MALANG, Tugumalang.id – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menekankan pentingnya peran pengelolaan informasi yang andal, terintegrasi dan berkelanjutan dari hulu ke hilir.
Hal ini penting sebagai pilar utama dalam manajemen risiko bencana hidrometeorologi. Informasi yang kuat dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung sistem peringatan dini, upaya mitigasi, dan pengambilan keputusan kebencanaan yang efektif.
Pernyataan ini disampaikan Faisal saat menjadi pembicara dalam acara webinar yang diselenggarakan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta belum lama ini.
Baca Juga: Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Wilayah Kota Malang
Dalam pemaparannya, Faisal mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kejadian bencana di Indonesia masih didominasi oleh banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang terjadi hampir di seluruh wilayah.
Dinamika atmosfer, termasuk pengaruh siklon tropis seperti Cempaka, Seroja, dan Senyar, turut memperparah intensitas hujan ekstrem yang memicu banjir dan longsor.
“Secara umum trennya terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus diperkuat secara berkelanjutan,” ungkap Faisal dilansir dari laman resmi BMKG, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: Suhu Dingin Selimuti Kota Malang, Ini Penjelasan BMKG
Lebih lanjut, pihaknya menyebut tantangan perlu dijawab melalui penguatan sistem peringatan dini yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dalam konteks ini, BMKG berperan di hulu sebagai penyedia data, informasi, dan peringatan dini berbasis sains.
“BMKG berada di hulu. Kami menyediakan data, kemudian didukung big data dan analisis. Selanjutnya, di Disaster Management Command Center ditetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.
Faisal menjelaskan hasil analisis tersebut kemudian akan didiseminasikan melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari peringatan dini resmi, media sosial, hingga aplikasi perpesanan.
Diseminasi informasi yang cepat, tepat, akurat, dan mudah dipahami menjadi kunci agar peringatan dini tidak berhenti pada penyampaian pesan, tetapi mampu mendorong aksi penyelamatan di lapangan.
“Intinya BMKG bekerja di hulu memberikan early warning. Harapannya, nanti dapat tidak hanya sampai pesan peringatan dininya, tapi juga dapat dipahami dan menimbulkan aksi penyelamatan atau early action menuju zero victim,” tutup Faisal.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A
























