Tugumalang.id – Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 11.15 WIB, Rabu (23/9/2026). Matahari sedang terik-teriknya di kawasan Klojen, Kota Malang.
Di tengah panas siang itu, kami berbincang dengan Ika Pujilestari (38), seorang pengemudi ojek online perempuan asal Jetis, Dau, Kabupaten Malang.
Wawancara kami berlangsung singkat. Ika harus segera bergegas menjemput anaknya dari sekolah.
“Saya biasanya mulai narik jam 6 pagi, selesai jam 4-5 sore. Cuma jeda untuk jemput anak sekolah dan makan siang di rumah,” kata Ika.
Baca Juga: Nasib Malang Becak Motor di Kota Malang, Terpaksa Bertahan dari Serbuan Ojek Online
Sudah sekitar dua tahun Ika menjalani profesi sebagai pengemudi ojek online. Setelah bercerai dengan suaminya beberapa tahun lalu, pekerjaan tersebut menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menghidupi anaknya.

Profesi sebagai driver ojol mungkin selama ini lebih banyak identik dengan laki-laki. Namun bagi Ika, pekerjaan tersebut justru memberikan sesuatu yang penting: fleksibilitas.
“Karena fleksibel juga,” ujarnya.
Sebelum menjadi driver ojol, Ika sempat berjualan pakaian bekas. Ia biasanya berjualan di berbagai event. Namun pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan dan event berhenti.
Baca Juga: Transportasi Online Jadi Solusi Penghasilan bagi Penyandang Disabilitas
“Biasanya saya jualan di event-event. Saat pandemi tidak ada event, akhirnya tidak jualan lagi,” tutur ibu satu anak tersebut.
Setelah usaha itu berhenti, Ika sempat berada dalam kondisi tanpa penghasilan. Ia bahkan mengaku pernah tidak memiliki uang sama sekali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dulu pernah tidak punya uang sama sekali. Bahkan uang yang saya pegang tidak sampai Rp50 ribu. Makanya saya bekerja ini,” katanya.
Dalam kondisi tersebut, menjadi driver ojek online menjadi pilihan yang bisa segera ia jalankan tanpa harus meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.
Setiap hari, Ika rata-rata mendapatkan sekitar 20 orderan. Dari pekerjaan itu, ia bisa memperoleh pendapatan kotor sekitar Rp200 ribu per hari.
Penghasilan tersebut kemudian ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus perlahan membangun kehidupan yang lebih baik.
Tahun lalu, Ika bahkan mengambil sepeda motor baru dengan sistem kredit. Setiap bulan, ia harus membayar cicilan sekitar Rp785 ribu.
Di tengah rutinitasnya sebagai driver ojol, Ika masih menyimpan satu keinginan untuk masa depan. Ia ingin mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membuka usaha sendiri.
“Ke depan maunya sambil nabung, untuk modal buka usaha,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A






























