Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Merokok dan Rokok Elektrik Picu Kenaikan Risiko Diabetes, Studi University of Georgia Ungkap Datanya

Redaksi by Redaksi
November 16, 2025 8:45 am
in Tugu Sehat
Rokok elektrik

ilustrasi/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id-Penelitian terbaru dari University of Georgia (UGA) mengungkap bahwa pengguna rokok elektrik, rokok konvensional, maupun keduanya memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes. Seperti dikutip dari sciencedaily, Studi tersebut menunjukkan bahwa perokok memiliki tingkat diagnosis pradiabetes dan diabetes yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

“Di era ketika rokok elektrik dipasarkan sebagai alternatif yang ‘lebih aman’, temuan ini menunjukkan bahwa rokok elektrik mungkin memiliki bahaya tersembunyi dan turut berkontribusi terhadap masalah kesehatan jangka panjang seperti pradiabetes dan diabetes,” ujar Sulakshan Neupane, penulis utama studi sekaligus mahasiswa doktoral di Fakultas Ilmu Pertanian dan Lingkungan UGA. Ia menambahkan bahwa meningkatnya penggunaan rokok elektrik perlu diimbangi pemahaman mendalam mengenai dampaknya terhadap kesehatan.

READ ALSO

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mencatat bahwa popularitas vaping terus naik, terutama di kalangan anak muda. Berdasarkan hasil studi, peningkatan penggunaan rokok elektrik ini berpotensi diikuti naiknya angka diabetes pada kelompok tersebut.

Baca juga: Benarkah Rokok Elektrik Lebih Sehat dari Rokok Biasa?

Penelitian juga mencatat bahwa risiko diabetes atau pradiabetes lebih tinggi pada individu Hispanik dan kulit hitam yang tinggal di lingkungan kurang beruntung secara ekonomi, serta pada mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Pengguna Ganda Alami Peningkatan Risiko Prediabetes

Dengan menganalisis lebih dari 1,2 juta tanggapan pada survei Sistem Pengawasan Faktor Risiko Perilaku, para peneliti menelusuri keterkaitan antara penggunaan rokok elektrik dan kebiasaan merokok tradisional dengan diagnosis pradiabetes maupun diabetes.

Hasil analisis menunjukkan bahwa vaping saja dikaitkan dengan peningkatan risiko pradiabetes sebesar 7%. Penggunaan rokok elektrik diduga memengaruhi fungsi insulin sementara dan berkontribusi pada penambahan berat badan, dua faktor yang berkaitan erat dengan pradiabetes.

Meski angka 7% tampak kecil, angka tersebut mewakili sekitar 7.000 kasus pradiabetes tambahan setiap tahun di AS berdasarkan tren populasi saat ini.

Di sisi lain, merokok sigaret atau cerutu meningkatkan risiko pradiabetes sebesar 15%. Risiko meningkat tajam hingga 28% pada individu yang merokok sekaligus menggunakan vape. Mereka yang menggunakan rokok dan rokok elektrik juga lebih berisiko didiagnosis diabetes, dengan peningkatan masing-masing 7% dan 9%.

“Penggunaan rokok elektrik saja meningkatkan kemungkinan pradiabetes, sementara penggunaan ganda menambah risiko secara signifikan. Temuan ini menegaskan potensi bahaya dari penggunaan kedua produk tersebut,” jelas Neupane.

Berat Badan, Pendapatan dan Demografi Pengaruhi Risiko

Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor pribadi dan demografi turut memperbesar risiko pradiabetes dan diabetes. Orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang merokok lebih rentan mengalami kondisi tersebut. Pengguna rokok elektrik yang memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi menunjukkan hasil kesehatan yang lebih buruk dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal.

Baca juga: Berhenti Merokok ! Ini 5 Cara Ampuh Hidup Sehat

Individu Hispanik, kulit hitam, dan Asia yang merokok atau menggunakan vape juga lebih sering didiagnosis pradiabetes atau diabetes dibandingkan individu kulit putih. Pendapatan rendah menjadi faktor tambahan, di mana kelompok berpenghasilan terendah memiliki risiko 12% lebih tinggi.

“Orang dengan penghasilan tidak mencukupi cenderung mengalami tekanan mental dan lebih rentan merokok atau mengonsumsi alkohol untuk mengurangi tekanan tersebut, sehingga meningkatkan risiko,” ujar Neupane.

Meski demikian, aktivitas fisik teratur diketahui memberikan perlindungan. Olahraga menurunkan risiko pradiabetes bagi perokok sebesar 8%, sehingga dapat menjadi cara untuk mengurangi sebagian dampak negatif merokok.

“Temuan ini memiliki implikasi penting bagi upaya kesehatan masyarakat untuk mengendalikan kebiasaan merokok dan meningkatkan pencegahan diabetes,” kata Neupane.

Studi ini dipublikasikan di AJPM Focus. Penulis pendamping meliputi Profesor Ekonomi Pertanian dan Terapan Wojciech J. Florkowski serta Chandra Dhakal, lulusan Ph.D. UGA yang kini bekerja di Yayasan CDC.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko

Tags: diabeteskesehatan masyarakatpenelitian UGApradiabetesrisiko kesehatanrokok elektrikrokok konvensionalvaping

Related Posts

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti
Tugu Sehat

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Kamis, 16 Jul 2026
jamu sinom
Tugu Sehat

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Kamis, 16 Jul 2026
Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
Prakiraan cuaca Malang

Bawa Payung dan Jas Hujan, Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 16 November 2025 Diperkirakan Hujan Ringan

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.