Malang, Tugumalang.id – Gaya hidup minim aktivitas fisik atau sedentari diam-diam meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, bahkan sejak usia produktif. Kebiasaan duduk atau rebahan terlalu lama disebut dapat memicu obesitas, diabetes, hingga hipertensi.
Pakar kedokteran okupasi sekaligus Dosen Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Rubayat Indradi, MOH., mengimbau masyarakat mulai mengubah kebiasaan tersebut agar terhindar dari ancaman penyakit jangka panjang.
Sedentary lifestyle atau gaya hidup sedentari merupakan pola hidup minim aktivitas fisik. Seseorang lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk atau berbaring tanpa mengeluarkan banyak energi.
Baca juga: Merokok dan Rokok Elektrik Picu Kenaikan Risiko Diabetes, Studi University of Georgia Ungkap Datanya

Menurut Rubayat, rutinitas harian masyarakat, baik pekerja maupun pelajar, kini didominasi postur statis selama berjam-jam tanpa diselingi aktivitas fisik yang memadai. Kondisi itu menjadi pintu masuk berbagai penyakit degeneratif.
“Silakan menganalisis diri sendiri per 24 jam, berapa jam Anda duduk di ruangan atau rebahan, yang mana itu adalah contoh nyata sedentary work yang berisiko memunculkan obesitas, diabetes, hingga hipertensi,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Ia menilai pesatnya perkembangan teknologi digital turut berkontribusi terhadap menurunnya aktivitas fisik masyarakat. Berbagai kemudahan membuat orang semakin enggan bergerak, bahkan untuk aktivitas sederhana.
“Kecanggihan teknologi sekarang itu bikin kita jadi malas, apa-apa delivery, ya mager. Kenapa tidak diubah habit-nya itu. Cobalah jalan kaki dan jangan takut berkeringat,” jelasnya.
Rubayat mendorong masyarakat membangun komitmen untuk rutin beraktivitas fisik, bukan sekadar menghabiskan waktu di depan layar. Menurutnya, tubuh yang aktif bergerak juga berperan penting mengurangi beban mental dan stres akibat tekanan kehidupan sehari-hari.
“Itulah pentingnya punya hobi fisik. Jangan jempol saja yang olahraga, jadi jempolnya saja yang sehat. Mulailah olahraga kecil seperti stretching setiap 2 jam sekali atau berjalan kaki,” tegasnya.
Baca juga: Diabetes dapat Dicegah! Pentingnya Rutin Periksa Gula Darah
Ia menekankan bahwa menjaga kebugaran di era modern membutuhkan kesadaran setiap individu untuk melawan kenyamanan semu yang ditawarkan gaya hidup sedentari. Mengandalkan berbagai kemudahan memang praktis, tetapi mengorbankan kesehatan demi kemalasan akan berdampak pada masa mendatang.
Rubayat juga mengajak masyarakat mengurangi waktu menatap layar dan kembali membiasakan tubuh bergerak.
“Jadikan jalan kaki dan peregangan sebagai rutinitas wajib, karena tubuh yang aktif bergerak adalah investasi tak ternilai serta kunci utama menuju kehidupan yang produktif dan berkualitas,” imbaunya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























