Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Era AI Otonom Dimulai 2026, Chatbot Mulai Ditinggalkan

Redaksi by Redaksi
Desember 17, 2025 4:07 pm
in News, Tugu AI
AI otonom

Driver robot AI/foto freepik.com

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Fase eksperimental kecerdasan buatan generatif (AI) diperkirakan segera berakhir. Memasuki tahun 2026, fokus industri AI akan bergeser menuju sistem yang benar-benar otonom, tidak lagi sekadar merangkum atau merespons perintah, tetapi mampu bertindak dan mengeksekusi tugas secara mandiri.

Dilansir dari AInews, dalam 12 bulan ke depan, perhatian dunia teknologi tidak lagi tertuju pada besarnya parameter model, melainkan pada agensi AI, efisiensi energi, serta kemampuan sistem untuk beroperasi di lingkungan industri yang kompleks. Peralihan dari chatbot menuju sistem otonom dengan pengawasan minimal ini memaksa organisasi menata ulang infrastruktur, tata kelola, hingga manajemen talenta.

READ ALSO

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Sistem AI Otonom Mulai Mengambil Alih Kendali

Era AI Otonom 2026
foto/freepik.com

Hanen Garcia, Kepala Arsitek Telekomunikasi Red Hat, menilai bahwa tahun 2025 menjadi fase eksperimen, sementara 2026 menandai pergeseran krusial menuju AI agen. Menurutnya, AI agen merupakan entitas perangkat lunak otonom yang mampu bernalar, merencanakan, dan mengeksekusi alur kerja kompleks tanpa intervensi manusia secara berkelanjutan.

Sektor telekomunikasi dan industri berat disebut sebagai medan uji utama. Garcia menyoroti arah menuju autonomous network operations atau ANO, yakni sistem jaringan yang tidak hanya otomatis, tetapi juga mampu mengonfigurasi dan memperbaiki dirinya sendiri. Strategi ini bertujuan membalikkan komoditisasi layanan dengan memprioritaskan kecerdasan, bukan sekadar infrastruktur, sekaligus menekan biaya operasional.

Secara teknologi, penyedia layanan mulai mengadopsi sistem multiagen atau multi-agent systems. Pendekatan ini memungkinkan sejumlah agen AI bekerja sama dalam menyelesaikan tugas bertahap secara otonom, menggantikan ketergantungan pada satu model tunggal. Namun, meningkatnya otonomi juga menghadirkan risiko baru.

Baca juga: 12 Tonggak Sejarah Kecerdasan Buatan: Dari Alan Turing hingga GPT-5

Emmet King, Mitra Pendiri J12 Ventures, mengingatkan bahwa ketika agen AI mampu mengeksekusi tugas secara mandiri, instruksi tersembunyi dalam gambar atau alur kerja berpotensi menjadi celah serangan. Karena itu, fokus keamanan perlu bergeser dari perlindungan titik akhir menuju pengaturan dan audit atas tindakan AI otonom.

Daya Listrik Jadi Faktor Penentu Persaingan AI

AI Agent robot industri
foto/freepik.com

Seiring meningkatnya skala penggunaan AI otonom, organisasi menghadapi batasan fisik berupa ketersediaan energi. King menilai bahwa akses listrik, bukan sekadar akses model, akan menentukan startup mana yang mampu bertahan dan berkembang.

Ia bahkan menyebut bahwa kelangkaan daya komputasi kini bergantung pada kapasitas jaringan listrik, menjadikan kebijakan energi sebagai kebijakan AI secara de facto, khususnya di Eropa.

Pandangan serupa disampaikan CTO Cloudera, Sergio Gago. Ia memprediksi perusahaan akan menjadikan efisiensi energi sebagai indikator kinerja utama atau KPI. Keunggulan kompetitif ke depan tidak lagi ditentukan oleh model terbesar, melainkan oleh penggunaan sumber daya yang paling efisien dan cerdas.

Asisten AI horizontal yang minim keahlian domain dan tidak didukung data eksklusif diperkirakan gagal memenuhi uji ROI. Nilai ekonomi paling nyata justru akan muncul dari sektor manufaktur, logistik, dan teknik tingkat lanjut, di mana AI tertanam langsung dalam alur kerja bernilai tinggi, bukan sekadar antarmuka konsumen.

AI Mengakhiri Era Aplikasi Statis

Transformasi juga terjadi pada cara perangkat lunak dikonsumsi. Field CTO Cloudera untuk wilayah EMEA, Chris Royles, menyebut konsep aplikasi tradisional kian kehilangan relevansi. Pada 2026, AI diperkirakan mengubah secara radikal cara aplikasi dirancang, digunakan, dan dibangun.

Pengguna akan semakin sering meminta modul sementara yang dihasilkan dari perintah dan kode. Modul ini hanya aktif selama dibutuhkan, lalu ditutup setelah fungsinya terpenuhi. Aplikasi sekali pakai tersebut dapat dibuat dan dibangun ulang dalam hitungan detik.

Kondisi ini menuntut tata kelola yang lebih ketat. Organisasi harus memiliki visibilitas penuh atas proses penalaran AI dalam membangun modul, guna memastikan kesalahan dapat ditelusuri dan diperbaiki secara aman.

Data Sekali Pakai dan Agen Tata Kelola AI

Penyimpanan data juga menghadapi tekanan serupa. Direktur Pemasaran Produk Cloudera, Wim Stoop, memperkirakan era penimbunan data digital akan segera berakhir karena kapasitas penyimpanan mencapai batas.

Data yang dihasilkan AI diprediksi bersifat sementara, dibuat dan diperbarui sesuai kebutuhan, bukan disimpan tanpa batas waktu. Sebaliknya, data terverifikasi hasil produksi manusia justru akan semakin bernilai, sementara konten sintetis cenderung dibuang.

Baca juga: Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari, 3 Manfaat dan 5 Tantangan

Kekosongan ini akan diisi oleh agen tata kelola AI khusus. Agen digital tersebut bertugas memantau, mengamankan, dan menyesuaikan kebijakan data secara otomatis. Dalam praktiknya, agen keamanan dapat langsung mengubah izin akses saat data baru masuk ke sistem, tanpa campur tangan manusia.

Kedaulatan Data dan Unsur Manusia Tetap Krusial

AI Otonom
Ilustrasi/freepik

Isu kedaulatan tetap menjadi perhatian utama, khususnya bagi sektor TI di Eropa. Survei Red Hat menunjukkan 92 persen pemimpin TI dan AI di kawasan EMEA menganggap perangkat lunak sumber terbuka perusahaan sebagai kunci untuk mencapai kedaulatan data.

Penyedia teknologi pun memanfaatkan infrastruktur pusat data yang ada untuk menghadirkan solusi AI berdaulat, memastikan data tetap berada dalam yurisdiksi tertentu demi memenuhi regulasi.

Di sisi lain, integrasi AI dengan tenaga kerja manusia semakin bersifat personal. Nick Blasi, salah satu pendiri Personos, menilai bahwa sistem AI yang mengabaikan aspek manusia seperti nada bicara, temperamen, dan kepribadian akan cepat usang.

Pada 2026, Blasi memperkirakan separuh konflik di tempat kerja dapat terdeteksi oleh AI sebelum disadari manajer. Sistem ini akan berfokus pada komunikasi, kepercayaan, motivasi, hingga resolusi konflik, dengan ilmu kepribadian berperan sebagai fondasi utama AI otonom generasi berikutnya.

Era kemasan tipis berbasis gembar-gembor dinilai telah berakhir. Kini, pembeli mengukur produktivitas nyata. Keunggulan kompetitif tidak lagi berasal dari sekadar menyewa akses model AI, melainkan dari pengendalian alur pelatihan, data, dan pasokan energi yang menopangnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: AInews
redaktur: jatmiko

Tags: AI industriAI otonomefisiensi energi AIkecerdasan buatankecerdasan buatan 2026kedaulatan datamasa depan teknologisistem multiagentransformasi digital

Related Posts

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
42dc89d5 Adcc 4908 8e53 0c98de78d5d8
News

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Kamis, 16 Jul 2026
Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq (baju coklat) berfoto bersama usai panen tebu bersama di Gondanglegi. Foto: Pemkab Malang
News

Wamenko Pangan Dorong Peningkatan Rendemen Tebu demi Capai Swasembada Gula

Kamis, 16 Jul 2026
Bawaslu Kabupaten Malang dan Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Perkuat Pengawasan Partisipatif
News

Bawaslu Kabupaten Malang dan Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Perkuat Pengawasan Partisipatif

Kamis, 16 Jul 2026
Stadion
News

Stadion Kanjuruhan Lolos Verifikasi, Arema FC Siap Tuntaskan Catatan Minor

Kamis, 16 Jul 2026
Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang
News

Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang

Rabu, 15 Jul 2026
Next Post
Mahasiswa Unikama

Prabusaka 2025 Meriah, Mahasiswa Unikama Tegaskan Komitmen Merawat Budaya Nusantara

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.