Kamis, September 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Si Pemasang Karpet Istana

Redaksi by Redaksi
November 13, 2022 1:46 pm
in Catatan
karpet istana

Dari kiri, Uha Bahaudin, Djoko Intarto (penulis) dan Dahlan Iskan.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Joko Intarto*

——-
Uha Bahauddin namanya. Uha panggilannya. ‘’Orang Istana Negara’’ lebih mengenal karpet merahnya ketimbang Uha. Ya. Uha-lah yang memasang karpet merah di Istana Negara: Jakarta dan Jogja. Sebelum pandemi Covid-19 melanda.
——-

READ ALSO

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Bisnis karpet sebenarnya dimulai orang tuanya. Ia hanya meneruskan saja. Saat ayahnya merasa sudah terlalu tua.

Uha masih bekerja di Jawa Pos Group saat itu. Permintaan ayahnya membuat Uha memutuskan pensiun muda dari Jawa Pos Group. Pilihannya: Memenuhi permintaan ayahnya, atau perusahaan karpet itu tutup.

Sebagai ‘orang pemasaran’, Uha segera menganalisis kinerja perusahaan karpet itu, saat pertama mulai mengelola manajemennnya. Dengan pendekatan SWOT, Uha menyimpulkan: Pabrik karpetnya tergolong kecil. Tidak mungkin menang bersaing melawan pabrik karpet lain yang raksasa. Agar bisa eksis, pabrik harus bisa menciptakan produk unik supaya tidak head to head dengan pabrik karpet raksasa.

Produk unik itu akhirnya bisa ditemukan: Memproduksi ‘’carpet on demand’’. Begitu ia menyebutkan keunggulan perusahaannya. ‘’Carpet on demand’’ mengubah kelemahan menjadi kekuatan perusahaannya.

‘’Carpet on demand’’ tidak bisa diproduksi pabrik karpet raksasa. Mesinnya terlalu besar. Kecepatannya sangat tinggi. Tidak mungkin ‘’mondag-mandeg’’ beberapa menit sekali. Dalam sekali ‘’giling’’, kata Uha, mesin karpet raksasa menghasilkan ratusan meter karpet.

Sementara mesin di pabrik Uha sangat kecil. Kecepatannya juga rendah. Bisa ‘’mondag-mandeg’’ setiap saat. Sesuai kebutuhan produksi.

Dengan konsep ‘’carpet on demand’’, Uha menawarkan produk karpet dengan desain dan ukuran sesuai permintaan konsumen. Harga sudah lengkap dengan biaya kirim dan pemasangannya di lokasi. ‘’Inilah satu-satunya keunggulan produk kami. Kalau bahan baku dan kualitasnya, produk kami dengan produk pabrik raksasa sama saja,’’ tutur Uha.

‘’Carpet on demand’’ membuat perusahaan warisan ayahnya itu bangkit dengan cepat. Konsumen Uha muncul dari pemilik ruangan kantor berukuran kecil di kota-kota besar seluruh Indonesia.

Satu gedung bertingkat, misalnya, luas lantainya 5 ribu meter persegi. Penyewanya 200 perusahaan. Uha memasang karpet di 20 perusahaan itu. Warna karpetnya unik: Sesuai dengan ‘’corporate color’’-nya. Bisa diberi logo dan kata-kata motivasi juga. Karpet itu hanya diproduksi satu. Untuk konsumen itu saja.

Puncaknya, Uha mendapat kepercayaan Istana Negara untuk memasang karpet merah di Jakarta dan Jogja. Keberhasilannya membuat Uha diundang beberapa stasiun televisi: Lokal maupun nasional. Uha juga menghadiri undangan para Youtuber untuk berbagi cerita soal karpetnya.

Saya salah satu konsumen ‘’carpet on demand’’ perusahaan Uha. Pada awal pandemi, saya terpaksa harus melapisi ruang kerja saya dengan karpet tebal agar bisa dialihfungsikan menjadi studio webinar.

Penerapan PSBB begitu ketatnya. Tidak ada lagi ruangan di hotel dan gedung perkantoran yang bisa saya sewa menjadi studio. Semua ditutup gara-gara Covid-19. Kantor Jagaters yang nyelempit di gang kecil di belakang Pasar PSPT, Tebet Timur, menjadi satu-satunya pilihan.

Boss Aice Cream terpaksa datang ke situ untuk membuat konferensi pers virtual. Pendeta Gereja Isa Almasih, Mangga Besar, terpaksa memimpin ibadah untuk jemaatnya di dalam dan luar negeri secara virtual dari ruangan itu. Begitu pun ustad yang harus mengisi pengajian mingguan.

Dua hari lalu saya mendapat kabar: Uha meninggal dunia. Kabar ini cukup mengejut saya.

Ia memang sakit. Stroke. Sekitar empat bulan lalu. Belakangan, kondisinya membaik. Foto-foto perkembangannya diunggap ke Whatsapp Group hampir setiap pekan.

Inalillahi waina ilaihi rojiuun.Selamat jalan Uha. Saya akan selalu ingat dengan cerita anda tentang ‘’carpet on demand’’. Bagi saya, itulah pelajaran marketing penting: Kenang-kenangan Anda untuk saya.(jto)

*Mantan Wartawan Jawa Pos

Tags: karpet istana

Related Posts

Siapa yang Berhak Disebut NU?
Catatan

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Kamis, 3 Sep 2026
Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok
Catatan

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Kamis, 3 Sep 2026
Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan
Catatan

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan

Rabu, 2 Sep 2026
Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
Arema FC minta dukungan Aremania untuk bangkit

Arema FC Minta Aremania Dukung Pemulihan Performa Tim

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.