Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Merokok dan Rokok Elektrik Picu Kenaikan Risiko Diabetes, Studi University of Georgia Ungkap Datanya

Redaksi by Redaksi
November 16, 2025 8:45 am
in Tugu Sehat
Rokok elektrik

ilustrasi/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id-Penelitian terbaru dari University of Georgia (UGA) mengungkap bahwa pengguna rokok elektrik, rokok konvensional, maupun keduanya memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes. Seperti dikutip dari sciencedaily, Studi tersebut menunjukkan bahwa perokok memiliki tingkat diagnosis pradiabetes dan diabetes yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

“Di era ketika rokok elektrik dipasarkan sebagai alternatif yang ‘lebih aman’, temuan ini menunjukkan bahwa rokok elektrik mungkin memiliki bahaya tersembunyi dan turut berkontribusi terhadap masalah kesehatan jangka panjang seperti pradiabetes dan diabetes,” ujar Sulakshan Neupane, penulis utama studi sekaligus mahasiswa doktoral di Fakultas Ilmu Pertanian dan Lingkungan UGA. Ia menambahkan bahwa meningkatnya penggunaan rokok elektrik perlu diimbangi pemahaman mendalam mengenai dampaknya terhadap kesehatan.

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mencatat bahwa popularitas vaping terus naik, terutama di kalangan anak muda. Berdasarkan hasil studi, peningkatan penggunaan rokok elektrik ini berpotensi diikuti naiknya angka diabetes pada kelompok tersebut.

Baca juga: Benarkah Rokok Elektrik Lebih Sehat dari Rokok Biasa?

Penelitian juga mencatat bahwa risiko diabetes atau pradiabetes lebih tinggi pada individu Hispanik dan kulit hitam yang tinggal di lingkungan kurang beruntung secara ekonomi, serta pada mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Pengguna Ganda Alami Peningkatan Risiko Prediabetes

Dengan menganalisis lebih dari 1,2 juta tanggapan pada survei Sistem Pengawasan Faktor Risiko Perilaku, para peneliti menelusuri keterkaitan antara penggunaan rokok elektrik dan kebiasaan merokok tradisional dengan diagnosis pradiabetes maupun diabetes.

Hasil analisis menunjukkan bahwa vaping saja dikaitkan dengan peningkatan risiko pradiabetes sebesar 7%. Penggunaan rokok elektrik diduga memengaruhi fungsi insulin sementara dan berkontribusi pada penambahan berat badan, dua faktor yang berkaitan erat dengan pradiabetes.

Meski angka 7% tampak kecil, angka tersebut mewakili sekitar 7.000 kasus pradiabetes tambahan setiap tahun di AS berdasarkan tren populasi saat ini.

Di sisi lain, merokok sigaret atau cerutu meningkatkan risiko pradiabetes sebesar 15%. Risiko meningkat tajam hingga 28% pada individu yang merokok sekaligus menggunakan vape. Mereka yang menggunakan rokok dan rokok elektrik juga lebih berisiko didiagnosis diabetes, dengan peningkatan masing-masing 7% dan 9%.

“Penggunaan rokok elektrik saja meningkatkan kemungkinan pradiabetes, sementara penggunaan ganda menambah risiko secara signifikan. Temuan ini menegaskan potensi bahaya dari penggunaan kedua produk tersebut,” jelas Neupane.

Berat Badan, Pendapatan dan Demografi Pengaruhi Risiko

Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor pribadi dan demografi turut memperbesar risiko pradiabetes dan diabetes. Orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang merokok lebih rentan mengalami kondisi tersebut. Pengguna rokok elektrik yang memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi menunjukkan hasil kesehatan yang lebih buruk dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal.

Baca juga: Berhenti Merokok ! Ini 5 Cara Ampuh Hidup Sehat

Individu Hispanik, kulit hitam, dan Asia yang merokok atau menggunakan vape juga lebih sering didiagnosis pradiabetes atau diabetes dibandingkan individu kulit putih. Pendapatan rendah menjadi faktor tambahan, di mana kelompok berpenghasilan terendah memiliki risiko 12% lebih tinggi.

“Orang dengan penghasilan tidak mencukupi cenderung mengalami tekanan mental dan lebih rentan merokok atau mengonsumsi alkohol untuk mengurangi tekanan tersebut, sehingga meningkatkan risiko,” ujar Neupane.

Meski demikian, aktivitas fisik teratur diketahui memberikan perlindungan. Olahraga menurunkan risiko pradiabetes bagi perokok sebesar 8%, sehingga dapat menjadi cara untuk mengurangi sebagian dampak negatif merokok.

“Temuan ini memiliki implikasi penting bagi upaya kesehatan masyarakat untuk mengendalikan kebiasaan merokok dan meningkatkan pencegahan diabetes,” kata Neupane.

Studi ini dipublikasikan di AJPM Focus. Penulis pendamping meliputi Profesor Ekonomi Pertanian dan Terapan Wojciech J. Florkowski serta Chandra Dhakal, lulusan Ph.D. UGA yang kini bekerja di Yayasan CDC.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko

Tags: diabeteskesehatan masyarakatpenelitian UGApradiabetesrisiko kesehatanrokok elektrikrokok konvensionalvaping

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Prakiraan cuaca Malang

Bawa Payung dan Jas Hujan, Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 16 November 2025 Diperkirakan Hujan Ringan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.