Selasa, Oktober 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Antisipasi Kekerasan Seksual, Siswa Difabel Perlu Sex Education

Redaksi by Redaksi
Agustus 26, 2021 12:25 pm
in Berita
Ilustrasi seorang difabel yang sedang mendapat pengarahan tertentu dari mentornya/tugu malang

Ilustrasi seorang difabel yang sedang mendapat pengarahan tertentu dari mentornya. (Foto: Pexels)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id –  Sejak tahun 2020, New York Times (NYT) mengatakan kejahatan seksual (sex education) yang dialami wanita difabel mencapai 79 persen. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan seks perlu diajarkan untuk siswa spesial tersebut. Di laman NYT mengatakan beberapa siswa difabel setidaknya mendapatkan perilaku tidak senonoh oleh temannya yang non difabel.

Hingga kini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa upaya tertentu belum efektif mengurangi kehamilan di luar nikah pada remaja. Michael A, seorang pelatih utama dan pendidik kesehatan senior di Health Connected di Nirlaba, menyatakan dalam Teenvogue bahwa anak-anak spesial seringkali tidak di prioritaskan kesehatan dan keamanan mentalnya. Hal ini karena pendidik lebih fokus pada aspek kesejahteraan dalam diri anak.

READ ALSO

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Dia mengatakan bahwa seks dan disabilitas merupakan dua hal yang berbeda. Bukan berarti mereka yang difabel tidak memiliki hasrat pada seks. Pengetahuan ini dapat diajarkan saat anak mendekati masa transisi pertumbuhan dari sekolah menengah ke dewasa. Sekolah-sekolah di 9 negara telah memasukkannya dalam kurikulum, dan memudahkan pengemasannya saat disampaikan kepada siswa di sekolah.

Untuk mengurangi keresahan mengenai kekerasan seksual, sejak 2017 pemerintah Inggris memberlakukan undang-undang “pendidikan hubungan dan seksualitas”. Undang-undang ini diberlakukan di semua sekolah menengah.

Dimulai dari kelas 6 Sekolah Dasar diajarkan tentang ‘hubungan yang sehat’ dan membangun persahabatan serta empati. Siswa di atas usia itu pembahasannya mulai mencakup hubungan sehat dan tidak sehat, LGBTQ, stereotip gender, pelecehan dan keamanan media sosial.

Di Inggris mandat ini mencakup siswa pendidikan khusus untuk mendorong mereka memahami topik pada ‘kurikulum spiral’ dalam memahami bahasa “tidur bersama”. Bahasa yang cenderung membingungkan bagi anak-anak penyandang autis. Pendidik juga mengedepankan pengalaman belajar, yaitu berkunjung ke klinik kesehatan dan belajar untuk dapat mengatakan “tidak” di waktu yang tepat.

Sementara itu, Lori Maurer menuliskan dalam parenting for special needs, pendidikan seksual ini sepatutnya diajarkan dari rumah dan oleh orang tua langsung. Karena orangtua yang paling mengerti bagaimana cara berkomunikasi dengan anak.  Cara mengajarkannya dapat melalui singgungan topik saat berbicara intens antara orangtua (ibu) dan anak. Internet juga bisa menjadi jembatan dalam mengajarkan anaknya sebelum mendapatkan pelajaran di sekolah.

Berbeda dengan anak-anak autis dan down sindrom, mereka lebih dulu dikenalkan pada ciri sentuhan yang condong pada pelecehan seksual. Film-film remaja kini juga mulai memberi esensi pendidikan seksual, ini bisa menjadi alternatif saat orang tua merasa kaku untuk mengajak si anak berdiskusi. Saat menonton film bersama, di situ orangtua dapat memberi penjelasan mengenai hal yang baik dan buruk sesuai dengan adegan yang ditayangkan.

Ms. McGovern, seorang ibu dari anak mengidap autis menyesalkan telah mengabaikan pendidikan ini pada anaknya. Kini anaknya tumbuh dewasa dengan banyak hal di luar yang masih belum diketahui.

Ibu ini juga mengungkapkan bahwa dia terlalu fokus memikirkan bagaimana anaknya bekerja saat dewasa nanti. Padahal anak perlu mengetahui bahwa tidak semua orang di luar sana itu baik. Maka diperlukan peran guru dalam mengenalkan anak cara menghadapi kehidupan di luar rumah dan sekolah yang tidak pernah terduga.

Reporter : Auliya Rahma Maziidah

Editor : Herlianto. A

Tags: Kekerasan SeksualPendidikan SeksSexSex Education

Related Posts

Rambu stop Trans Jatim di depan Stadion Kanjuruhan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Berita

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Kamis, 15 Okt 2026
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Next Post
Seorang penyintas Covid-19 yang telah sembuh mendonorkan Plasma Konvalesen (PK) pada Tugu Media Group (TMG) yang bekerjasama dengan PMI Kota Malang/tugu malang

Anda Terinfeksi Covid-19? Ini Syarat untuk Dapatkan Plasma Konvalesen

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.