Baznas Resmi Lunasi Utang Guru TK di Malang yang Terjerat Pinjol Puluhan Juta Rupiah

  • Whatsapp
Kepala Baznas Kota Malang, Sulaiman saat memberikan bantuan dana pelunasan secara simbolis kepada guru TK korban pinjol, Jumat (21/5/2021). Foto/Azmy

MALANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang resmi melunasi utang-utang S, seorang guru TK di Malang yang terjerat utang puluhan juta rupiah di penyelenggara fintech alias pinjaman online (pinjol).

Pelunasan bantuan senilai Rp 26 juta itu dilakukan di Kantor Baznas Kota Malang, Jumat (21/5/2021). Diterima langsung  S, guru TK, korban pinjol. didampingi kuasa hukumnya, Slamet Yuono.

Bacaan Lainnya

Kepala Baznas Kota Malang, Sulaiman mengatakan, dari kejadian ini dia berharap bisa jadi pelajaran bersama kepada masyarakat agar tidak mudah terbujuk berhutang. Apalagi di perusahaan pinjol yang tidak punya izin resmi OJK.

”Saya harap, ini bisa jadi pelajaran buat semua, juga buat ibu ini bisa lebih berhati-hati kedepannya. Apa yang dilakukan jangan sampai menimbulkan kesulitan sendiri dalam hidupnya,” ungkapnya.

Total bantuan senilai Rp 26 juta ini, terang dia sudah sesuai dengan hasil pendataan dan inventarisir total utang pokok dari 23 perusahaan pinjol. Dana ini, adalah dana infaq, bukan dana zakat. Artinya, dana infaq ini terhimpun dari iuran para ASN Kota Malang yang memang sudah didonasikan.

“Kami mempercayakan kepada kuasa hukum beliau agar peruntukan dana ini digunakan dengan tepat sasaran. Nanti tetap akan ada laporan secara real pada kami,” pungkasnya.

Sementara, Kuasa Hukum korban pinjol ini, Slamet Yuono memberi apresiasi atas dukungan baik berbagai pihak dalam membantu sesama. Dia berjanji akan segera melakukan pelunasan utang terhadap 23 pinjol itu.

Baca Juga  Gedung Baru Stasiun Kota Malang Dibuka Untuk Umum

“Kami inventarisir dulu pinjol-pinjol tersebut. Untuk yang legal itu jelas kami akan minta tolong ke OJK dan Asosiasi Fintech, karena yang legal kan anggota asosiasi, itu dulu semoga bisa cepat terselesaikan,” jelasnya.

Lalu, untuk perusahaan fintech yang ilegal, pihaknya akan berusaha menyelesaikan piutang ini dengan langsung menghubungi sejumlah 84 nomor telepon yang diketahui sudah dilaporkan polisi atas tindakan penagihan yang tidak manusiawi pada Kamis (20/5) kemarin.

Semua utang baik dari pinjol yang legal maupun ilegal, kata dia akan secepatnya diselesaikan secepat-cepatnya. ”Kami juga akan laporkan secara tertulis dan transparan. Baik kepada Baznas, Wali Kota dan juga media,” janjinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *