Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Si Pemasang Karpet Istana

Redaksi by Redaksi
November 13, 2022 1:46 pm
in Catatan
karpet istana

Dari kiri, Uha Bahaudin, Djoko Intarto (penulis) dan Dahlan Iskan.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Joko Intarto*

——-
Uha Bahauddin namanya. Uha panggilannya. ‘’Orang Istana Negara’’ lebih mengenal karpet merahnya ketimbang Uha. Ya. Uha-lah yang memasang karpet merah di Istana Negara: Jakarta dan Jogja. Sebelum pandemi Covid-19 melanda.
——-

READ ALSO

Malang dan Ilusi Pembangunan: Ketika Ruang Terbuka Hijau Dikorbankan, Siapa yang Dilayani?

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Bisnis karpet sebenarnya dimulai orang tuanya. Ia hanya meneruskan saja. Saat ayahnya merasa sudah terlalu tua.

Uha masih bekerja di Jawa Pos Group saat itu. Permintaan ayahnya membuat Uha memutuskan pensiun muda dari Jawa Pos Group. Pilihannya: Memenuhi permintaan ayahnya, atau perusahaan karpet itu tutup.

Sebagai ‘orang pemasaran’, Uha segera menganalisis kinerja perusahaan karpet itu, saat pertama mulai mengelola manajemennnya. Dengan pendekatan SWOT, Uha menyimpulkan: Pabrik karpetnya tergolong kecil. Tidak mungkin menang bersaing melawan pabrik karpet lain yang raksasa. Agar bisa eksis, pabrik harus bisa menciptakan produk unik supaya tidak head to head dengan pabrik karpet raksasa.

Produk unik itu akhirnya bisa ditemukan: Memproduksi ‘’carpet on demand’’. Begitu ia menyebutkan keunggulan perusahaannya. ‘’Carpet on demand’’ mengubah kelemahan menjadi kekuatan perusahaannya.

‘’Carpet on demand’’ tidak bisa diproduksi pabrik karpet raksasa. Mesinnya terlalu besar. Kecepatannya sangat tinggi. Tidak mungkin ‘’mondag-mandeg’’ beberapa menit sekali. Dalam sekali ‘’giling’’, kata Uha, mesin karpet raksasa menghasilkan ratusan meter karpet.

Sementara mesin di pabrik Uha sangat kecil. Kecepatannya juga rendah. Bisa ‘’mondag-mandeg’’ setiap saat. Sesuai kebutuhan produksi.

Dengan konsep ‘’carpet on demand’’, Uha menawarkan produk karpet dengan desain dan ukuran sesuai permintaan konsumen. Harga sudah lengkap dengan biaya kirim dan pemasangannya di lokasi. ‘’Inilah satu-satunya keunggulan produk kami. Kalau bahan baku dan kualitasnya, produk kami dengan produk pabrik raksasa sama saja,’’ tutur Uha.

‘’Carpet on demand’’ membuat perusahaan warisan ayahnya itu bangkit dengan cepat. Konsumen Uha muncul dari pemilik ruangan kantor berukuran kecil di kota-kota besar seluruh Indonesia.

Satu gedung bertingkat, misalnya, luas lantainya 5 ribu meter persegi. Penyewanya 200 perusahaan. Uha memasang karpet di 20 perusahaan itu. Warna karpetnya unik: Sesuai dengan ‘’corporate color’’-nya. Bisa diberi logo dan kata-kata motivasi juga. Karpet itu hanya diproduksi satu. Untuk konsumen itu saja.

Puncaknya, Uha mendapat kepercayaan Istana Negara untuk memasang karpet merah di Jakarta dan Jogja. Keberhasilannya membuat Uha diundang beberapa stasiun televisi: Lokal maupun nasional. Uha juga menghadiri undangan para Youtuber untuk berbagi cerita soal karpetnya.

Saya salah satu konsumen ‘’carpet on demand’’ perusahaan Uha. Pada awal pandemi, saya terpaksa harus melapisi ruang kerja saya dengan karpet tebal agar bisa dialihfungsikan menjadi studio webinar.

Penerapan PSBB begitu ketatnya. Tidak ada lagi ruangan di hotel dan gedung perkantoran yang bisa saya sewa menjadi studio. Semua ditutup gara-gara Covid-19. Kantor Jagaters yang nyelempit di gang kecil di belakang Pasar PSPT, Tebet Timur, menjadi satu-satunya pilihan.

Boss Aice Cream terpaksa datang ke situ untuk membuat konferensi pers virtual. Pendeta Gereja Isa Almasih, Mangga Besar, terpaksa memimpin ibadah untuk jemaatnya di dalam dan luar negeri secara virtual dari ruangan itu. Begitu pun ustad yang harus mengisi pengajian mingguan.

Dua hari lalu saya mendapat kabar: Uha meninggal dunia. Kabar ini cukup mengejut saya.

Ia memang sakit. Stroke. Sekitar empat bulan lalu. Belakangan, kondisinya membaik. Foto-foto perkembangannya diunggap ke Whatsapp Group hampir setiap pekan.

Inalillahi waina ilaihi rojiuun.Selamat jalan Uha. Saya akan selalu ingat dengan cerita anda tentang ‘’carpet on demand’’. Bagi saya, itulah pelajaran marketing penting: Kenang-kenangan Anda untuk saya.(jto)

*Mantan Wartawan Jawa Pos

Tags: karpet istana

Related Posts

Ruang hijau
Catatan

Malang dan Ilusi Pembangunan: Ketika Ruang Terbuka Hijau Dikorbankan, Siapa yang Dilayani?

Senin, 29 Jun 2026
Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Senin, 29 Jun 2026
Gen-z
Catatan

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Minggu, 28 Jun 2026
Pendidikan Akhlak
Catatan

Guru dan Orang Tua: Dua Sisi Mata Uang Pendidikan Akhlak

Minggu, 28 Jun 2026
Rama dan Sinta
Catatan

Rama dan Sinta (Bukan dalam Wayang)

Sabtu, 27 Jun 2026
Aries Musnandar. Foto/dok
Catatan

Belajar Disiplin dari Negeri Matahari Terbit

Jumat, 26 Jun 2026
Next Post
Arema FC minta dukungan Aremania untuk bangkit

Arema FC Minta Aremania Dukung Pemulihan Performa Tim

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.