Jumat, September 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Antisipasi Kekerasan Seksual, Siswa Difabel Perlu Sex Education

Redaksi by Redaksi
Agustus 26, 2021 12:25 pm
in Berita
Ilustrasi seorang difabel yang sedang mendapat pengarahan tertentu dari mentornya/tugu malang

Ilustrasi seorang difabel yang sedang mendapat pengarahan tertentu dari mentornya. (Foto: Pexels)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id –  Sejak tahun 2020, New York Times (NYT) mengatakan kejahatan seksual (sex education) yang dialami wanita difabel mencapai 79 persen. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan seks perlu diajarkan untuk siswa spesial tersebut. Di laman NYT mengatakan beberapa siswa difabel setidaknya mendapatkan perilaku tidak senonoh oleh temannya yang non difabel.

Hingga kini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa upaya tertentu belum efektif mengurangi kehamilan di luar nikah pada remaja. Michael A, seorang pelatih utama dan pendidik kesehatan senior di Health Connected di Nirlaba, menyatakan dalam Teenvogue bahwa anak-anak spesial seringkali tidak di prioritaskan kesehatan dan keamanan mentalnya. Hal ini karena pendidik lebih fokus pada aspek kesejahteraan dalam diri anak.

READ ALSO

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Dia mengatakan bahwa seks dan disabilitas merupakan dua hal yang berbeda. Bukan berarti mereka yang difabel tidak memiliki hasrat pada seks. Pengetahuan ini dapat diajarkan saat anak mendekati masa transisi pertumbuhan dari sekolah menengah ke dewasa. Sekolah-sekolah di 9 negara telah memasukkannya dalam kurikulum, dan memudahkan pengemasannya saat disampaikan kepada siswa di sekolah.

Untuk mengurangi keresahan mengenai kekerasan seksual, sejak 2017 pemerintah Inggris memberlakukan undang-undang “pendidikan hubungan dan seksualitas”. Undang-undang ini diberlakukan di semua sekolah menengah.

Dimulai dari kelas 6 Sekolah Dasar diajarkan tentang ‘hubungan yang sehat’ dan membangun persahabatan serta empati. Siswa di atas usia itu pembahasannya mulai mencakup hubungan sehat dan tidak sehat, LGBTQ, stereotip gender, pelecehan dan keamanan media sosial.

Di Inggris mandat ini mencakup siswa pendidikan khusus untuk mendorong mereka memahami topik pada ‘kurikulum spiral’ dalam memahami bahasa “tidur bersama”. Bahasa yang cenderung membingungkan bagi anak-anak penyandang autis. Pendidik juga mengedepankan pengalaman belajar, yaitu berkunjung ke klinik kesehatan dan belajar untuk dapat mengatakan “tidak” di waktu yang tepat.

Sementara itu, Lori Maurer menuliskan dalam parenting for special needs, pendidikan seksual ini sepatutnya diajarkan dari rumah dan oleh orang tua langsung. Karena orangtua yang paling mengerti bagaimana cara berkomunikasi dengan anak.  Cara mengajarkannya dapat melalui singgungan topik saat berbicara intens antara orangtua (ibu) dan anak. Internet juga bisa menjadi jembatan dalam mengajarkan anaknya sebelum mendapatkan pelajaran di sekolah.

Berbeda dengan anak-anak autis dan down sindrom, mereka lebih dulu dikenalkan pada ciri sentuhan yang condong pada pelecehan seksual. Film-film remaja kini juga mulai memberi esensi pendidikan seksual, ini bisa menjadi alternatif saat orang tua merasa kaku untuk mengajak si anak berdiskusi. Saat menonton film bersama, di situ orangtua dapat memberi penjelasan mengenai hal yang baik dan buruk sesuai dengan adegan yang ditayangkan.

Ms. McGovern, seorang ibu dari anak mengidap autis menyesalkan telah mengabaikan pendidikan ini pada anaknya. Kini anaknya tumbuh dewasa dengan banyak hal di luar yang masih belum diketahui.

Ibu ini juga mengungkapkan bahwa dia terlalu fokus memikirkan bagaimana anaknya bekerja saat dewasa nanti. Padahal anak perlu mengetahui bahwa tidak semua orang di luar sana itu baik. Maka diperlukan peran guru dalam mengenalkan anak cara menghadapi kehidupan di luar rumah dan sekolah yang tidak pernah terduga.

Reporter : Auliya Rahma Maziidah

Editor : Herlianto. A

Tags: Kekerasan SeksualPendidikan SeksSexSex Education

Related Posts

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Perumahan White House Joyo Agung, RT 05/RW 13, pada Sabtu (8/8/2026). Foto/dok
Berita

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Sabtu, 8 Agu 2026
Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Next Post
Seorang penyintas Covid-19 yang telah sembuh mendonorkan Plasma Konvalesen (PK) pada Tugu Media Group (TMG) yang bekerjasama dengan PMI Kota Malang/tugu malang

Anda Terinfeksi Covid-19? Ini Syarat untuk Dapatkan Plasma Konvalesen

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.