Kota Batu, Tugumalang.id – Realisasi pembangunan fasilitas penunjang jalan underpass penghubung ke Pasar Induk Among Tani Kota Batu terus dikejar. Jalan underpass ini penting demi keselamatan warga yang akan menyeberang ke pasar induk.
Terakhir kali, pada Senin (1/1/2024) lalu, ada lansia pejalan kaki berusia 76 tahun tewas tertabrak saat menyeberang ke pasar. Meski memang si nenek tidak menyeberang pada tempatnya, keberadaan jalur underpass masih dirasa penting.
Rencana ini sebenarnya sudah diwacanakan sejak 2-2023, seiring rampungnya pembangunan pasar senilai Rp 166 miliar tersebut. Kehadiran jalur underpass ini juga akan menghubungkan pasar dan juga terminal Kota Batu.
Terkait hal ini, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai menuturkan jika hingga saat ini rencana tersebut masih harus menempuh sejumlah tahap kajian. Jika sudah, maka baru bisa disusun anggarannya.
Baca Juga: Jembatan Underpass akan Hiasi Pasar Induk Among Tani Kota Batu
”Masih dikaji ya, kalau sudah keluar baru bisa kita susun anggarannya di tahun berapa. Sementara ini masih akan terus kita maksimalkan di 2024,” kata Aries, Senin (29/1/2024).
Jika nantinya proses kajian sudah selesai, maka Pemprov Jatim juga akan memberikan sinyal positif untuk membangun underpass ini di 2024. ”Doakan saja di 2024 ini mencukupi waktunya. Kalau tidak cukup ya berarti tahun 2025,” ujarnya.
Menurut dia, fungsi jalur undepass ini juga cukup penting mengingat Jalan Dewi Sartika menjadi jalur utama untuk masuk ke Kota Batu dari wilayah Malang.
“Pasalnya di jalur sana itu lalu lalang kendaraan di sana cukup kencang di Jalan Dewi Sartika. Jadi saya kira memang butuh jembatan penyebrangan underpass,” ujar dia.
Terpisah, Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan kajian teknis terlebih dulu sebelum merealisasikan pembangunan itu.
Kajian awal, Alfi mengatakan jika di kawasan sana memang sangat diperlukan akses penyeberangan. Apalagi, diprediksi aktivitas dan tingkat keramaian di sana akan meningkat setelah beroperasi.
Menurut Alfi, pembangunan underpass diperkirakan dapat memakan waktu sekitar satu bulan. Sekalipun anggaran yang dibutuhkan cukup besar, namun cukup unggul dari segi ketahanan dan biaya perawatannya relatif murah.
Baca Juga: Keselamatan Berkendara di Kota Batu Jadi Sorotan, Pemkot Batu Cari Solusi
Selain itu, jembatan underpass juga tidak memakan ruang jalan sehingga tidak akan membawa dampak pada terganggunya arus lalu lintas.
“Secara psikologis masyarakat cenderung malas naik tangga seperti pada jembatan overpass. Masyarakat, terutama lansia lebih memilih jalan datar maupun menurun. Tapi pastinya, harus ada kajian atau studi kelayakan lebih dulu,” ungkapnya.
BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News
reporter: ulul azmy
editor: jatmiko





























