MALANG, Tugumalang.id – Balita 2,5 tahun berinisial AK di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang didiagnosa mengalami kelainan jantung bawaan. Saat ini, ia tengah menjalani observasi di RSUD Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Awalnya AK mengalami stunting dengan berat badan hanya tujuh kilogram, jauh di bawah standar ideal. Sebab pada usia 2,5 tahun, berat badan normal umumnya mencapai sekitar 12 kilogram.

Kelainan Jantung Jadi Pemicu Stunting
Rupanya, kelainan jantung dapat menjadi salah satu penyebab stunting. Jika penyakit tersebut diketahui sejak dini dan mendapat penanganan tepat, pertumbuhan balita masih dapat kembali normal.
Dokter Spesialis Jantung RSSA Kota Malang yang menangani AK, dr Heny Martini menjelaskan, sebelum terdeteksi penyakit jantung bawaan, pasien beberapa kali keluar-masuk rumah sakit. Kondisi kesehatannya ternyata juga dipengaruhi kelainan jantung tersebut.
Baca juga: 3 dari 20 Bayi di Jawa Timur Alami Stunting, Program PASTI Jadi Harapan Baru
“Pasien berulang kali masuk rumah sakit karena infeksi paru-paru. Infeksi ini disebabkan karena sakit jantungnya. Jika tidak segera ditangani, maka infeksi paru-parunya juga berulang terus dan berat badannya tidak akan bertambah,” jelas Heny saat ditemui di RSSA Kota Malang, Selasa (9/12/2025).
Ia menambahkan, pembedahan akan dilakukan sesegera mungkin. Tim medis masih menunggu kondisi pasien benar-benar optimal dan tidak sedang mengalami infeksi.
Tindakan operasi akan dilakukan di RSSA oleh tim dokter yang terdiri dari dokter jantung, dokter anak, dokter bedah, dan dokter anestesi. Seluruh tim ini telah memiliki pengalaman menangani kasus serupa.
“Kami sudah berulang kali menangani kasus yang sama. Kondisi pasien ini memang agak berat karena masih balita. Tapi ia membutuhkan penanganan segera,” tegas Heny.
Pemkab Malang Kawal Penanganan AK
Kasus ini mendapat perhatian langsung dari Bupati Malang, Sanusi setelah ditemukan saat kunjungan kerja ke Kecamatan Ngajum. Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen mengawal proses penyembuhan AK hingga tuntas.
Pada Selasa (9/12/2025), Sanusi menjenguk AK di RSSA Kota Malang sekaligus berdialog dengan kedua orang tuanya.
Baca juga: Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis
Sanusi mengatakan, ia memberi atensi khusus atas temuan adanya keterkaitan antara stunting dan kelainan jantung. Ia bahkan telah berdiskusi dengan Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Prof Saifur Rohman mengenai hal tersebut.
“Menurut Prof Saifur, memang salah satu penyebab stunting adalah kelainan jantung bawaan,” kata Sanusi.
Akibat kondisi itu, nutrisi tidak dapat diserap tubuh balita secara optimal sehingga menghambat pertumbuhan. Untuk itu, Pemkab Malang akan menggandeng Prodi Kardiologi FKUB dalam melakukan screening pada balita stunting.
“Apabila ada temuan kelainan jantung bawaan, akan segera kami tangani. Harapannya mereka bisa segera sembuh dan angka stunting bisa ditekan,” ujar Sanusi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























