Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Bonus Demografi Vs Kesehatan Mental

Redaksi by Redaksi
Oktober 20, 2023 11:55 am
in Catatan
Fuji Astuti, dosen Psikologi UIN Malang

Fuji Astutik, dosen Psikologi UIN Malang. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Fuji Astutik*

Tugumalang.id – Pada tahun 2025-2035 Indonesia akan memasuki bonus demografi. Pada rentang tahun tersebut penduduk yang memasuki usia produktif akan mencapai puncaknya, yaitu mencapai 70,1% dari total populasi.

READ ALSO

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Bonus demografi merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun dibalik bonus tersebut berbanding terbalik dengan issue kesehatan mental.

Issue tentang kesehatan mental masih tinggi. Sebagaimana data dari kementerian kesehatan bahwa pada tahun 2021 prevalensi gangguan mental di Indonesia sebesar 16,6%. Hal ini juga diperkuat dengan berbagai kasus bunuh diri dan perilaku bullying yang dilakukan oleh individu yang berada dalam rentang usia produktif. Kesehatan mental menjadi suatu yang penting bagi setiap orang karena ketika seseorang tidak sehat secara mental akan memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan seseorang.

Baca Juga: 8 Mahasiswa UIN Malang Lolos Jadi Finalis Duta Santri Nasional

Salah satunya adalah kemampuan penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan yang tidak objektif dan emosional. Gangguan mental juga akan memengaruhi produktivitas kerja, kreativitas dan inovasi. Oleh karena itu jika bonus demografi tidak diiringi dengan penguatan mental yang sehat, maka harapan adanya kesempatan emas akan menjadi sulit untuk dicapai.

Ketika individu yang berada dalam rentang usia tersebut masih harus berkutat dengan kesehatan mentalnya. Bagaimana mungkin ia akan produktif sementara ia masih kesulitan dalam mengelola persoalan dirinya.

Berkenaan dengan permasalahan di atas maka perlu ada solusi atau upaya peningkatan kesehatan mental. Upaya yang bisa dilakukan selain meminimalkan factor pencetusnya, perlu adanya upaya penguatan cara penyelesaian masalah dan manajemen stress pada individu. Penguatan pribadi menjadi satu hal yang penting, karena tidak mungkin untuk memastikan bahwa setiap orang dibebaskan dengan masalah.

Namun bagaimana pribadi-pribadi tersebut diberikan penguatan pribadi untuk menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi atau yang akan dihadapi. Lantas bagaimana cara atau siapa saja yang perlu terlibat dalam penguatan mental ini?. Dalam tulisan ini semua elemen mulai dari masyarakat, pemerintah dan dunia pendidikan.

Baca Juga: UIN Malang Selenggarakan International Conference on Green Technology

Pertama adalah masyarakat, di masyarakat perlu menyadari bahwa isu kesehatan mental itu bukan hal yang sepele. Berkenaan dengan penguatan pribadi, ketika di tengah masyarakat ada yang mengalami permasalahan mental, yang perlu dilakukan adalah menerima situasi dan memberikan dukungan.

Dukungan yang berkaitan dengan kegiatan kemasyarakatan dan melibatkan individu tersebut dengan bagian dalam masyarakat. Mengucilkan mereka yang mengalami permasalahan mental, justru akan membuatnya memandang lingkungan tidak lagi aman untuknya.

Kedua adalah pemerintah, pemerintah memiliki banyak sekali kesempatan melalui program kegiatan yang bisa dikaitkan dengan kesehatan mental. Jika membangun bangunan fisik dan sarana prasarana dirasa penting, maka membangun mental sehat bagi sumber daya manusia juga menjadi hal yang penting.

Kebijakan dan program kerja diharapkan akan memberikan ruang pada seseorang yang rentan  atau yang sudah memiliki masalah psikologis untuk tetap mendapat perhatian. Salah satu contoh kegiatan misalnya, sosialisasi tentang kesehatan mental, pemberian layanan konsultasi dan konseling, pelatihan tentang pengelolaan diri dan lain sebagainya. Program bisa masuk lewat dinas, kecamatan atau bahkan kelurahan.

Ketiga adalah pendidikan, permasalahan di dunia pendidikan kerap menjadi trigger atau pemicu dalam persoalan kesehatan mental. Tentu saja ini bukan satu-satunya kesalahan dari unsur pendidikan. Namun memperhatikan kondisi psikologis dan mental peserta didik baik siswa dan mahasiswa adalah sama pentingnya dengan memperhatikan potensi akademik mereka.

Oleh karena itu dunia pendidikan diharapkan tidak hanya mampu mendidik sisi kognitif tapi juga psikologis. Para peserta didik tidak hanya dipersiapkan untuk juara dalam bidang akademik saja, namun juga juara dalam menghadapi kegagalan, menghadapi permasalahan dan tekanan hidup.

Pada akhirnya jika masyarakat sadar dan mengerti dengan isu kesehatan mental, kemudian didukung dengan program pemerintah dan proses belajar yang tidak hanya mengacu pada keterampilan akademik, maka setidaknya isu kesehatan mental akan lebih bisa diminimalisir. Setiap manusia yang hidup tidak akan lepas dari permasalahan atau kejadian yang tidak menyenangkan dalam hidup.

Baik itu disebabkan oleh rasa kecewa, kehilangan, kegagalan atau tekanan hidup lainnya. Permasalahan atau kejadian tidak menyenangkan ini akan membuat mental tidak sehat ketika seseorang tidak memiliki dukungan tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman dalam menghadapi situasi tersebut.

Oleh karena itu dukungan dari lingkungan disertai dengan penguatan mental individu dengan memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman penyelesaian masalah akan membantu dia dalam menghadapi situasi yang tidak nyaman tersebut, sehingga pengalaman buruk atau pengalaman tidak menyenangkan tidak lagi menjadi trauma melainkan hanya jadi peristiwa hidup saja.

Terakhir, manusia memiliki kendali atas hidupnya, manusia punya kehendak bebas untuk menentukan hidupnya termasuk bagaimana ia akan menjalani hidup di dunia ini.

*Penulis adalah dosen Fakultas Psikologi UIN Malang.

Editor: Herlianto. A

Tags: Bonus DemografiKesehatan MentalUIN Malang

Related Posts

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
Next Post
Tersangka pembunuhan di Gondanglegi, Samidi (55) saat digelandang di Polres Malang.

Tersangka Pembacokan di Gondanglegi Simpan Dendam Selama 8 Tahun

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.