Tugumalang.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) terus memperluas akses kesehatan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Filantra serta puskesmas setempat, TBIG menghadirkan layanan kesehatan gratis di Kabupaten Jayapura, Papua.
Tidak hanya menyediakan pemeriksaan kesehatan umum, program ini juga membagikan makanan bergizi dan memberikan edukasi tentang pola hidup sehat. Dua titik menjadi sasaran utama kegiatan, yakni Kampung Sosiri di Distrik Waibu serta Desa Bhayangkara di Distrik Jayapura Utara.
Baca Juga: CSR TBIG Ajak Ribuan Warga Rote Ndao Terapkan Pola Hidup Sehat
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Aksi Bangun Sehat Bersama yang diinisiasi TBIG. Tujuannya, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya di Jayapura dan sekitarnya. Tercatat, sebanyak 1.280 orang menerima manfaat langsung dari kegiatan tersebut.

Di Kampung Sosiri, warga mendapat pemahaman lebih luas tentang pencegahan penyakit menular maupun tidak menular. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah tuberkulosis (TBC), penyakit yang masih menjadi tantangan serius di kawasan itu.
Dengan langkah ini, TBIG berharap semakin banyak masyarakat di pelosok Papua memperoleh kesempatan hidup sehat melalui akses layanan kesehatan yang lebih merata.
Baca Juga: 4.204 Warga Kalimantan Ikut Pelatihan Kesehatan TBIG, Edukasi Pola Hidup Sehat di Wilayah 3T
Chief of Business Support Directorate Lie Si An mengatakan, CSR TBIG fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan budaya. Tentu saja, dia melanjutkan, program CSR ini berkaitan dengan manusia yang berhubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kami memiliki 4 pilar. Pertama bidang kesehatan dengan program Aksi Bangun Sehat Bersama. Kedua bidang pendidikan, ada Bangun Cerdas Bersama. Ketiga, bidang budaya dengan Bangun Budaya Bersama. Dan keempat bidang lingkungan dengan Bangun Hijau Bersama,” katanya.
Menurut dia, keempat pilar ini intinya pada edukasi masyarakat. “Semua program kami intinya pada edukasi. Bagaimana kami mengedukasi masyarakat lewat kesehatan, pendidikan, budaya, dan lingkungan. Tentunya dengan menggandeng stakeholder, salah satunya media pers,” katanya.

Khusus program pilar kesehatan, Si An menjelaskan, TBIG fokus mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi, khususnya masyarakat di wilayah 3T.
“Tidak hanya sesaat, aksi ini diharapkan mampu berdampak jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat,” jelas Si An.
Sementara itu, President Direktur TBIG Herman Setya Budi mengatakan, pedoman implementasi CSR TBIG pada prinsip-prinsip ESG, SDGs, dan ISO 26000.
“Ini untuk memastikan program CSR TBIG dapat memenuhi harapan seluruh stakeholders perusahaan,” jelasnya.
Kepala Puskesmas Kanda Rianod Firmansyah Sapoan mengatakan, pentingnya edukasi soal penyakit menular dan tidak menular kepada masyarakat.
“Kegiatan ini membantu puskesmas dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan dan mengedukasi masyarakat agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Muas Asaeno, tokoh masyarakat adat Desa Sosiri, mengucapkan terima kasih atas kegiatan TBIG ini. Dia berharap kegiatan ini bisa berjalan di banyak tempat selain Papua.
“Saya atas nama masyarakat mengucapkan banyak terima kasih atas kegiatan ini. Semoga aksi pengobatan ini tidak hanya dilakukan di sini, tetapi juga di tempat lainnya. Selanjutnya, mari terus bekerja sama yang baik untuk Indonesia,” ujarnya.
Sedangkan salah satu warga Desa Bhayangkara, Siti Mariana mengapresiasi kehadiran TBIG di lingkungannya.
“Jarak dari Bhayangkara ke puskesmas terdekat itu jauh. Kami biasanya harus naik kendaraan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Sementara, banyak warga yang tidak punya angkutan. Layanan ini membantu kami memperoleh fasilitas secara langsung tanpa harus pergi jauh,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Dwi Lindawati
Editor: Herlianto. A
























