Minggu, Agustus 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Jangan Terlalu Berpikir Positif, Ini Dampaknya

Redaksi by Redaksi
Juli 17, 2023 9:33 am
in Tugu Sehat
Ilustrasi.

Ilustrasi. (Foto/Freepik)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Masyarakat sudah semakin sadar dengan pentingnya menjaga kesehatan mental. Salah satu istilah yang ramai diperbincangkan yaitu toxic positivity atau obsesi selalu berpikir positif. Hal ini terdengar baik, tetapi ternyata dapat berdampak negatif atau merusak mental seseorang.

Toxic positivity adalah keyakinan bahwa tidak peduli seberapa buruk atau sulitnya suatu situasi, orang harus mempertahankan pola pikir positif. Meskipun bersikap optimis itu merupakan hal baik, namun sikap ini berarti menyangkal semua pikiran atau perasaan negatif, dan berpura-pura semuanya berjalan dengan baik padahal sebenarnya tidak.

READ ALSO

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Sikap toxic positivity dapat membahayakan orang yang sedang mengalami masa-masa sulit. Hal ini disebabkan manusia dituntut untuk menekan perasaan negatif yang dirasakannya seperti sedih, kecewa, marah atau kesal. Padahal, hidup tidak selalu positif, sangat wajar untuk memiliki emosi dan pengalaman yang menyakitkan.

Baca Juga: Apa Itu Kesehatan Mental dan Cara Menjaganya

Terdapat tanda-tanda sikap toxic positivity yang harus Anda hindari, diantaranya adalah menyembunyikan apa yang dirasakan sebenarnya; mencoba untuk tetap melanjutkan hidup dan menghilangkan perasaan negatif; merasa bersalah karena merasakan perasaan negatif; menghakimi orang lain ketika mereka tidak memiliki sikap positif; menyepelekan peristiwa buruk yang dirasakan orang lain dan menghindari masalah.

Nah, mulai sekarang, hindari kalimat toxic positivity yang kerap digunakan ini.
“Udahlah, dunia ga hancur, kok”
“Tenang, semua pasti ada hikmahnya.”
“Jangan sedih/nangis, dong”
“Yuk, bisa yuk!”
“Kamu sih masih mending, lah aku?”
“Bersyukur, ada yang lebih parah, lho”

Alih-alih berucap seperti itu, kalimat-kalimat tersebut dapat diganti dengan kalimat seperti “Ceritakan, kemampuan dan keterbatasan setiap orang berbeda. Itu hal yang wajar.” “Aku mendengarkan, apa yang bisa aku bantu?” dan “Apa yang kamu rasakan valid, wajar kok merasa seperti itu”.

Baca Juga: Tiga Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental Menurut Psikolog

Ketika orang yang sedang di masa sulitnya diberikan tanggapan toxic positivity. Kebanyakan akan merasa bersalah, dipermalukan, tidak didengar, semakin terpuruk dan apa yang dirasakan tidak valid. Hal ini akan menimbulkan stress dan dampak buruk pada kesehatan tubuh dan mental.

Untuk ‘berdamai’ dengan toxic positivity ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan. Pertama, Anda dapat jujur dengan apa yang sebenarnya Anda rasakan, bersikap realistis.

Saat menghadapi situasi yang sulit, sangat wajar jika Anda merasa stres, sedih, khawatir, atau bahkan takut. Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Ini juga dapat diterapkan pada orang lain, mendengarkan dan memvalidasi perasaan orang lain.

Selanjutnya, tetapkan batasan diri dengan lingkungan penuh toxic positivity. Dikelilingi dengan kumpulan orang yang positif memang baik, namun bukan kumpulan dengan toksisitas positif bisa menjadi dampak buruk terhadap kesehatan mental.

Terakhir, kurangi penggunaan sosial media. Tanpa disadari, penggunaan media kerap membuat orang hanya menunjukkan sisi terbaik dalam hidupnya dan memaksakan untuk menyembunyikan perasaan positif. Maka, beristirahatlah dari penggunaan media sosial jika dirasa membawa lebih banyak dampak negatif daripada positif.

Perlu diingat, bahwa emosi negatif bukan hal buruk. Merasakan emosi negatif merupakan bagian dari hidup. Untuk itu, hindari untuk terus memaksakan diri maupun orang lain tetap bersikap positif ketika masa-masa sulit. Anda hanya akan menyakiti diri sendiri dan orang yang Anda sayangi dengan memaksakan pola pikir ini.

Penulis: Nurul Amelia Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: Berpkir PositifKesehatan MentalMental HealthToxic Positivity

Related Posts

Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Tugu Sehat

Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya

Senin, 20 Jul 2026
Next Post
Ilustrasi tampil stylish.

5 Tips Agar Gaya Fashion Tetap Stylish dan Lebih Percaya Diri

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.