Tugumalang.id – Pemkot Malang telah menggulirkan program 1.000 beasiswa pendidikan jenjang SD hingga kuliah di tahun 2026 ini. DPRD Kota Malang meminta program tersebut bisa tepat sasaran. Sebab, angka putus sekolah di Kota Malang masih tinggi.
Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Herdiyanto mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan program 1.000 beasiswa pendidikan agar benar benar tepat sasaran.
Saat ini, pihaknya juga masih menunggu data konkret dari Pemkot Malang sebelum melakukan evaluasi lebih lanjut. Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci agar program bantuan pendidikan tidak meleset dari tujuan awal. DPRD ingin memastikan penerima beasiswa benar benar berasal dari siswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Ingatkan Waspada Penimbunan Bahan Pokok Jelang Idul Fitri 2026
“Kami masih monitoring sambil menunggu data yang benar benar konkret dan otentik dari dinas terkait. Dari situ nanti bisa dilihat apakah program beasiswa ini tepat sasaran atau tidak,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Ia menambahkan, beasiswa yang disiapkan Pemkot Malang diharapkan mampu menjangkau berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Tujuannya agar seluruh siswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan akses melanjutkan pendidikan.
Lebih jauh, pihaknga juga mengingatkan persoalan anak putus sekolah yang masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kota Malang. Berdasarkan data terbaru Disdikbud Kota Malang, ada sekitar 1.700 anak putus sekolah.
Jumlah tersebut diklaim sudah menurun tajam jika dibandingkan tahun 2024 setelah sebagian anak difasilitasi kembali bersekolah melalui program pendidikan kesetaraan seperti paket A, paket B, maupun paket lainnya.
Baca Juga: Komisi D DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Menu MBG Kering Ramadan 2026
Meski demikian, Eko menilai angka tersebut belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya. Tidak menutup kemungkinan, ia menyebut masih ada anak yang belum terdata sehingga jumlah anak putus sekolah bisa lebih besar dari data resmi.
“Bukan tidak mungkin, angkanya lebih besar. Untuk itu, kami juga merekomendasikan ada penguatan pendataan yang lebih akurat. Hal ini penting agar program kebijakan bisa tepat sasaran,” tuturnya.
DPRD juga mendorong agar jumlah anak tidak sekolah di Kota Malang bisa terus ditekan hingga zero anak putus sekolah. Hal itu menurutnya realistis. Mengingat, Kota Malang memiliki predikat atau julukan Kota Pendidikan.
“Kuatkan akurasi pendataan. Pastikan seluruhnya telah terdata. Sehingga angka putus sekolah bisa ditekan sampai nol kasus,” ucapnya.
“Kalau program ini sukses, bukan tidak mungkin bisa dikembangkan. Misalnya beasiswa alat tulis dan lain sebagainya. Seragam gratis kan sudah ada,” tandasnya.
Sebelumnya, Pemkot Malang telah resmi menggulirkan program 1.000 beasiswa pendidikan 2026 untuk jenjang SD hingga kuliah.
Total, ada sebanyak 1.151 pelajar jenjang SD hingga perguruan tinggi telah masuk data sasaran. Secara rinci, telah ditetapkan 300 pelajar SD, 300 pelajar SMP, 210 pelajar SMA/SMK dan 341 mahasiswa.
Rencananya setiap jenjang pendidikan akan menerima beasiswa dengan besaran berbeda. Untuk jenjang SD, pelajar akan mendapat beasiswa senilai Rp 220 ribu per bulan. Lalu SMP Rp 330 ribu per bulan, SMA Rp 440 ribu per bulan dan perguruan tinggi Rp 2 juta per bulan.
Pemkot Malang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 8,3 miliar melalui APBD Kota Malang untuk merealisasikan program beasiswa pendidikan 2026 ini.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























