yang cukup muda –masih kepala dua, Alira-Ero telah menorehkan prestasi yang menjadi idaman semua orangtua.

Prestasi itu tidak hanya mereka ukir dalam kaitannya dengan capaian pendidikan atau lingkungan kampus. Di luar itu, yang tentu membuat kedua orangtua mereka bahagia dan sangat bersyukur ialah Alira-Ero telah menorehkan karya dalam kiprah mereka di bidang sosial-kemanusiaan.

Kepedulian sosial terhadap sesama itu dilakukan di tengah kesibukan kakak-beradik itu bersekolah di SMA Regina Pacis Bogor, Jawa Barat, dan sesudahnya. Saat Alira kemudian kuliah di Korea University Business School di Seoul, Korea Selatan (Korsel) dan bekerja di perusahaan farmasi terkemuka Daewoong di Korsel, dia terus melanjutkan kiprah sosialnya.
Hal yang sama juga dilakukan Ero yang kini mahasiswa semester VIII Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadaram (Fikom Unpad) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Kiprah mereka selengkapnya tersaji di buku setebal 293 yang dibubuhi kata pengantar oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo ini.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *