Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Menyimak Penjelasan Stephen Hawking Soal Apa yang Ada Sebelum Tercipta Alam Semesta

Redaksi by Redaksi
Februari 19, 2023 10:47 am
in News
Stephen Hawking

Stephen Hawking saat menjadi pembicara dalam sebuah sesi untuk memperingati hari jadi NASA ke-50 pada 21 April 2008. Foto/Dok NASA (nasa.gov)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Jika alam semesta terbentuk usai peristiwa Big Bang atau Ledakan Besar? Lalu apa yang terjadi sebelumnya? Jika alam semesta baru muncul sekitar 13,7 miliar tahun silam, maka apa yang terjadi pada alam semesta sebelum waktu itu?

Stephen Hawking, Fisikawan dan kosmolog asal Inggris yang juga seorang difabel pernah menjawab rasa penasaran orang banyak itu di episode bertajuk ‘Star Talk’ di situs Popular Science. Video wawancara ekslusif itu dirilis beberapa minggu sebelum kematian Hawking pada 14 Maret 2018.

READ ALSO

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Ilustrasi big bang. Foto/Shutterstock

Lagi-lagi, jawabannya cukup membuat heboh dunia sains. Pertanyaan yang dilontarkan si pembawa acara Neil deGrasse Tyson sederhana saja. Sebelum Big Bang terjadi, apa yang ada dalam semesta? Tanpa basa-basi, ‘Si Atheis Jenius’ ini menjawab, ”Nothing. Tidak ada apa-apa sebelum Big Bang.

Sebelum membaca penjelasannya, perlu diketahui selama hidup berpuluh tahun dengan keterbatasan fisiknya, Hawking berhasil menyelesaikan program doktoral dan menelurkan dua teorinya tentang alam semesta yang populer yaitu Bing Bang dan Steady State.

Hawking yang bicara dengan alat Speech Generating Device (SGD) itu dengan santai menjelaskan bentuk bumi sebagai analogi dari bentuk lengkung space-time continuum atau kontinum ruang-waktu.

“Menurut teori relativitas umum Einstein, ruang dan waktu bersatu untuk sebuah kontinum ruang-waktu yang tidak datar, tetapi melengkung karena materi dan energi di dalamnya,” jelas Hawking dikutip dari Science Alert.

Saat alam semesta terbentuk sekitar 13,8 miliar tahun silam, menurut Hawking, seluruh dunia masih seukuran bola atom yang juga dikenal sebagai singularitas. Di dalam bola atom menyimpan energi panas yang memadat dan meledak. Peristiwa ini dikenal dengan nama Big Bang.

Eksplanasi Hawking merujuk pendekatan Euclidean yang merepresentasikan gravitasi kuantum. Dalam pendekatan Euclidean, sejarah alam semesta dalam waktu imajiner adalah permukaan yang melengkung dengan empat dimensi. Seperti permukaan Bumi, tetapi dengan dua atau lebih dimensi.

Peraih Albert Einstein Award pada 1978 itu percaya bahwa alam semesta tidak memiliki batas. Saat belum ada alam semesta, belum ada juga waktu seperti kita pahami sekarang.

“Karena momen sebelum Big Bang tidak ada konsekuensi observasional, jadi bisa dikatakan waktu baru dimulai ketika terjadi Big Bang,” ucapnya.

“Seseorang dapat menganggap bahwa waktu nyata (real time) dan waktu asli (ordinary time) sebagai awal di Kutub Selatan, yang merupakan titik halus ruang-waktu di mana hukum fisika normal berlaku,” papar Hawking.

“Artinya, tidak ada arah selatan di Kutub Selatan. Begitu pula, tidak ada apa pun di sekitar (Alam Semesta) sebelum Big Bang,” tandasnya.

Hawking menegaskan tidak ada cara pasti untuk mengukur bagaimana detail yang terjadi sebelum Big Bang. “Dunia memiliki kondisi yang dibatasi, dan itu (sebelum Big Bang) tidak ada batasannya,” tegas Hawking.

Tak berselang lama usai pernyataannya itu, Hawking meninggal pada 14 Maret 2018 lalu. Hawking telah membuktikan diri bertahan hidup 55 tahun lebih lama dari yang diprediksikan dokternya.

Selama itu pula, dia telah menelurkan berbagai ilmu terutama di bidang fisika kuantum, seputar teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam hingga radiasi Hawking.

Observasinya tentang alam semesta berpuluh-puluh tahun itu pula yang sering melontarkan pernyataan bersifat ramalan. Seperti meramalkan bahwa bumi sudah tidak layak huni pada tahun 2600 mendatang.

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: Alam semestaBig Bang.fisika kuantumrelativitas umum EinsteinStephen Hawking

Related Posts

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah
News

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Senin, 31 Agu 2026
Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang
News

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Senin, 31 Agu 2026
Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta
News

Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta

Senin, 31 Agu 2026
66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang
News

66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang

Senin, 31 Agu 2026
Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU
News

Muktamar ke-35 NU Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU

Senin, 31 Agu 2026
Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan
Advertorial

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
Golput di Kabupaten Malang

Tanggapi Isu Golput, KPU Kabupaten Malang Akan Genjot Sosialisasi

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.