Malang, Tugumalang.id – Bagi Khanza Aisyah Putri Wijaya, keberanian berbicara di depan banyak orang lahir dari proses panjang. Ia tekun berlatih untuk keluar dari sifat pemalunya hingga menjadi pendongeng cilik yang aktif tampil di berbagai kegiatan.
Siswi kelas X jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen itu menjadikan dunia mendongeng sebagai salah satu cara mengembangkan kemampuan public speaking sekaligus berbagi cerita kepada anak-anak.
“Awal-awal itu saya anaknya bisa dibilang pemalu banget. Saya introvert,” ujar gadis yang akrab disapa Aisy tersebut.
Ketertarikannya pada dunia public speaking tidak lepas dari peran sang ayah yang juga merupakan mentor dan praktisi public speaking. Sejak kecil, Aisy kerap diajak sang ayah menghadiri berbagai kegiatan dan event.
Dari situlah ia mulai belajar berbicara di depan umum. Dari berbagai jenis public speaking yang dikenalnya, mendongeng menjadi salah satu bidang yang paling menarik perhatiannya.
Saat ini, Aisy lebih banyak membawakan cerita untuk anak-anak mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD). Ia kerap tampil dalam berbagai kegiatan sekolah maupun agenda lainnya.
Tak hanya tampil secara langsung, kemampuan mendongeng Aisy juga dibagikan melalui radio. Remaja asal Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, itu menjadi pengisi program Kosmo Kids di Radio Kosmonita yang disiarkan setiap Minggu pukul 16.00.
Bagi Aisy, mendongeng merupakan sarana melatih kemampuan berbicara sekaligus menyampaikan pesan kepada pendengarnya. Dari berbagai jenis cerita yang dibawakan, Aisy mengaku paling menyukai kisah-kisah Islami.
“Saya paling suka kisah Islami karena gampang dihafalkan, karena sumbernya jelas,” katanya.
Sejak duduk di bangku SD, Aisy telah mengikuti berbagai lomba public speaking. Ia pernah meraih juara dua lomba presenter dengan materi tentang destinasi di Malang. Ia juga pernah menjuarai lomba pembuatan video profil yang diselenggarakan komunitas Tangan di Atas (TDA) tingkat nasional.
Aisy tidak ingin berhenti sebagai pendongeng. Ke depan, ia ingin memperluas kiprahnya di dunia public speaking dengan menjadi Master of Ceremony (MC) dan host. Selain itu, Aisy juga memiliki ketertarikan terhadap dunia kepenulisan.
“Saya menjangkau dunia public speaking yang lebih luas. Misalnya jadi MC, terus host. Saya juga ingin jadi penulis, karena saya suka menulis,” kata Aisy.

Jurusan DKV yang kini ditempuhnya akan ia manfaatkan untuk mendukung cita-cita tersebut. Aisy bercita-cita menjadi ilustrator buku anak sekaligus menekuni desain grafis.
Aisy menyadari bahwa mendongeng kini tidak sepopuler sebelumnya. Namun, kondisi tersebut justru menjadi salah satu alasan dirinya memilih terus menekuni dunia mendongeng.
Ia berharap semakin banyak orang kembali tertarik mendengarkan cerita dan menjadikan aktivitas tersebut sebagai ruang untuk belajar serta mendapatkan inspirasi.
“Saya ingin banyak orang yang mendengarkan cerita dan terinspirasi untuk belajar public speaking,” ungkapnya.
Baca juga: Dukung Tradisi Mendongeng, Bupati Malang Harap Cerita Lokal Semakin Populer
Sosok yang menjadi panutan Aisy dalam dunia mendongeng adalah Alix Wijaya atau Kak Ale, seorang pendongeng nasional. Dari sosok Ale, Aisy semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuannya.
Saat membacakan dongeng, Aisy bisa dengan mudah mengubah suaranya sehingga penonton dapat membedakan setiap karakter. Hal tersebut menjadi salah satu kunci agar cerita lebih menarik.
Aisy memiliki cara sederhana untuk melatih variasi suara saat membawakan tokoh dalam sebuah cerita. Ia menggunakan huruf vokal sebagai salah satu acuan untuk membedakan karakter suara.
Misalnya, ia menggunakan acuan huruf O untuk karakter dengan suara berat. Sementara itu, ia menggunakan acuan huruf E untuk karakter bersuara cempreng. Ia juga menggunakan acuan huruf I untuk suara anak kecil.
Teknik sederhana tersebut membantunya membedakan karakter dalam cerita sehingga dongeng tidak terdengar monoton. Selain memainkan suara, Aisy menekankan pentingnya latihan untuk membangun kepercayaan diri.
“Saat tampil di depan, kita yang paling tahu apa yang kita bawakan. Jadi jangan takut kalau tiba-tiba dikoreksi orang,” tuturnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko





























