Kisah Pilu Korban Gempa Malang, Terima Tamu Berlebaran di Bawah Tenda Darurat

  • Whatsapp
Laseni (60), dengan tenda daruratnya. Terima tamu juga di bawah tenda darurat. foto/rizal Adhi

MALANG – Status tanggap darurat bencana gempa Malang sudah berakhir pada 07 Mei 2021 lalu. Namun di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, masih terlihat belum ada pembangunan untuk rumah warga yang roboh terdampak gempa Malang.

Terlihat warga membetulkan rumah secara mandiri untuk rumah yang rusak sedang hingga ringan. Sementara yang roboh, warga masih bertahan di tenda-tenda darurat yang dibangun di atas reruntuhan rumah mereka.

Bacaan Lainnya

Meski gempa sudah berlalu, para warga masih terus merapikan puing-puing rumahnya. foto/Rizal Adhi

Salah satu warga, Laseni (60), sambil terisak-isak menceritakan dirinya terpaksa merayakan lebaran di bawah tenda darurat yang dibangun di atas bekas reruntuhan rumahnya.

Terlihat meja dan kursi seadanya dipasang dengan aneka jajanan khas lebaran juga dihidangkan. Ibu 2 anak ini mengatakan dirinya tetap melakukan open house meskipun beratapkan terpal.

“Ya di sini (berlebaran), keluarga juga datang ke sini. Tetangga yang riyayan juga ke sini. Mau ke mana lagi,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca saat dikonfirmasi tugumalang.id pada Jumat (21/05/2021).

Rumah tenda warga korban gempa malang. foto/Rizal Adhi

Sejak rumahnya roboh pada 10 April 2021 lalu, praktis Laseni bersama suami dan kedua anaknya tinggal di tenda darurat.

“Tidur juga di sini, ada 4 orang, cuma satu anak saya sedang melahirkan saya titipkan di rumah lain,” bebernya.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini menceritakan, jika sampai saat ini belum ada pembangunan rumah dari pemerintah. Padahal, pendataan rumah-rumah yang rusak sudah dilakukan sejak 11 April 2021 lalu.

“Di sini belum ada pembangunan sama sekali. Kalau didata sudah, cuma bantuannya belum. Kemarin didata pas setelah roboh itu langsung di data,” ungkapnya.

Baca Juga  Hari Kedua Lebaran, 123 Kendaraan Masuk Kota Malang Diputar Balik

“Saya gak tau (kapan dibangun), dulu cuma janji katanya mau dibangun. Tapi kapan-kapannya itu gak tau,” sambungnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *