Malang, Tugumalang.id – Di tengah tantangan dunia bisnis yang terus dituntut untuk scale up, seringkali banyak pemimpin atau pengusaha yang masih terjebak dalam mengejar omzet.
Melihat problem tersebut, Grand Master Grounded Business Coach, Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd, S.H, M.M atau yang akrab disapa Coach Dr Fahmi mengajak pemimpin bisnis untuk merefleksikan apa tujuan sesungguhnya dari bisnis yang digeluti dan untuk siapa bisnis tersebut ada.
Dua pertanyaan inilah yang menjadi pintu masuk dalam memahami konsep Soul Calling, yakni sebuah pemikiran yang saat ini banyak dibicarakan dalam dunia kepemimpinan modern. Gagasan ini dikupas dalam program Indonesia Leadership Scale Up 2026 yang mengusung tema “Jiwa Dulu, Baru Angka”.
Menurut Coach Dr Fahmi ketika organisasi berjalan hanya berorientasi pada hasil semata, cepat atau lambat akan muncul gejala kelelahan yang menular. Saat gejala ini muncul, dampaknya bagi organisasi atau bisnis adalah pemimpin merasa lelah, berimbas pada tim mulai ikut kehabisan energi, tekanan kiat meningkat, yang terjadi kinerja organisasi justru terus menurun.
“Siklus semacam ini kerap terjadi karena ada kesenjangan antara visi organisasi dan budaya kerja sehari-hari, ditambah minimnya pekerjaan yang benar-benar terasa bermakna bagi orang-orang yang menjalankannya,” ungkap Coach Fahmi, Minggu (9/8/2026).
“Di titik inilah panggilan jiwa ini hadir sebagai jangkar, mengingatkan setiap pemimpin dan tim akan alasan mendasar mengapa mereka bekerja, bukan sekadar bagaimana caranya mencapai target,” imbuhnya.
Soul Calling dalam Kepemimpinan
Lebih lanjut, Coach Fahmi menjelaskan tentang konsep Soul Calling yang dapat dimaknai sebagai dorongan batin yang mendalam untuk mewujudkan sesuatu yang bermakna, selaras dengan nilai-nilai terdalam individu, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi diri sendiri, organisasi, komunitas, atau pada sistem yang lebih luas.
Baca juga: Kebiasaan Kecil yang Konsisten Lebih Diandalkan Semangat Naik Turun, Coach Dr Fahmi Ungkap Alasan Pentingnya Disiplin Diri
Berbeda dari motivasi yang bersumber dari insentif eksternal seperti jabatan, gaji, atau penghargaan, panggilan jiwa ini bergerak dari dalam diri.
“Seseorang yang telah menemukannya akan bekerja bukan karena terpaksa, melainkan karena merasa terpanggil untuk melakukannya,” jelas Coach Fahmi.
Jika dikaitkan dalam konteks tim, Soul Calling merupakan jawaban dari pertanyaan untuk apa dan siap sesungguhnya tim atau organisasi ini ada?. Konsep ini memberi dampak positif, seperti apa yang ingin ditinggalkan oleh tim tersebut.
Tanpa adanya jawaban yang jelas dari dua pertanyaan itu, posisi organisasi menjadi rentan karena hanya sekadar tempat berkumpul orang-orang tanpa adanya arah yang jelas dalam bekerja, sekalipun laporan kinerja yang tersaji di atas meja masih nampak baik-baik saja.
Riset Tentang Orientasi Kerja
Konsep Soul Calling sejalan dengan hasil riset akademik yang dikemukakan oleh Amy Wrzesniewski, seorang guru besar yang mengkaji perilaku organisasi di Yale School of Management. Dalam penelitiannya tersebut, Wrzesniewski menemukan bahwa kebanyakan orang cenderung memandang pekerjaan melalui salah satu dari tiga orientasi, yakni sebagai job atau sekadar pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan, sebagai career atau jenjang karier untuk meraih posisi yang lebih tinggi, atau sebagai calling, yakni panggilan yang memberi rasa bermakna sekaligus manfaat sosial.
“Orang-orang dengan orientasi calling terbukti lebih puas terhadap pekerjaan sekaligus kehidupannya secara umum. Selain itu, mereka juga cenderung membentuk ulang tugas dan relasi kerjanya agar semakin selaras dengan nilai yang diyakini,” bebernya.
Baca juga: Pelatihan GBC Coach Dr Fahmi Tuntas, Peserta Nilai Materinya Setara Pascasarjana
“Sebuah kebiasaan yang dalam riset tersebut dikenal dengan istilah job crafting,” imbuh Coach Fahmi.
Orientasi ini tidak ditentukan oleh jenis profesi atau besaran penghasilan seseorang, melainkan oleh cara pandang masing-masing individu terhadap pekerjaannya sendiri.
Dengan demikian, siapapun baik owner, direktur, manajer, maupun staf garis depan, memiliki peluang yang sama untuk menemukan panggilan jiwanya dalam pekerjaan yang tengah dijalani.
Dampak Terhadap Organisasi
Coach Dr Fahmi juga menambahkan hasil penelitian yang dilakukan Louis W. Fry. Hasil penelitian mengemukakan bahwa kepemimpinan spiritual turut memperkuat gagasan Soul Calling.
Kepemimpinan dilihat sebagai sesuatu yang mampu menumbuhkan rasa panggilan dan keanggotaan akan menghasilkan kesejahteraan spiritual yang pada gilirannya berdampak positif bagi individu maupun organisasi.
Setidaknya ada tiga dampak yang kerap muncul. Pertama, komitmen organisasi meningkat karena orang yang merasakan panggilan hidupnya, akan cenderung lebih loyal dan ingin bertahan dalam organisasi yang memenuhi kebutuhan spiritualnya.
Poin kedua adalah produktivitas unit kerja ikut terdongkrak karena mereka lebih termotivasi untuk menumbuhkan timnya secara berkelanjutan. Sementara poin ketiga yakni kepuasaan hidup para anggota tim meningkat karena mereka memiliki tujuan yang jelas dalam menjalan kewajibannya.
“Panggilan jiwa ini bukan sekadar konsep filosofis yang berhenti di ranah pemikiran, melainkan faktor yang secara nyata dapat mempengaruhi keberlangsungan dan pertumbuhan sebuah organisasi dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Tiga Elemen dan Menghidupkan Soul Calling dalam Tim
Merumuskan panggilan jiwa bagi Coach Dr Fahmi bukan perkara sekali jadi, karena tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi tim. Menurutnya ada tiga elemen penting dalam membangun Soul Calling di sebuah organisasi.
Pertama adalah need atau kebutuhan yang berperan menjelaskan persoalan nyata di sekitar yang ingin dijawab, baik oleh individu, tim, dan organisasi. Kedua, action atau tindakan yang menjelaskan kontribusi unik yang dapat diberikan untuk menjawab kebutuhan tersebut, sesuai dengan kekuatan dan keahlian masing-masing.
Ketiga adalah impact atau dampak yang menjelaskan hasil bermakna yang ingin diwujudkan melalui kontribusi tersebut, baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan yang lebih luas.
“Ketiga elemen ini saling terkait dan perlu dirumuskan secara berulang, bukan sekali dibuat lalu dilupakan begitu saja. Sebab, panggilan jiwa bukanlah tujuan yang statis, melainkan proses yang terus disempurnakan seiring perjalanan seseorang maupun organisasi,” jelas Coach Fahmi.
Adapun untuk membangun Soul Calling dalam tim dapat melalui beberapa langkah. Pertama, menjadi teladan yang menunjukkan bagaimana bekerja dengan penuh makna, bukan sekadar menyampaikan instruksi.
Baca juga: Coach Dr Fahmi Dorong Adanya Daya Tumbuh untuk Berdaya Saing di Open House Gemilang
Lalu, menyampaikan kisah-kisah yang menghubungkan pekerjaan sehari-hari dengan dampak yang lebih besar, melibatkan tim dalam merumuskan tujuan bersama, alih-alih sekadar menetapkannya secara sepihak.
Kemudian menciptakan ruang refleksi secara berkala agar setiap anggota tim tetap terhubung dengan alasan mendasar mengapa mereka bekerja. Serta, menyelaraskan panggilan individu dengan visi organisasi, sehingga setiap orang merasa bahwa perannya benar-benar berarti.
Jika langkah-langkah ini dijalankan secara konsisten, organisasi tidak hanya bertumbuh dari sisi angka saja. Tetapi juga semakin kokoh dari sisi jiwa yang menggerakkannya.
Pada akhirnya, scale up yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari seberapa besar omzet, seberapa luas ekspansi, atau seberapa banyak tim yang direkrut. Scale up sejati juga ditentukan oleh seberapa dalam setiap orang dalam organisasi menemukan Soul Calling-nya masing-masing.
Pemimpin yang mampu menghadirkan panggilan jiwa dalam timnya akan membangun organisasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga bermakna dan berkelanjutan.
Tentang Coach Fahmi
Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd, S.H, M.M, Advokat yang akrab disapa Coach Dr Fahmi berkat pemikiran dan kontribusinya dalam kemajuan bangsa mendapatkan sejumlah penghargaan dalam beberapa waktu terakhir.
Penghargaan tersebut antara lain Penerima Anugerah Insan Pancasila tahun 2024 oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Penerima Penghargaan Inspiring of The Year 2024 dari Anugerah TIMES Indonesia.
Kemudian alumni TOT Lemhannas RI Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan ke-38 tahun 2026.
Sosok Coach Fahmi juga dikenal aktif sebagai Advokat PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia), Business Coach, dan Leadership Coach.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Caption:
Deskripsi Meta: Coach Dr Fahmi ungkap pentingnya Soul Calling dalam meningkatkan level bisnis atau organisasi.
Tags: Coach Fahmi, Imam Muhajirin Elfahmi, Coach Dr Fahmi, Leadership, Kepemimpinan, Bisnis, Scale Up, Soul Calling

























