Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Menyimak Penjelasan Stephen Hawking Soal Apa yang Ada Sebelum Tercipta Alam Semesta

Redaksi by Redaksi
Februari 19, 2023 10:47 am
in News
Stephen Hawking

Stephen Hawking saat menjadi pembicara dalam sebuah sesi untuk memperingati hari jadi NASA ke-50 pada 21 April 2008. Foto/Dok NASA (nasa.gov)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Jika alam semesta terbentuk usai peristiwa Big Bang atau Ledakan Besar? Lalu apa yang terjadi sebelumnya? Jika alam semesta baru muncul sekitar 13,7 miliar tahun silam, maka apa yang terjadi pada alam semesta sebelum waktu itu?

Stephen Hawking, Fisikawan dan kosmolog asal Inggris yang juga seorang difabel pernah menjawab rasa penasaran orang banyak itu di episode bertajuk ‘Star Talk’ di situs Popular Science. Video wawancara ekslusif itu dirilis beberapa minggu sebelum kematian Hawking pada 14 Maret 2018.

READ ALSO

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Ilustrasi big bang. Foto/Shutterstock

Lagi-lagi, jawabannya cukup membuat heboh dunia sains. Pertanyaan yang dilontarkan si pembawa acara Neil deGrasse Tyson sederhana saja. Sebelum Big Bang terjadi, apa yang ada dalam semesta? Tanpa basa-basi, ‘Si Atheis Jenius’ ini menjawab, ”Nothing. Tidak ada apa-apa sebelum Big Bang.

Sebelum membaca penjelasannya, perlu diketahui selama hidup berpuluh tahun dengan keterbatasan fisiknya, Hawking berhasil menyelesaikan program doktoral dan menelurkan dua teorinya tentang alam semesta yang populer yaitu Bing Bang dan Steady State.

Hawking yang bicara dengan alat Speech Generating Device (SGD) itu dengan santai menjelaskan bentuk bumi sebagai analogi dari bentuk lengkung space-time continuum atau kontinum ruang-waktu.

“Menurut teori relativitas umum Einstein, ruang dan waktu bersatu untuk sebuah kontinum ruang-waktu yang tidak datar, tetapi melengkung karena materi dan energi di dalamnya,” jelas Hawking dikutip dari Science Alert.

Saat alam semesta terbentuk sekitar 13,8 miliar tahun silam, menurut Hawking, seluruh dunia masih seukuran bola atom yang juga dikenal sebagai singularitas. Di dalam bola atom menyimpan energi panas yang memadat dan meledak. Peristiwa ini dikenal dengan nama Big Bang.

Eksplanasi Hawking merujuk pendekatan Euclidean yang merepresentasikan gravitasi kuantum. Dalam pendekatan Euclidean, sejarah alam semesta dalam waktu imajiner adalah permukaan yang melengkung dengan empat dimensi. Seperti permukaan Bumi, tetapi dengan dua atau lebih dimensi.

Peraih Albert Einstein Award pada 1978 itu percaya bahwa alam semesta tidak memiliki batas. Saat belum ada alam semesta, belum ada juga waktu seperti kita pahami sekarang.

“Karena momen sebelum Big Bang tidak ada konsekuensi observasional, jadi bisa dikatakan waktu baru dimulai ketika terjadi Big Bang,” ucapnya.

“Seseorang dapat menganggap bahwa waktu nyata (real time) dan waktu asli (ordinary time) sebagai awal di Kutub Selatan, yang merupakan titik halus ruang-waktu di mana hukum fisika normal berlaku,” papar Hawking.

“Artinya, tidak ada arah selatan di Kutub Selatan. Begitu pula, tidak ada apa pun di sekitar (Alam Semesta) sebelum Big Bang,” tandasnya.

Hawking menegaskan tidak ada cara pasti untuk mengukur bagaimana detail yang terjadi sebelum Big Bang. “Dunia memiliki kondisi yang dibatasi, dan itu (sebelum Big Bang) tidak ada batasannya,” tegas Hawking.

Tak berselang lama usai pernyataannya itu, Hawking meninggal pada 14 Maret 2018 lalu. Hawking telah membuktikan diri bertahan hidup 55 tahun lebih lama dari yang diprediksikan dokternya.

Selama itu pula, dia telah menelurkan berbagai ilmu terutama di bidang fisika kuantum, seputar teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam hingga radiasi Hawking.

Observasinya tentang alam semesta berpuluh-puluh tahun itu pula yang sering melontarkan pernyataan bersifat ramalan. Seperti meramalkan bahwa bumi sudah tidak layak huni pada tahun 2600 mendatang.

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: Alam semestaBig Bang.fisika kuantumrelativitas umum EinsteinStephen Hawking

Related Posts

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan
News

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Jumat, 17 Jul 2026
Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya
News

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Jumat, 17 Jul 2026
Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak
News

Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak

Jumat, 17 Jul 2026
Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung
News

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

Jumat, 17 Jul 2026
7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
42dc89d5 Adcc 4908 8e53 0c98de78d5d8
News

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Golput di Kabupaten Malang

Tanggapi Isu Golput, KPU Kabupaten Malang Akan Genjot Sosialisasi

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.