Tugumalang.id – Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, Janata Lavanya Leticia Zulkarnain atau yang akrab disapa Vanya telah menjadi salah satu dai cilik yang dikenal di Malang Raya.
Gadis cilik asal Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu tak hanya berprestasi di berbagai ajang lomba, tetapi juga rutin mengisi tausiah di sekolah, masjid, hingga media penyiaran.
Ayah Vanya, Husni Zulkarnain, mengatakan, putrinya mulai aktif berdakwah sejak duduk di bangku kelas 1 hingga kelas 2 sekolah dasar. Ketertarikan itu muncul karena Vanya sejak kecil sering mengikuti dirinya yang berprofesi sebagai penceramah.
Baca Juga: Kebahagiaan Jawara Dai Cilik di Ajang Festival Ramadan Kedua RSU Wajak Husada
“Dia sebenarnya belajar dengan melihat saya ceramah. Tidak ikut kursus khusus. Dia senang melihat ayahnya berdakwah, lalu terinspirasi ingin bisa seperti itu,” ujar Husni, belum lama ini.

Saat ini Vanya tercatat sebagai siswi kelas 6 SD Islam Aswaja Kota Malang. Meski berdomisili di Pakis, Kabupaten Malang, orang tuanya memilih sekolah tersebut karena memiliki program pembelajaran sekaligus tahfiz Al-Qur’an.
Menurut Husni, jadwal putrinya cukup padat. Setelah mengikuti kegiatan full day school sejak pagi hingga sore, Vanya masih mengikuti TPQ, belajar pelajaran sekolah, hingga memenuhi undangan ceramah.
Selain itu, Vanya juga mengisi tausiah secara rutin di Radio RRI setiap Rabu dan UBTV setiap Jumat.
Di luar agenda rutin tersebut, ia juga kerap diundang sebagai penceramah dalam peringatan Maulid Nabi, Isra Mikraj, halal bihalal, pengajian, hingga resepsi pernikahan. Bahkan, di bulan Agustus 2026 ini ia sudah menerima undangan untuk mengisi kegiatan di 13 sekolah.
Baca Juga: Grand Mercure Malang Mirama Gelar Lomba Dai Cilik Perdana di Ramadan 2025
“Sebelumnya juga sudah puluhan sekolah yang mengundang. Selain sekolah, masjid-masjid juga banyak yang mengundang untuk mengisi ceramah,” kata Husni.
Ia menjelaskan materi ceramah yang dibawakan Vanya selalu disesuaikan dengan tema kegiatan penyelenggara.
“Kalau temanya Maulid Nabi ya membahas Maulid Nabi, kalau Isra Mikraj ya Isra Mikraj. Jadi materinya mengikuti tema acara yang mengundang,” jelasnya.
Di tengah padatnya aktivitas tersebut, tantangan terbesar yang dihadapi Vanya adalah membagi waktu. Meski demikian, Husni menyebut putrinya tetap menikmati seluruh kegiatannya.
“Kadang memang capek karena sekolah, latihan, lalu memenuhi undangan. Tapi anaknya tetap senang menjalani semuanya. Kami hanya selalu mengingatkan agar melakukan setiap pekerjaan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Ke depan, keluarga juga telah menyiapkan pendidikan lanjutan bagi Vanya di pondok pesantren yang memiliki kurikulum berlisensi Al-Azhar Kairo sebagai bekal untuk mengembangkan kemampuan dakwahnya.
“Dia bercita-cita menjadi hafiz Al-Qur’an sekaligus dokter. Karena itu kami ingin mendukung bakat dan minatnya melalui pendidikan yang sesuai,” tutur Husni.
Selain aktif berdakwah, Vanya juga memiliki deretan prestasi membanggakan. Ia meraih Juara 1 MTQ tingkat gugus Kota Malang 2026, Juara 2 MTQ tingkat kecamatan Kota Malang 2026, Juara 1 Pildacil tingkat gugus 2024, Juara 2 Pildacil tingkat kota dan provinsi pada 2024, Juara 1 Pildacil tingkat nasional 2023, Juara 1 Olimpiade Bahasa Inggris tingkat SD 2022 dan tingkat Malang Raya 2023, serta Juara 2 Tahfidz Al-Qur’an tingkat nasional 2022.
Tak hanya berprestasi di ajang kompetisi, Vanya juga aktif mengisi tausiah di berbagai media dan tempat ibadah. Ia rutin mengisi siaran tausiah di RRI dan UBTV, pernah tampil di TVRI Surabaya, menjadi qariah di sejumlah masjid, serta memberikan tausiah di berbagai masjid dan sekolah di Malang Raya hingga Cilacap, Jawa Tengah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A


























