Malang, Tugumalang.id – Mengapa bonus demografi hanya bermanfaat jika generasi muda dibimbing dengan sengaja?. Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd, S.H, MM, Advokat yang akrab disapa Coach Dr Fahmi mengungkapkan mengapa generasi muda perlu mendapatkan mentoring sebagai bagian dari investasi masa depan bangsa.
Indonesia seringkali disebut sedang berada di tengah bonus demografi, di mana periode ketika jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar ketimbang usia non produktif.
Bonus ini digambarkan sebagai peluang emas bangsa di masa depan bangsa yang hanya datang sekali dalam perjalanan sebuah bangsa. Namun, bagi Coach Dr Fahmi peluang besar bernama bonus demografi ini bisa berubah menjadi beban besar, jika generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik untuk siap dan matang mengisi peran-peran penting di masa depan.
“Salah satu cara paling langsung untuk mempersiapkan generasi muda adalah lewat mentoring, yaitu proses membimbing mereka secara langsung oleh orang-orang yang telah lebih dulu melalui perjalanan serupa,” ujar Coach Fahmi.
Sayangnya, praktik mentoring generasi muda ini masih jauh lebih jarang dilakukan secara sengaja dibandingkan yang sebenarnya dibutuhkan, meski manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi.
Generasi Muda yang Dibiarkan Belajar Sendiri
Banyak generasi muda yang memasuki dunia kerja atau dunia usaha tanpa bimbingan yang memadai dan dibiarkan mencari tahu sendiri lewat cara yang seringkali panjang dan penuh kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.
Padahal kesalahan semacam ini seringkali sudah pernah dialami dan dipecahkan oleh generasi sebelumnya.
Beberapa akibat dari minimnya mentoring bagi generasi muda dimulai dari mengulangi kesalahan yang sama dan sudah pernah dialami oleh generasi sebelumnya. Kehilangan kepercayaan diri karena tidak ada yang membimbing saat menghadapi kegagalan, sulit menemukan panutan yang bisa memberi contoh langsung bukan sekadar teori.
Baca juga: Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna
Serta terjebak pada informasi yang keliru karena tidak ada tempat bertanya yang terpercaya dan membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk mencapai kematangan yang sama.
“Kondisi ini bukan karena generasi muda kurang mampu, melainkan karena mereka kekurangan akses terhadap bimbingan yang seharusnya bisa mempercepat perjalanan mereka,” ungkapnya.
Banyak potensi besar yang akhirnya layu bukan karena kurang bakat, melainkan karena tidak ada yang menunjukkan arah yang tepat sejak awal.
“Bonus demografi tidak pernah berarti otomatis. Ia baru menjadi kekuatan ketika generasi mudanya dibimbing dengan sengaja, bukan dibiarkan mencari jalan sendiri,” jelas Coach Fahmi yang juga dikenal sebagai Business and Leadership Coach tersebut.
Mentoring Generasi Muda sebagai Investasi Masa Depan Bangsa
Mentoring bukan sekadar kegiatan amal atau kebaikan hati semata, melainkan investasi nyata bagi masa depan bangsa. Setiap jam yang diluangkan seorang mentor untuk membimbing generasi muda berpotensi memangkas bertahun-tahun proses trial and error yang seharusnya tidak perlu terjadi lagi.
Nilai-nilai yang diwariskan lewat mentoring bukan hanya keterampilan teknis, melainkan juga karakter, etika kerja, dan cara menghadapi kesulitan yang telah dibahas sepanjang seri ini.
Mentoring generasi muda, dalam pengertian ini adalah cara paling langsung untuk memastikan nilai-nilai baik yang telah dibangun oleh satu generasi tidak hilang begitu saja, melainkan terus diwariskan dan diperkuat oleh generasi berikutnya yang akan memegang kendali di masa depan.
Baca juga: Kebiasaan Kecil yang Konsisten Lebih Diandalkan Semangat Naik Turun, Coach Dr Fahmi Ungkap Alasan Pentingnya Disiplin Diri
Menjadi Mentor yang Baik bagi Generasi Muda
Bagi Coach Dr Fahmi menjadi mentor yang baik tidak membutuhkan gelar khusus, melainkan kesediaan untuk berbagi waktu dan pengalaman secara tulus.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjalankan peran ini dengan baik, antara lain meluangkan waktu secara rutin untuk mendengarkan, bukan hanya menceramahi, berbagi kegagalan pribadi secara jujur, bukan hanya kisah keberhasilan.
Lalu, memberi ruang bagi generasi muda untuk mencoba dan sesekali gagal dengan aman, menghubungkan mereka dengan jaringan dan peluang yang relevan bagi perkembangan mereka, memberi umpan balik yang jujur meski tidak selalu menyenangkan untuk didengar.
“Kesediaan untuk membimbing secara konsisten inilah yang membedakan mentoring sungguhan dari sekadar nasihat sesekali yang cepat terlupakan,” jelasnya.
Belajar dan Bertumbuh Bersama
Coach Dr. Fahmi telah menghabiskan lebih dari tiga dekade membimbing generasi pelaku usaha di berbagai daerah, dengan keyakinan bahwa esensi pembinaan yang sesungguhnya adalah membentuk manusia, bukan hanya mengejar target angka.
Prinsip ini menjadi salah satu fondasi utama dalam Grounded Business Coaching, khususnya melalui pembekalan seputar esensi pembinaan yang menekankan hubungan jangka panjang antara pembimbing dan yang dibimbing.
Program pendampingan selama lima hari ini turut membuka ruang bagi peserta dari berbagai generasi untuk saling belajar dan membimbing satu sama lain.
Bagi pelaku usaha yang ingin berkontribusi membimbing generasi penerus sekaligus terus bertumbuh, ruang belajar bersama pelaku usaha lain dari berbagai daerah bisa menjadi tempat yang tepat untuk memulainya.
Mentoring generasi muda bukan sekadar kegiatan sampingan yang bersifat sukarela, melainkan salah satu investasi paling strategis yang bisa dilakukan bangsa ini untuk memastikan bonus demografi benar-benar membawa manfaat, bukan justru menjadi beban di kemudian hari. Investasi ini tidak membutuhkan modal finansial besar, hanya kesediaan meluangkan waktu dan pengalaman secara tulus.
Semakin banyak generasi yang lebih berpengalaman bersedia membimbing generasi muda secara tulus, semakin siap pula bangsa ini menghadapi tantangan masa depan yang akan dipegang kendalinya oleh generasi tersebut.
Tentang Coach Fahmi
Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd, S.H, M.M, Advokat yang akrab disapa Coach Dr Fahmi berkat pemikiran dan kontribusinya dalam kemajuan bangsa mendapatkan sejumlah penghargaan dalam beberapa waktu terakhir.
Penghargaan tersebut antara lain Penerima Anugerah Insan Pancasila tahun 2024 oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Penerima Penghargaan Inspiring of The Year 2024 dari Anugerah TIMES Indonesia.
Kemudian alumni TOT Lemhannas RI Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan ke-38 tahun 2026.
Sosok Coach Fahmi juga dikenal aktif sebagai Advokat PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia), Business Coach, dan Leadership Coach.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































